Saat Gerimis

Oke gak usah pakai basa-basi langsung masuk pokok cerita saja ya. Kejadian terjadi di Palembang dan dialami oleh pamanku sendiri. Cerita ini kembali di ungkit saat ada acara dan keluarga besar kami berkumpul. Cerita ini terjadi pada tahun 80’an dimana aku pun belum lahir.

loading...

Dulu didaerah kami itu bekas markas besar tentara jepang bahkan jalan tersebut diberi nama jalan jepang dan disitu ada satu sumur yang sangat besar. Namun bukanlah untuk penampungan air melainkan sebuah jalan karena terdapat sebelas lorong/goa yang menuju kesuatu tempat yang berbeda. Tidak sedikit orang yang menganggap tempat itu angker.

Saat itu memang belum banyak orang yang memiliki kendaraan dan bahkan angkutan umum masih sangat sedikit. Pamanku bekerja disuatu gudang ikan terbesar di Palembang pada saat itu. Dia pulang jam 1 malam dan angkutan umum hanya mengantar setengah jalan, karena mereka tidak memasuki rute tersebut. Begitu sampai dijalan tersebut jam sudah menunjukkan pukul 01.30 pagi.

Dengan cuaca gerimis sehabis hujan pamanku berjalan seorang diri tanpa alat penerang. Dia hanya membawa ikan yang dijinjing dengan kedua tangannya. Dari kejauhan dia melihat ada orang membawa lampu strongkeng yang dipikul kebelakang dengan baju hitam robek-robek dan menggunakan topi seperti petani. Pamanku langsung menghampirinya tapi orang itu membelakangi pamanku.

Lalu pamanku bertanya “kek, mau kemana malam-malam hujan begini?”. Tapi orang itu hanya diam dan perlahan berbalik arah. Alangkah kagetnya pamanku ternyata itu bukanlah manusia. Melainkan hantu dengan muka rata/tanpa wajah. Seketika itu juga pamanku pingsan dan saat sadar dia sudah berada diatas kasur dengan tetap menjinjing ikan.

Lalu nenekku bertanya “kapan kamu pulang, kok kami semua gak tahu dan kenapa ikannya dibawa tidur?”. Semua bingung dengan kejadian itu dan pamanku langsung menceritakan apa yang sudah menimpanya. Sekian, maaf kalau gak seram, yang mau temanan.
pin: D51B05F4
wa: 087795551511

loading...