Saat Jaga Malam Part 2

Cerita sebelumnya saat jaga malam. Baiklah akan saya lanjutkan cerita saya. Setelah saya dihempaskan beberapa meter saya terjatuh kedahan pohon. Hingga membentur tanah, sehingga saya menjadi pusing berat. Ketika saya bangkit kembali. Saya melihat ada rumah yang sedang kebakaran. Karena saya panik, takut ada warga yang terjebak saya bergegas kesana dan ingin membantu.

loading...

Namun saya lupa bahwa saya masih dihutan terkutuk. Hingga sampai didepan rumah tersebut. Saya melihat api tersebut, seperti api yang berwarna-warni namun mengerikan. Dan tepat didepan rumahnya saya melihat ada bapak-bapak berdiri disana. Lalu saya hampiri. Bapak itu memiliki ekspresi datar. Tidak pucat dan seperti normal. Lalu saya kira ini pasti komandan?! Ternyata bukan?! Lalu dia cerita kepadaku.

BM: nak tolong saya nak. Tolong anak saya.
Wolfman: ada apa pak? Apa yang bisa saya bantu?
BM: tolong cari anak perempuan saya. Dia menangis sendirian didalam hutan. Dan bila monster melukaimu. Minumlah ditelaga.

Lalu dia menghilang bersamaan dengan api yang melahap rumahnya. Kemudian saya mendengar suara tangisan perempuan, dan bersamaan dengan semak-semak yang lari kearah kanan saya. Karena bingung harus mencari dimana saya ikuti saja makhluk itu. Meskipun saya tahu pasti saya akan diseret atau dihempaskan lagi.

Hingga saya lihat makhluk tersebut hilang dengan cahaya yang sama. Kaget bukan kepalang datanglah sosok menakutkan. Bukan kuntilanak atau wewe gombel. Melainkan seorang perempuan cantik dengan baju biasa. Tapi beda, dia berlumuran darah dan seperti terluka parah. Tetapi saya takut dan merasa panik akan terjadi apa-apa dengan saya. Hingga perempuan tersebut tepat berada didepan wajah saya. Dan dia mengangkat tangan layaknya ditodong senjata dan kemudian hilang.

Baunya busuk, amis darah segar. Hingga membuat saya pusing dan ingin muntah. Tiba-tiba! “Dengar! Saya lah perempuan yang sedang kamu cari. Kau telah dikutuk dengan penyakit yang sangat langka, yang tidak ada seorang pun yang dapat menyembuhkanmu. Dan akhirnya kamu akan mati secara perlahan!”. Kata suara perempuan yang saya yakini itu perempuan yang tadi.

“Tapi kamu masih mempunyai kesempatan. Pergilah kearah selatan. Carikan tubuh saya. Nanti akan saya bukakan jalan untukmu. Bila kamu bingung ikutilah bintang yang ada dilangit. Mereka akan menunjukan jalan padamu”. Tanpa pikir panjang saya langsung mengecek kompas saya dan segera menuju arah selatan. Saya lari sekuat tenaga. Tapi tiba-tiba saya merasakan sakit luar biasa dibagian perut, dibawah pusar.

Dan saya muntah darah. Saya takut dan panik. Apakah benar ini adalah kutukan? Saya terus berlari dan tidak menghiraukannya. Hingga saya tiba diujung hutan dan saya melihat jalan, namun ditutupi pohon yang sangat lebat. Tiba-tiba saja pohon tersebut meledak namun tidak ada suara. Dan saya melihat jalannya. Saya terus berjalan memasuki bagian hutan lagi.

Hingga saya tiba diujung yang kayaknya seperti dermaga kecil. Dan saya lihat dikanan saya ada jalan kecil namun sebelumnya saya harus melewati reruntuhan kastil kuno. Hingga tiba-tiba ada cahaya biru yang membuat semacam daerah kotak. Mungkin semacam peta kali ya. Tapi ternyata, senjata kesayangan saya muncul kayak sulap. “Inikan yang kamu cari-cari selama ini. Ambilah! Kau membutuhkannya”.

Saya ambil senjata saya, namun hanya tersisa 10 butir peluru. “Apa-apaan ini cuman 10 peluru?” padahal sebelum saya ganti jaga dengan collins, pelurunya penuh. Lalu saya dengan hati-hati berjalan mengikuti bintang jatuh. Masuk lagi kedalam hutan. Dan saya lihat ada rumah yang sepertinya itu rumah milik manusia karena masih bagus.

Tanpa pikir panjang, saya langsung memasuki rumah tersebut dan diruang tengah, saya menemukan gundukan tanah seperti kuburan. Dengan menggunakan senapan yang saya pegang, saya menggali. Betul saja! Saya menemukan jasad perempuan yang saya temui didalam hutan sebelumnya. Lanjut di saat jaga malam part 3.

loading...