Rumah Spiritual

Namaku Aji, aku ingin menceritakan pengalaman pribadiku malam ini. Aku pindah ke Bandung sudah cukup lama, dan sudah lama juga aku tinggal dirumah itu. Rumah yang nyaman untuk aku dan keluargaku dan juga buat penghuni yang lain. Aku sekeluarga berasal dari bali, saat itu setiba dibandung. Orang tuaku mencari rumah yang akan dijual, yang nantinya kami akan tinggali sekeluarga. Setelah mencari-cari akhirnya kami mendapatkan rumah tersebut.

loading...

Yaitu sebuah rumah yang awalnya sekilas dilihat agak kurang terawat, dengan pohon jambu yang besar dan suasana yang cukup aneh. Namun, karena harganya cocok tidak lama kemudian rumah itu jadi dibeli oleh orang tuaku dan rumah itu pun direnovasi. Selama masa renovasi, banyak kejadian aneh yang pernah terjadi dirumah ini awalnya dimulai ketika malam hari ketika mereka sedang tertidur.

Katanya ada yang ditampar oleh makhluk halus yang para tukang itu bilang sosoknya itu kuntilanak. Namun ayahku acuh mendengarnya, sekitar 2 bulan rumah itu selesai di renovasi. Kami pun tinggal di tempat rumah baru itu. Rumah kami berlantai 2, lantai 2 nya dijadikan kost oleh ayahku tapi hari itu belum ada yang menempati mungkin karena baru 3 hari kami tinggal disana.

Malam itu aku masih terjaga, aku melihat jam menunjukan 11 malam lebih. Aku duduk diruang tengah sambil menonton tv, saat itu kebetulan sedang pertandingan sepak bola. Aku memasang volume tv agak besar, begitu kulihat team yang main adalah team favoritku. Aku berteriak ketika team favoritku memasukan gol pada menit ke 35 pertandingan sepak bola dan tiba-tiba aku langsung terdiam. Aku langsung kecilkan volume televisi, terdengar suara seorang laki-laki. Aku melihat kanan dan kiri, namun tidak ada siapa-siapa.

Dan ketika aku periksa, kakak dan orangtuaku terlelap dikamarnya lalu terdengar seperti ada seseorang yang sedang menyapu. Suara itu terdengar dari lantai 2 rumahku, terdengar juga suara langkah kaki seperti ada yang berjalan-jalan di lantai 2 rumahku ini. Bulu kuduk tiba-tiba saja merinding kala itu, aku langsung mematikan tv dan masuk kekamar untuk tidur.

Malam itu tidurku cukup lelap hingga tidak sadar jam sudah menunjukan 10 siang. Ketika aku bangun suasana rumah sudah sepi, mungkin orangtuaku sudah pada keluar. Aku pun kedapur untuk mengambil air putih dan dari dapur ada pintu yang menuju ke halaman belakang. Disanalah ada tempat jemuran, ibuku nampaknya sudah mencuci tadi pagi.

Terlihat banyak pakaian yang dijemur disana, aku pun kembali masuk ke ruang tengah untuk menonton tv. Dan tidak lama, aku segera memeriksa ke dapur dan aku lihat gelas yang tadi aku pakai minum kini sudah berantakan dilantai. Aneh, padahal aku menaruhnya di atas meja yang dimana posisinya pun tidak akan mungkin untuk jatuh ke lantai.

Aku membungkuk untuk membereskannya dan entah dari mana tapi di sisi lain lantai ini aku melihat ada jejak kaki. Dan jejak kaki itu sangat kotor seperti habis menginjak lumpur dan jejak kaki itu berasal dari pintu belakang. Aku segera mengambil pel dan segera membereskan pecahan gelas dan jejak kaki itu hingga hari pun berlalu.

Hingga malam aku sempat menceritakan kejadian-kejadian yang aku alami, namun ayahku menanggapinya biasa saja. Jam rumahku menunjukan jam 12 malam, aku masih belum bisa tidur. Aku keluar dari kamar menuju kamar mandi untuk buang air kecil. Saat aku berada dikamar mandi, aku dikagetkan oleh suara langkah kaki berlari dari lantai 2.

Aku coba melihat keluar dari kamar mandi, keadaan lantai 2 sangat gelap. Aku takutnya itu maling namun tiba-tiba terdengar sebuah suara tertawa wanita. “Siapa yach?” tanyaku hanya dijawab dengan sebuah tawa kecil. Suara itu terdengar dari lantai 2 rumahku, aku kembali masuk ke kamar mandi untuk menyiram dan ketika itu tiba-tiba saja entah kenapa perasaanku mulai tidak enak. Dan bulu kuduk mulai berdiri, aku merasakan merinding yang sangat hebat. Ketika aku lihat ke jendela kecil di atas kamar mandiku.

Ada sesosok wajah seorang wanita, yang sedang menguntit melotot ke arahku. Aku langsung berlari menuju kamar dan ketika aku baru saja akan masuk kamarku. Sesosok wanita memakai baju merah dengan rambut panjang berdiri melayang diatas tempat tidurku. Tangannya terlihat membentang dan kulit yang sangat keriput serta kuku jari yang panjang. Wanita itu menggerakan jari, wajahnya hancur dan hanya bola matanya saja yang sangat jelas menatap ke arahku.

Aku langsung berlari menuju kamar orangtuaku dan membangunkan mereka, disana aku mulai tenang. Waktu pun berlalu, aku makin terbiasa dengan keadaan rumah ini. Hanya sekali itu saja aku melihat wanita berbaju merah dan sampai saat ini aku masih tinggal di rumah ini. Kamar kost ini mulai banyak ditinggali, namun sayangnya tidak ada yang bertahan lama. Ada yang bilang melihat kuntilanak lalu ada yang bilang melihat penampakan kakek-kakek bahkan ada yang melihat hantu anak kecil yang sering bermain kelereng dilantai 2 rumahku ini.

Tidak saja keluargaku, ternyata warga sekitar yang lewat pun sering diganggu. Bahkan mereka sempat bertanya, kenapa keluarga kami masih betah. Setelah bertanya ini itu, ternyata aku tau sejarah rumahku itu. Konon rumahku pernah dijadikan tempat spiritual dan juga pernah ada yang meninggal karena overdosis yang katanya seorang wanita belanda. Yang sering disebut-sebut sebagai kuntilanak penghuni rumah ini, sosok tersebut sering terlihat duduk didepan rumah dengan kaki yang diayun-ayunkan sampai sekarang.

KCH

KCH

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

KCH has write 2,694 posts