Rumah Pondok Indah

Rumah Pondok Indah yang berada di Jakarta Selatan ini kabarnya dihantui oleh seorang lelaki paruh baya dan seorang wanita yang kerap memakai jubah putih. Rumah yang satu ini memang terkesan kosong dan tidak ada penerangan yang diaktifkan dirumah ini, rumah tersebut letaknya persis dipinggir jalan, depan Pondok Indah Mall.

Rumah tersebut terletak diantara jalan dari arah Ciputat ke arah Pondok Indah Mall, sekitar 5 rumah setelah bunderan Pondok Indah disebelah kiri. Pemilik pertama sampai keempat rumah tersebut kabarnya meninggal disitu, salah satunya tenggelam di kolam renang. Menurut legenda yang beredar, pada tahun 1983 rumah pondok indah ini dulunya adalah milik sekeluarga warga negara asing. Kabarnya, sekeluarga tersebut beranggotakan 7 orang ini ditemukan tewas dirumah tersebut setelah terjadi perampokan disertai pembunuhan. Korban diantaranya masih anak-anak termasuk juga pembantunya.

Sejak itu, kejadian demi kejadian yang ganjil mulai sering terjadi disekitar rumah itu. Pemilik yang tak jelas juga kabar lain yang mengatakan rumah ini dimiliki oleh salah satu bank ini, hanya menambah misteri yang ada. Entah bagaimana, ternyata ada yang membeli atau menyewa rumah ini, kabarnya seorang warga negara asing yang lain. Tak sampai beberapa lama, penghuni baru ini melaporkan bahwa dia sering diganggu makhluk-makhluk halus ketika berada didalam rumah ini. Pengalaman itu membuatnya menjual kembali rumah ini. Sempat ada yang menyewa beberapa kali, tapi selalu tidak tinggal lama, para penghuninya mengatakan tak kuat berada disana.

Menurut cerita penduduk yang tinggal didaerah sana, beberapa paranormal sudah sempat didatangkan baik dari pulau Jawa maupun dari luar, tapi tetap tidak mampu mengusir makhluk-makhluk halus yang berdiam disana. Menurut seorang yang pernah menjadi satpam disana dan juga dengan bantuan seorang wartawan yang memiliki kemampuan gaib, 7 warga negara asing korban pembunuhan itu memang menghantui rumah ini tapi, sesungguhnya mereka tidak mengganggu warga.

Justru hantu-hantu yang dari luar dan menetap dirumah inilah yang kerap menggangu orang-orang yang lewat disekitarnya. Menurutnya lagi, hantu-hantu itu memang lebih ganas dan menakutkan daripada hantu warga negara asing itu, walau mereka pemilik awalnya. Pada tahun 2002, terjadi suatu kasus yang sangat menghebohkan warga sekitar.

Kasus itu adalah hilangnya seorang tukang penjual nasi goreng didepan rumah kosong ini. Kejadian ini menghebohkan karena di depan rumah tersebut masih tertinggal gerobak nasi gorengnya ketika itu. Konon katanya malam sebelum hilang, tukang nasi goreng itu hendak mengantar nasi goreng yang dipesan oleh seorang wanita dari dalam rumah tersebut. Namun, dia tak pernah keluar lagi sejak itu. Karena terkenal angkernya rumah ini, maka dibuat sebuah film dengan judul “Rumah Pondok Indah” pada tahun 2006 dan “Rumah Angker Pondok Indah” pada tahun 2013.

Ada sebuah kisah horor tentang rumah pondok indah ini, begini kisahnya. Kejadian ini terjadi ketika kami pindah ke rumah pondok indah tersebut sekitar tahun 2002, itu tepat dimana anak pertama kami lahir. Dari sinilah mulai muncul hantu yang mengganggu di rumah tersebut. Istri saya yang pertama merasakan ada keanehan di rumah tersebut sewaktu dia berada di kamar kami untuk menemani anak pertama kami tertidur. Saat anak kita tertidur, istri saya hendak keluar kamar untuk menjemur pakaian namun setelah balik ke kamar.

Dia melihat ada anak laki-laki umur 8-9 tahun yang bertubuh hitam legam sedang memandangi bayi kami di atas kasur. Istri saya cepat-cepat teriak karena tidak tahan dengan badan anak itu yang sangat ganjil. Beberapa bulan kemudian kami masih suka diganggu oleh makhluk halus di rumah itu. Kejadian berikutnya yaitu terjadi pada saya sendiri.

Anak kami waktu itu berumur 5 bulan dan suatu malam dia terbangun dan menangis, sebagai orang tua baru kami mulai hafal tangisannya kalau dia sedang lapar. Saya bangun dan menggendong anak saya dan kami pergi ke dapur. Anak saya yang tadinya mulai anteng karena saya ajak berceloteh dan saya gendong beberapa menit kemudian mulai menangis kembali.

Kali ini dia seperti ketakutan karena melihat sesuatu, saya yang tidak takut dengan hal-hal gaib membelokkan badan ke kiri, kanan, kebelakang untuk melihat sesuatu. Ternyata tidak apa-apa di dapur ini. Saya berusaha menenangkan anak saya sambil mengaduk-aduk bubur bayi yang tengah dibuat. Begitu kami keluar dari dapur, jantung saya seketika hampir copot karena melihat ada sosok baju putih dengan rambut sangat panjang sedang duduk di “atas meja makan” sambil mengayunkan kakinya.

Seketika saja anak saya menjerit ketakutan. Mulut saya juga dibarengi komat-kamit untuk membaca surat-surat pendek yang saya hafal. Sambil melihat wajahnya yang putih pucat, saya seperti terserang serangan jantung dan hampir tidak bisa menggerakkan kaki saya. Anak saya masih terus menangis memalingkan mukanya dari makhluk itu.

Tiba-tiba saja, entah kekuatan darimana, saya bisa menggerakan kaki saya dan berlari keluar rumah. Istri saya yang mendengar suara tangisan anak kami, langsung berlari dari arah tangga dan menuju ke luar rumah. saya menyerahkan anak saya ke istri saya sambil bertanya. “Kenapa pih?”.

loading...

“Kuntilanak!” istri saya yang juga ketakutan memeluk erat anak saya. Saya masuk kedalam rumah kembali dan menuju kedapur, ternyata sudah tidak ada sosok itu di meja makan. Setelah kejadian tersebut akhirnya kami sekeluarga pergi dari rumah pondok indah tersebut.

KCH

KCH

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

KCH has write 2,691 posts