Rumah Peninggalan Belanda

Sudah hampir bertahun-tahun rumah peninggalan belanda yang berada diseberang depan kost ku itu sepi dan tidak ada yang pernah tau kenapa. Rumah dengan patung aneh berwarna putih itu ditinggalkan oleh pemiliknya, aku belum lama tinggal disini. Tapi aku sudah banyak mendengar tentang rumah itu. Ada yang bilang rumah itu disita karena hutang, yang lain mengatakan kalo rumah itu ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya.

Awalnya aku tidak terlalu peduli tentang rumah itu akan tetapi makin lama aku jadi semakin penasaran. Setiap malam ketika aku akan menutup gorden jendela kamar, seperti ada magnet yang membuat mataku tertuju ke arah rumah tersebut. Terlebih lagi patung yang berbentuk manusia itu seolah bergerak. Aku akan coba gambarkan pada pembaca cerita-hantu.com seperti apa rumahnya, kalo dari arah jendela kamarku rumah itu tampak tidak terlalu jelas. Gelap dan sedikit tertutupi oleh ilalang dihalaman rumahnya.

Patung putih tinggi berukuran 2 meterpun hampir tenggelam oleh ilalang. Bentuk patung putih itupun tidak jelas bentuknya, hampir menyerupai manusia yang sedang menumbuk sesuatu. Jujur aku sangat penasaran dengan rumah itu. Ada apa didalamnya, jika ada yang menyuruhku untuk masuk kedalam rumah itu, aku pasti akan melakukannya. Banyak yang bilang kalo aku terlalu pemberani, tidak pernah merasa takut pada apapun dan mereka mengatakan kalo aku freak.

Aku coba menerobos masuk kedalam bangunan rumah tua belanda yang menjadi rumah kosong itu. Seperti malam itu, aku masih memicingkan mata sambil menatap fokus ke arah rumah itu. Aku bukan takut tapi memikirkan bagaimana cara masuk kedalam rumah itu. Aku memang aneh dan aku memang nekat, terserah pembaca mau bilang apa yang pasti malam itu aku akan melakukannya karena rasa penasaranku. Bahkan bisa dibilang aku tinggal di kost itu karena aku sedang mengincar rumah kosong peninggalan belanda tersebut.

Malam itu aku menyusun strategi, halangan yang pertama adalah diseberang rumah itu. Karena sangat berdekatan dengan sebuah kedai, dan aku menunggu mereka tutup. Seperti sebuah pertanda, kedai itu tutup lebih cepat dari biasanya. Membawa senter kecil ditangan, aku bergerak lincah keluar kost persis seperti maling. Singkat cerita, aku sudah berdiri tepat didepan rumah peninggalan belanda itu. Dengan sigap aku memeriksa gerbang rumah itu dan ternyata tidak dikunci. Ini seperti sebuah kebetulan, yang menyenangkan dan menantang.

Kakiku menjinjit dan aku berjalan memasuki perlahan rumah peninggalan belanda yang kosong itu dan mataku membelalak seolah ada yang menyentuh tengkuk leherku. Aku kaget, karena itu bukan tersibak angin, melainkan usapan manusia tapi tidak panas melainkan dingin. Kakiku yang menjinjit sekarang rata dengan tanah, jari-jariku masih tersangkut dipintu gerbang. Aku reflek melihat ke belakang dan dihadapanku berdiri sosok tinggi besar dengan badan penuh bulu berwarna hitam dan berbau.

Matanya besar berwarna merah dengan dua tanduk diatas kepalanya, giginya runcing bertaring dilengkapi dengan bibir yang besar dengan lidah yang menjulur panjang. Aku berdiri mematung, sambil melihat sosok tinggi besar yang menyeramkan itu. Monster besar itu mengeluarkan suara dengan aneh, Aku tidak berpikir panjang dan langsung berlari.

Namun bagaikan sihir, makhluk besar itu tiba-tiba saja sudah ada didepanku seolah menghalangiku keluar dari rumah kosong itu. Aku terdiam mematung dan ketakutan, aku sudah pernah melihat pocong atau kuntilanak dengan cekikikannya. Tapi kalo makhluk yang seperti ini baru pertama kalinya aku lihat. Apa ini yang orang sering panggil dengan sebutan genderuwo.

Aku mencari cara agar lolos dari hadangan makhluk berbulu hitam itu. Aku berlari secepat kilat menabrak makhluk hitam besar itu. Aku masuk ke dalam kost dengan cepat lalu mengunci pintu dan pergi ke atas kasur mengambil selimut dan memeluk guling mencoba menurunkan rasa ketakutanku, aku sangat takut sambil merasakan keringat dingin bercucuran didahiku.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba spontan aku teriak karena suara aneh itu terdengar dari arah jarak yang sangat dekat dengan telingaku. Mata langsung aku tutup tanpa berani aku buka, waktu itu selain suaranya aku juga merasakan bau amis yang menusuk hidungku. Bau yang sama seperti aku bertemu tadi dengan makhluk itu. Astaga, aku yakin kalo makhluk itu sudah berada didekatku.

loading...

Aku sudah tidak tahan, perlahan aku membuka mataku dan benar saja makhluk tadi ada didekatku bahkan jaraknya sangat dekat dan aku baru sadar kalo yang aku peluk itu bukan guling. Melainkan makhluk aneh yang sangat besar itu, makhluk itu malah menyeringai sambil mengeluarkan suara geramnya. Aku lompat dan kakiku menginjak karpet lalu aku terjatuh membentur meja kecil didalam kamarku.

Seketika pandanganku menjadi gelap dan buram, aku tidak tau apa yang terjadi selanjutnya dan hawa dingin membangunkanku. Aku mendengar suara burung berkicau, mataku terbuka perlahan sambil memegang kepalaku yang terasa sakit. Aku panik seketika, aku terbangun disebuah ruangan pengap dan kosong. Aku mencari tau dimana aku kini, lalu aku menyadari ketika aku melihat jendela dengan kaca pecah.

Aku bangkit dan mengintip ke jendela dari sela-sela kaca yang pecah. Lalu aku pun tau kalo aku berada didalam rumah peninggalan belanda yang kosong itu dan aku berusaha mencari pintu keluar tapi semua pintu terkunci dan aku sangat panik. Dalam kepanikan itu aku mencari sebongkah kayu dan memecahkan sebuah jendela. Akhirnya aku bisa keluar dari rumah peninggalan belanda itu. Kejadian itupun selalu menghantui didalam ingatanku.

Share This: