Rumah Hantu

Hai namaku bunga, aku punya pengalaman mengunjungi rumah hantu dan di datangi oleh penunggunya, kisah yang tidak pernah dapat aku lupakan sampai sekarang. Kita mulai ya ceritanya, nah di depan rumahku ada sebuah rumah kosong yang tidak berpenghuni, namun banyak yang bilang kalau bangunan itu adalah rumah hantu karena telah di huni oleh beberapa makhluk halus. Saat itu aku sedang berjalan menuju ke kios untuk membeli lem perekat karena untuk menyelesaikan pekerjaan rumah (PR).

Ketika saat aku berjalan menuju kios, tidak sengaja aku bertemu temanku yang bernama devina dan satu temanku anjani. Lalu mereka memanggilku, “bunga sini sebentar, ayo kita masuk ke rumah kosong (hantu) itu”. Lalu aku berkata “gak ah”. Namun mereka memaksaku untuk masuk ke rumah hantu itu bersama-sama mereka. Ya sudah aku ikut masuk ke rumah itu.

Sesaat aku memegang tembok rumah ini, tiba-tiba terdengar ada suara petir menyambar aspal dan aku langsung lari ke rumahku meninggalkan teman-temanku karena panik takut akan turun hujan. Rumahku memang berada tidak jauh dari rumah hantu itu, jaraknya sekitar 10 meter. Aku berlari dan aku langsung masuk ke dalam kamarku, lalu aku menutupi badanku dengan selimut. Dan aku tertidur hingga menjelang maghrib, setelah selesai adzan, aku langsung solat.

Aku pun tertidur lagi karena besok hari libur, aku tidur sekitar jam 10 malam. Lalu pada esok harinya teman-temanku mengajak pergi ke rumah hantu itu lagi dan aku mengatakan “iya”, lalu kata temanku “ayo”. Kita berjalan dan langsung masuk ke dalam rumah, namun aku sempat kaget karena ada seorang kakek yang berkata “jangan masuk ke rumah ini, kalian akan di teror”.

Tanpa kita hiraukan, kami pun masuk ke dalam. Saat kita membuka pintu rumah kosong ini, terlihat ada sebuah kursi goyang yang di duduki oleh seorang perempuan yang memakai baju putih dengan badan yang tertancap pisau, serta lidahnya yang sangat panjang menjulur keluar. Sontak melihat penampakan yang menyeramkan itu, aku langsung kabur meninggalkan teman-temanku dan menuju ke rumahku.

loading...

Sesampainya di rumah lalu aku ke kamar dan segera menutupi badanku. Setelah aku buka selimut, astaga perempuan yang tadi kini ada di sampingku. Aku langsung bangun dan berlari keluar kamar, aku menggedor-gedor kamar ibu, dan kata ibu “ada apa? diam tenang dulu”. Namun ibuku sepertinya tidak mau di ganggu, aku pun terdiam sebentar.

“Sudah, sana ke kamarmu lagi sudah larut malam, ibu sudah sangat ngantuk” kata ibu. Mendengar ibuku bilang seperti itu, mau tidak mau aku pun coba memberanikan diri ke kamarku lagi. Lalu pada saat aku ke kamarku, perlahan aku melihat seluruh isi kamarku, yang kini sudah sangat berantakan seperti ada yang sudah mengobrak-abrik kamarku.

Dan di atas sprei kasurku terlihat ada darah dan ada sebuah surat berisi tulisan “jangan datang rumahku lagi”. Lalu aku langsung membakar surat itu, setelah aku bakar, aku langsung cari kakek yang kemarin sempat menegurku, dan kata kakek itu “hantu perempuan itu adalah penunggu rumah kosong itu. Mulai dari sekarang jangan pernah masuk ke rumah hantu itu lagi”.

Share This: