Rumah Tua di Ujung Komplek

Seminggu yang lalu saya pindah ke daerah taman kedoya permai daerah Kebon Jeruk, kebetulan di depan rumah terdapat rumah yang sudah tak berpenghuni, keadaan rumah itu seperti hutan karna banyak ilalang dan pohon pohon kecil tumbuh di dalamnya. Jam menunjukkan angka 7 malam. Aku, ibu dan adikku yang masih kecil sedang menunggu ayah pulang kerja di depan rumah.

Ketika kami bertiga duduk di kursi dekat gerbang rumah tua itu. Sambil melihat-lihat rumah kosong, ibu bercerita “Dulu, rumah ini didiami keluarga dengan satu putri tunggal yang sangat cantik. Usianya sekitar 17 tahun. Hingga pada suatu hari kedua orang tuanya bertengkar dengan hebat, tidak tau penyebabnya apa, karena mereka merasa sudah nggak ada jalan keluar untuk masalah ini kecuali perceraian.

Akhirnya sang ayah memutuskan untuk pergi meninggalkan istri dan anaknya, karena hak asuh anaknya jatuh ke ibunya. Namun sang ibu yang harus bekerja dari pagi sampai malam guna untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, mulai mengabaikan sang anak, merasa tak di perhatikan lagi sang anak pun mulai depresi. Ia pikir dengan mengakhiri hidupnya ia akan merasa lebih tenang dan nggak akan di kecewakan.

loading...

Ketika pukul 6 sore (waktu adzan magrib) sang anak mengikat tali tambang di langit-langit atas kamar dan mematikan lampu kamarnya. Lalu mulai mengaitkan kepalanya ke tali tambang itu. Ketika sang ibu pulang dan mengetahui anaknya telah meninggal dunia, sontak menjerit sambil menangis histeris meminta bantuan tetangga. Karna tak ingin larut dalam kesedihan. Ibu itu pindah keluar kota dan memilih mengosongkan rumah itu, kejadian-kejadian aneh mulai warga rasakan ketika malam hari melewati depan rumah, ada yang yang melihat sesosok remaja berambut pendek di depan jendela, suara piano yang terdengar di malam hari”.

Mendengar cerita ibu aku pun tertantang untuk melihat hantu itu, aku pun langsung memutar musik pemanggil arwah. Maklum dulu aku sering mengundang arwah bersama teman-temanku. Ketika lagu sudah setengah mainan terasa angin mulai kencang dan aku melihat sesosok wajah berada di balik jendela lantai atas. Aku pun berteriak sambil lari ingin membuka gerbang dan masuk kedalam rumah, ibu juga lari ketakutan sambil menyalahkanku karena telah memanggil arwah gadis itu. Tak lama kemudian ayah pulang dan semua mulai terasa seperti biasa kembali.

KCH

ika nuryani

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

ika nuryani has write 2,704 posts

Please vote Rumah Tua di Ujung Komplek
Rumah Tua di Ujung Komplek
Rate this post