Rumah Berhantu

Cerita kali ini mengenai rumah berhantu yang dialami oleh seseorang yang mencari pekerjaan dan akhirnya dia mendapatkan pekerjaan di sebuah proyek pembangunan tepatnya di kota Jakarta. Sebelum membaca kisahnya, admin harap kamu dalam keadaan fit dan sedang tidak melamun. Karena bisa saja, pengalaman ini terjadi kepadamu, dan di ingatkan kembali untuk “jangan pernah baca ini sendirian” selamat membaca kisahnya.

Ada yang bisa merasakan, ada yang terlalu peka dan ada yang tidak bisa merasakan sama sekali mengenai kehadiran “mereka“. Semua kembali kepada kepercayaan diri kita sendiri, namaku Ilham. Aku seorang mahasiswa yang lulus tahun ini. Kali ini aku mencari pekerjaan kesana-sini karena bosan terus-terusan menganggur. Tidak melakukan apa-apa, membuatku bosan. Akhirnya penantianku pun terjawab, ketika aku dipanggil untuk wawancara dan akhirnya mendapatkan pekerjaan di sebuah proyek pembangunan sebagai sekertaris di Jakarta.

Aku pun nekad mengambil pekerjaan ini, ya selain pengalaman juga gelar sarjanaku ini bisa aku manfaatkan untuk mencari uang. Sampailah aku di jakarta, disana aku diberikan sebuah kamar di sebuah rumah kontrakan khusus pegawai. Karena aku orang dari luar kota sendirian, jadi aku tinggal disana hanya aku sendiri. Kebanyakan orang yang bekerja disini adalah orang asli sini.

Sebuah rumah yang cukup besar dengan banyak kamar akan menjadi pemandanganku setiap malam. Aku coba berjalan-jalan di rumah ini, dapur, kamar mandi, dan ruang lain nya terlihat sangat bersih. Warna cat yang masih baru membuatku berpikir, rumah ini baru saja di renovasi. Lampunya pun terang, kursi dan yang lain nya masih terlihat baru. Aku berjalan sedikit, terlihat sebuah kamar lain yang terpisah. Aku berjalan menuju kamar itu, aku intip sedikit ternyata itu gudang.

loading...

Ada barang-barang di dalamnya seperti meja, kursi dan yang sebagainya, seperti barang-barang bekas. Aku pun kembali ke kamar, malam semakin larut. Aku belum bisa tidur, tidak ada teman ngobrol, tidak ada tv atau apapun yang dapat menghiburku. Dan yang membuatku lebih bete ketika sinyal handphoneku tidak ada. Aku juga mencoba mencari sinyal ke beberapa ruangan, kadang-kadang sinyal itu ada dan kadang-kadang hilang.

Setelah cape mencari sinyal yang tidak ada, aku pun duduk di ruang tengah. Tiba-tiba, handphoneku berbunyi tapi tidak ada no yang tertera. Aku pun mengangkatnya, “Hallo?” tidak ada jawaban apa-apa. Tidak bicara apa-apa lalu telepon nya di tutup, aku coba lihat di received callnya tapi tidak ada panggilan telepon yang masuk. Dan handphoneku kembali berdering, aku pun langsung mengangkatnya “Hallo? ini siapa?”.

“Inii… Siapaa?…”

“Saya ilham, ini siapa ya?” Seorang wanita menelponku dan bertanya siapa lalu menutup telepon nya. Karena sudah lelah, aku pun beranjak ke kamar. Jam menunjukan hampir 11:30 malam, aku mencoba berbaring dan menutup mata namun tiba-tiba saja terdengar ada orang yang sedang mengobrol. Ini sepertinya berada di sekitar rumah, aku bangkit dan mencari sumber suara itu. Suara itu sangat terdengar jelas dari arah dapur dekat ke arah gudang.

Semakin kencang terdengar dua orang wanita sedang mengobrol, aku intip keluar tidak ada siapa-siapa. Namun suara itu masih terdengar, “Siapa sih? jam segini masih gosip aja, jangan terlalu keras ya. Mau istirahat nih” Begitu teriak ku, dan suara itupun berhenti. Aku pun kembali ke kamar, aku membuka jendela biar ada angin masuk, jakarta benar-benar sangat panas. Aku pun kembali ke posisiku untuk bersiap tidur, sampai angin berhembus masuk ke dalam kamarku. Tapi tiba-tiba mataku terbuka ketika ada yang memanggil namaku.

Aku coba memasang kupingku lebar-lebar, “Ilham…” namaku di panggil lagi. Suaranya sangat terdengar jelas, suara seorang wanita dan ketika aku melihat ke arah jendelaku yang terbuka. Astaga, terlihat wajah seorang wanita yang mengintip dengan rambut panjang dan mulutnya menganga sambil matanya melotot kepadaku.

Hanya beberapa saat saja, sosok itu mengintip dari balik jendelaku. Ketika aku mengedipkan mata, sosok itu telah menghilang. Aku mencoba menenangkan diriku dan tiba-tiba tercium bau yang sangat menyengat. Bau ini seperti bunga yang semerbak mengitariku dan tiba-tiba aku merasa ada sekelebat dan entah apa itu lewat di atas kepalaku. Dan ketika aku tengok, sosok wanita berbaju merah dengan rambut panjang yang terurai menempel di atas langit-langit kamarku.

Wajahnya sangat jelas, sangat pucat dan matanya melotot ke arahku. Mulutnya terbuka, dan berkata “Ilham… hihihi…” Aku langsung terperanjat dan berlari. Aku berlari keluar dari kamarku, malam itu aku tidak tidur di rumah itu. Aku ke tempat proyek dan bermalam bersama satpam disana, ketika aku bercerita kejadian yang baru saja aku alami. Satpam itu mulai angkat bicara, bahwa rumah yang di pakai olehku itu ternyata sudah kosong selama 14 tahun.

Dan baru-baru ini dijadikan kontrakan, tidak ada yang tahu asalnya rumah itu seperti apa. Yang jelas selama ini orang yang tinggal disana sering melihat ada kegiatan di dalam rumah itu. Sering ada yang berlari ketika tengah malam, mengobrol dan juga suara orang yang mandi tengah malam. Kejadian itu sudah sering terjadi ketika rumah itu masih kosong.

Share This: