Rumah Sakit Jiwa Gonjiam

Di sebuah kota kecil Gwangju, di tenggara Seoul, Korea Selatan, berdiri sebuah rumah sakit jiwa Gonjiam yang terbengkalai. Kini dengan kondisi kosong berdindingkan tembok penuh noda serta pintu-pintu rusak dan jendela-jendela yang pecah, lokasi ini merupakan salah satu tempat paling berhantu di Korea. Bangunan ini tampak seperti sudah lama ditinggalkan tapi nyatanya tempat itu dibiarkan demikian, baru pada akhir tahun 1990 an.

Walau berbagai alasan yang muncul atas tutupnya tempat ini, cerita paling terkenal adalah kisah para pasien dan perawat ditemukan meninggal secara misterius di ruangannya masing-masing atau di depan meja dalam kantor mereka. Keluarga pasien juga tidak memberi penjelasan yang cukup masuk akal bagaimana anggota keluarga mereka meninggal. Orang-orang mulai membicarakannya, dan segera rumor akhirnya berkembang.

Cerita tentang seorang dokter gila muncul di beberapa forum dan situs-situs di internet di Korea Selatan, yang menceritakan bahwa dia melakukan sebuah eksperimen tersembunyi. Walau begitu, tidak ada yang bisa membuktikan apakah dokter gila itulah yang sudah membunuh para pasien dan perawat demi eksperimennya.

Ada juga cerita lain bahwa rumah sakit tersebut sudah ditinggalkan oleh pemiliknya, dan karena membutuhkan biaya yang amat besar untuk menutupi biaya pemindahan para pasien dan perawat itu ke tempat lain, maka pemiliknya memilih untuk membunuh mereka semua. Orang-orang berdebat alasan apa yang tepat atas tutupnya tempat tersebut, tapi kebanyakan dari mereka sepakat bahwa rumah sakit jiwa itu menyimpan banyak kesedihan, dan tidak diragukan lagi banyak terjadi kekerasan atas manusia-manusia yang berada di dalamnya.

Rumah sakit jiwa, di manapun tempatnya, umumnya merupakan tempat yang tidak digubris, tidak cukup dana, dan tempat di mana orang-orang menderita. Sebuah tempat di mana orang-orang tidak cocok lagi dengan kehidupan sosial yang normal, sebuah tempat yang memang harus dilupakan. Orang-orang yang mengunjungi bangunan rumah sakit ini bisa melihat bagaimana tempat ini ditinggalkan dalam keadaan tergesa-gesa.

Tempat-tempat tidur, meja-meja, dan beberapa barang pasien masih berada dalam ruangannya. Ruang-ruang pengujian dokter masih menyimpan jas putih dokter yang berdebu, kursi-kursi uji yang rapuh, dan sebagian kertas kerja. Milik-milik pribadi pasien juga masih dapat ditemukan. Permainan, buku-buku, bingkai foto masih berada di tempatnya, bahkan di sebuah papan tulis, sebuah tulisan meminta semua orang untuk bergegas meninggalkan rumah sakit jiwa gonjiam tersebut.

Orang-orang yang tinggal di sekitar tempat ini beranggapan bukan hal yang mudah juga jika harus masuk ke dalamnya, apalagi mereka mungkin mengetahui apa yang terjadi di balik tembok rumah sakit ini. Beberapa orang yang hendak masuk juga mengatakan bahwa pintu-pintu dan jendelanya terlapisi dengan besi-besi palang sehingga cukup sulit untuk memasukinya. Dan jika pada akhirnya kau dapat memasukinya, kau akan menemukan sebuah tempat di mana cahaya matahari di siang hari tidak bersinar di tempat itu.

loading...

Ruangan-ruangan utama dan beberapa koridor terlihat temaram dengan kegelapan yang hampir menyelimuti ketika melintas di sana, cukup berharap agar tidak ada yang mengendap-endap dalam bayanganmu. Tempat ini merupakan salah satu tempat yang paling berhantu bukan tanpa alasan segala macam kejadian paranormal katanya juga terjadi di rumah sakit ini. Banyak orang akhirnya berteriak sejadi-jadinya ketika berada di dalamnya, berhamburan keluar jendela, merasa sakit di beberapa bagian kulit mereka, dan terluka tercakar-cakar dan berdarah.

Entah apakah itu karena kuku-kuku tajam yang tak kasat mata dari hantu para pasien, atau pecahan-pecahan kaca yang mereka lewati ketika berada di ruangan dan koridornya. Bayangan-bayangan, suara-suara, jeritan dan rintihan juga sering terdengar seperti masa-masa para pasien dan perawat mengisi hari-harinya di Rumah Sakit Jiwa Gonjiam.

Share This: