Rumah Kontrakan Berhantu

Aku Putri ini cerita misteriku yang pertama tentang rumah kontrakan berhantu, jadi mohon maaf kalau agak berantakan alurnya. Pertengahan tahun 2011 (bulannya saya lupa) rumah saya sedang di renovasi untuk pemasangan gavalum sehingga kami sekeluarga menyewa sebuah rumah kontrakan yang letaknya tidak jauh dari rumah kami (hanya beberapa blok saja).

loading...

Saat acara pindah-pindah itu saya dan kakak pertama saya kebagian membersihkan ruangan atas (kebetulan rumah kontrakan saya ada lantai 2 nya). Kakak saya nyapu dan saya nge pel, kebetulan kakak saya sudah selesai menyapu dan giliran saya untuk mengepel. Pada awalnya sih saya tidak mempunyai pikiran yang aneh tentang “penunggu” yang ada di rumah kontrakan itu karena saya percaya saya tidak mengganggu.

Tetapi pas saya ditinggal sendirian sama kakak saya tiba-tiba hawa berubah menjadi sangat mencekam, untuk menetralisir saya nyetel lagu di hp pake handsfree. Saat sedang asyiknya nyanyi, tiba-tiba bulu kuduk saya merinding kayak ada yang sedang memperhatikan, saya percepat mengepel. Tak lama keran air di tempat wudlu terbuka sendiri, kaget banget tapi berusaha untuk tenang pelan-pelan saya menuju tempat wudlu sambil celingukan.

Sambil mematikan keran saya berkata dalam hati “Maaf kalau mengganggu, saya hanya tinggal disini 1 bulan saja kok” terus saya ngacir ke lantai 1. Sampai hampir pertengahan bulan kami sekeluarga tidak pernah membicarakan tentang rumah kontrakan kami, tapi pada suatu malam sebelum tidur saya cerita kepada kakak pertama dan ibu saya tentang kejadian aneh serta perasaan diamati setiap waktu karena sudah merasa tidak tahan lagi, dan ternyata mereka merasakan hal yang sama tapi tidak berani mengungkapkannya.

Saat itu kami cerita sampai larut malam namun tak disangka kakak kedua saya (yang saat itu sedang tidur di ruangan depan) berlari dari kamar tidurnya sambil menangis dan gemetar hebat, Kamipun panik. Segera dia meringkuk ketakutan sambil dipeluk ibu. Sambil terbata dan menangis dia bercerita kalau saat setengah terlelap dia merasa badannya berat, saat membuka mata ternyata ada kakek dengan wajah putih pucat, kumis dan jenggot tebal sedang berdiri di atas perutnya kemudian menciumi wajahnya.

Tenggorokan tercekat tidak bisa bicara maupun bergerak, kumis dan jenggot kakek itu berasa nyata sekali di wajah, kemudian dia melihat pohon beringin besar yang rimbun sekali berada di atas kepalanya. Saat semuanya hilang barulah dia bisa bergerak dan langsung ngibrit. Tidak sampai sebulan kami langsung pindah dari rumah kontrakan ke rumah sendiri yang belum selesai direnovasi tapi sudah cukup layak untuk ditinggali.

Dan pada bulan November atau Desember tahun kemarin penyewa rumah kontrakan yang baru (setelah kami) datang bertamu bertanya tentang rumah kontrakan tersebut, tapi ibu berusaha untuk tidak membahas kejadian mistis yang kami alami biarlah kami saja yang tau.

Share This: