Rumah Kontrakan Tua

Perkenalkan nama saya Riky (25 tahun) asal dari Jambi, kisah ini terjadi di tahun 2013 silam. Waktu itu saya masih bekerja di salah satu pabrik di kota Tanggerang, kisah nyata saya ini bukan terjadi di pabrik tempat saya bekerja, melainkan di kontrakan tempat saya tinggal. Saya memiliki beberapa alasan dan sengaja memilih untuk mengontrak sebuah rumah walau pun sebenarnya saya ada beberapa keluarga dan punya seorang kakak kandung disana.

Alasan pertama kenapa saya tidak mau tinggal dengan keluarga atau kakak kandung saya karena saya tidak mau merepotkan mereka terutama kakak saya yang sudah memiliki istri dan seorang anak. Kedua saya ingin sebuah kebebasan, dan yang ketiga saya ingin hidup lebih mandiri. Oke, kembali ke cerita, saya bekerja di sana dengan menggunakan shift, shift 1, 2, 3 (shift 1 masuk jam 8 pagi-pulang jam 4 sore, shift 2 masuk jam 4 sore-pulang jam 12 malam, dan shift 3 masuk jam 12 malam-pulang jam 8 pagi) yang tiap minggunya selalu berganti shift.

Saya dikontrakan hanya berdua dengan teman saya, dia bernama Sugianto, biasanya saya manggilnya sugi, dia dari Lampung, dan kebetulan kami satu shift, jadi pergi-pulang kerja selalu bareng dan kemana-mana juga berdua. Kami memilih rumah kontrakan ini, yang terlihat sudah lama tidak di tinggali karna terlihat dari bagian dalam dan pekarangan luar rumah tidak terawat dan rumah itu terlihat sinup (penggambaran suatu tempat yang terlihat memiliki aura yang tidak bercahaya dan terkesan angker).

Karna alasan murah, kami berdua ingin irit dan pulang ke kota asal kami dengan membawa hasil dan kami bekerja di pabrik itu sama-sama baru 6 bulan. Sekilas penggambaran tentang rumah kontrakan tersebut, rumah semi permanen yang ukurannya tidak terlalu besar, dengan kamar tidur dua buah di sebelah kanan (posisi kamar bersebelahan depan dan belakang). Satu ruang tamu yang langsung menuju ke dapur, dan satu kamar mandi berada di luar bagian belakang rumah yang jaraknya 8 meter dari pintu keluar dapur, lengkap dengan sumurnya, dan 20 meter di belakang kamar mandi ada sejenis sungai kecil yang lebarnya hanya 3 meter dan berair jernih, dan terdapat batu besar di pinggir sungai.

Dua minggu pertama kami tinggal di sana memang tidak ada kejadian aneh, namun mulai masuk minggu ketiga, kejadian-kejadian seperti suara, menggeserkan benda dan memindahkan. Bahkan sampai perwujudan sosok mulai terjadi. Terkadang kami seperti mendengar lebih dari dua orang sedang berjalan di samping rumah dengan kaki yang basah (seperti berjalan di tanah yang becek), padahal hari itu tidak turun hujan sama sekali. kami juga pernah melihat laptop saya bergeser dari samping kami yang lagi nonton tv ke depan pintu dapur (tv kami taruh di ruang tamu).

Teman saya Sugi juga pernah tiba-tiba menjerit dan lari kekamar saya dan langsung tidur di samping saya tanpa mematikan tv yang sedang dia tonton, karna waktu itu dia lagi nonton tv sedangkan saya lagi telfonan di kamar (kami ambil kamar sendiri-sendiri dirumah itu demi kenyaman privasi masing-masing, kamar saya di depan dan kamar teman saya di belakang, hanya sebelahan). Waktu saya tanya kenapa, dia tidak menjawab, malah memeluk saya dan kepalanya di tutupi pakai bantal.

Saya berfikir pasti ada yang tidak beres yang menyangkut hal gaib, karna takut saya tidak jadi melanjutkan pertanyaan saya tadi dan membiarkan tv di ruang tamu menyala sampai pagi. Keesokan paginya teman saya baru berani bercerita, bahwa semalam disaat dia lagi asik nonton tv, dijendela kaca depan yang menghadap keluar posisinya tepat di sebelah kanan kalau ada orang yang nonton tv.

Ada sosok wanita berbaju putih dengan rambut yang kusam dan kaku tak terawat, berwajah pucat, dengan bibir hitam, mata yang hanya putihnya saja dan mengeluarkan darah yang menetes di pipi seperti orang yang menangis berdiri tepat di depan jendela dan tatapannya tepat menghadap ke dalam rumah, itulah yang membuat teman saya langsung lari kekamar tanpa mematikan lampu ruang tamu dan tv.

Pernah juga waktu itu, saya dan teman saya baru pulang kerja shift 2, sudah jadi kebiasaan kami sehabis pulang kerja shift 2 pasti nongkrong dulu di warung nasgor (nasi goreng) di depan pabrik untuk makan dan minum susu hangat. Setelah jam 2 dini hari kami baru pulang, setelah sampai di rumah, sudah menjadi kewajiban kami untuk mandi sepulang kerja, shift berapa pun itu, namun bila kami dapat shift 2 atau mau berangkat kerja shift 3 yang sama-sama harus mandi di tengah malam.

Biasanya kami selalu mandi berdua (karna kami takut setelah kejadian-kejadian mistis yang sudah terjadi, apalagi posisi kamar mandi ada di luar rumah, dan yang pastinya kami mandi pakai celana boxer ya, bukan tidak memakai apapun berdua dalam satu ruangan kamar mandi, soalnya kami juga kan lelaki normal). Tapi malam itu kami tidak mandi dan hanya cuci muka di ember penampungan air wudhu, karna air dalam bak kamar mandi hanya tinggal seperempat dan airnya keruh.

Kami tidak mungkin mau menimba air sumur dan menguras bak kamar mandi dengan kondisi capek setelah bekerja. Apalagi ini tengah malam, malam itu kami berdua tidak menaruh curiga tentang apa yang terjadi, namun malam-malam berikutnya pun terjadi lagi dan berulang-ulang hingga 3 malam. Padahal setiap selesai mandi sebelum berangkat kerja shift 2 (yang biasanya masuk jam 4 sore, dan pulang jam 12 malam) kami selalu menimba air dari sumur untuk mengisi bak kamar mandi untuk persediaan mandi sewaktu pulang kerja.

Tapi air di bak kamar mandi selalu habis tinggal seperempat dan air berwarna keruh kotor dan berbau amis. Saya hanya berfikir ini pasti bak kamar mandinya yang bocor atau merembas, karna waktu itu bak penampung air hanya terbuat dari bahan plastik (ember besar/ tong plastik penampung air), dan kami pun berinisiatif untuk membuat bak permanen dari semen dan di pasang keramik, yang berukuran 1 x 2 meter. Tapi ternyata kejadian terulang kembali, air di dalam bak habis tinggal seperempat, keruh, kotor, dan bau amis.

Padahal tadi sebelum berangkat kerja, saya dan teman saya sudah mengisinya dengan penuh, dengan air yang bersih dan jernih. Dan lagi-lagi untuk kesekian kalinya kami hanya cuci muka sepulang kerja dan langsung tidur dengan badan lengket karna keringat. Keesokan harinya kami sepakat untuk tidak masuk kerja nanti malam, karena kami berdua merasa curiga kalau ada tetangga orang yang sengaja membuang dan mengotori air di dalam bak kamar mandi kami, dan kami ingin menangkap basah pelakunya, dan jujur saja waktu itu kami tidak kepikiran sama sekali semua yang terjadi di kamar mandi kami adalah hal yang menyangkut dengan mistis.

Sore harinya sempat hujan dan baru berhenti jam 22.00 malam, kami sengaja menunggu hingga tengah malam karna ingin menangkap sang pelaku yang selalu membuat air bak kamar mandi kami habis, dan tepat jam 00. 30 malam, terdengar seperti ada orang yang sedang bermain air di kamar mandi kami. Dan kami berdua langsung membuka pintu dapur dan ingin langsung menuju kamar mandi yang berjarak 8 meter dari rumah. Dengan kondisi jalan tanah liat yang basah, kami berdua mengendap-endap menuju kamar mandi.

Namun baru setengah jalan kami berdua terkejut melihat di tanah yang basah, telah mengecap jejak kaki yang berbentuk seperti kaki bebek namun memiliki diameter yang cukup besar, yang paling besar sebesar dua telapak tangan orang dewasa yang di satukan, dan yang kami lihat ada sekitar 3 pasang jejak kaki yang mengarah kekamar mandi, dan memiliki diameter yang berbeda (besar, sedang, kecil). Kami sempat berhenti sejenak dan berfikir, mana mungkin tengah malam begini ada bebek yang berkeliaran dan mana mungkin lagi ada kaki bebek yang besarnya lebih besar dari kaki manusia.

Tiba-tiba kami berdua memiliki pemikiran yang sama, bahwa jejak kaki yang saat ini kami lihat dan yang sedang berada di dalam kamar mandi kami itu bukanlah hewan atau pun manusia. Tapi lebih mengarah ke sesuatu yang mistis, namun karna kami masih penasaran, dengan tetap berfikir positif thinking, kami berdua tetap menuju ke kamar mandi, dan saat sampai di depan pintu kamar mandi, pintu itu posisinya tertutup dan sedikit terbuka, dan belum terlihat apa yang ada di dalam kamar mandi (karna memang lampu kamar mandi belum menyala, sakelarnya berada tepat di samping pintu bagian dalam kamar mandi.

Jadi lampu yang menyala hanya yang berada di luar kamar mandi dekat sumur, tapi tetap terlihat isi kamar mandi bila pintu di buka), setelah itu teman saya coba untuk mendorong pintu, dan betapa kagetnya kami setelah melihat sosok yang berada di dalam kamar mandi itu, yang saya lihat waktu itu adalah sosok berbadan manusia dengan kepala yang sedikit lonjong, berambut jarang-jarang (boleh dibilang rambutnya hanya beberapa helai) yang panjangnya sampai sebahu, matanya sebesar bola kasti dan warnanya kuning dengan pupil mata/hitam-hitam pada mata yang hanya separuh kuku jari kelingking.

Tidak memiliki alis, telinga, hidungnya tidak ada, hanya lubang sebesar ibu jari/ jempol di tengah, bibirnya monyong atau panjang sampai sedada dengan lidah yang panjang nya sampai ke lantai, sedangkan badannya kurus dan berwarna pucat gelap, dan bersisik seperti ikan, kakinya seperti kaki manusia biasa tapi dari bagian mata kaki ke bawah berbentuk kaki bebek atau itik. Dan yang saya lihat saat itu ada 3 sosok, yang kecil berada di dalam bak kamar mandi seperti sedang berendam atau bermain air dan tidak memperdulikan kedatangan kami.

Sedangkan yang berbentuk sepertinya perempuan sedang meminum air di dalam bak kamar mandi, dan yang satu lagi dengan badan lebih agak tinggi sedang menoleh ke arah kami dengan tatapan matanya yang berwarna kuning dan lidahnya yang terjulur sampai ke lantai. Teman saya seketika langsung pingsan setelah melihat 3 sosok itu di dalam kamar mandi yang sepertinya adalah satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak. Sedangkan saya sempat terdiam beberapa saat dengan rasa takut dan panik menjadi satu, mau berteriak tidak bisa, mau lari pun kaki sudah terasa sangat lemas, sampai akhirnya saya pun ikut pingsan juga.

Kami baru terbangun di pagi hari, setelah ada seorang tetangga yang lewat di belakang kontrakan kami untuk mencari kayu bakar, dan beliau pun juga terkejut ketika mendapati kami sedang tertidur ditanah dengan posisi basah kuyup (mungkin sempat kehujanan waktu pingsan, soalnya waktu itu kalau gak salah masih rada gerimis), setelah itu kami pun menceritakan apa yang terjadi semalam. Dan setelah kejadian itu, masih banyak lagi kejadian-kejadian di luar nalar, seperti melihat anak kecil umur dua tahunan, hanya memakai pakaian yang berwarna putih, yang sedang duduk di atas tv sambil mengayun-ayun kakinya.

loading...

Matanya putih semua, wajahnya tua, tidak memiliki telinga, bibirnya lebar sampai ke telinga dan giginya runcing bergerigi. Dan melihat sosok tinggi besar hitam berbulu, berdiri di pojok dapur, saking tingginya sosok itu yang terlihat hanya bagian pinggang ke bawah. Dan terakhir terjadi adalah saat kami sedang asik nonton tv ada sepotong tangan, yang terpotong lebih sedikit dari pergelangan tangan, dengan bentuknya yang berlumuran darah dan kuku yang hitam-hitam, berjalan menggunakan dua jari yaitu jari telunjuk dan jari tengahnya dari pintu dapur menuju di bawah lemari tv, sontak kami kaget dan lari kocar kacir keluar rumah dan tak berani pulang. Esoknya kami langsung berkemas dengan ditemani beberapa teman yang lain, dan kami pun akhirnya pindah dari rumah kontrakan itu karena sudah tidak kuat dengan gangguan yang terus terjadi di rumah kontrakan itu.

Share This: