Ruang Musik Bawah Tanah

“Eh Nita kemarin aku baru nempatin rumah baruku loh” kata ku, “eh ris besok aku kerumah mu yah sama yang lainnya” jawab Nita sambil menyeruput jusnya. “Baiklah tapi jam berapa? Nit soalnya aku harus pergi jam 6” jawabku “jam 4 ya” jawab Nita. Singkat cerita “Riska, ayo turun kita sudah datang nih” panggil Nita “iya bentaran pakai baju nih” jawabku berteriak “Bi mona”.

loading...

“iya non ada apa manggil bibi?”
“ini bi tolong siapkan makanan buat teman Riska ya”
“baik non”

Singkat cerita “bagus banget yah rumahnya Riska” ucap Ferdi “benar banget tuh aku jadi iri nih” ucap Vyra, “ehem, lagi ngomongin siapa nih” tanyaku mengagetkan teman-teman “oh riska nggak apa-apa kok cuman ngomong biasa eh bagaimana main petak umpet saja di rumahnya riska kan besar dan luas pasti banyak tempat persembunyian dong” ucap Meggy.

“Ayo…” ucap kami, singkat cerita permainan pun dimulai pertengahan permainan Meggy menemukan sebuah ruangan yang tertutup namun terlihat bisa didobrak “wah teman-teman ada sebuah ruangan nih” ucap meggy “masuk yuk”. Lalu kami bersama-sama mendobrak pintu dan pintunya langsung terbuka betapa terkejutnya kami melihat banyak alat musik klasik yang masih bagus di ruang bawah tanah.

“Ris masuk yuk” kata temanku, “ayo” kami lalu masuk dan seketika pintu tertutup dan kami pun berteriak tapi sudah terlambat satu persatu kami diseret oleh sebuah bayangan hitam dan dia membunuh kami dengan kapak tajam yang  dibawa olehnya, tamat.

Share This: