Saat Jaga Malam Part 3

Cerita sebelumnya saat jaga malam part 2. “Terima kasih kau sudah menemukan jasadku. Sejujurnya saya adalah korban pemerk*saan dan saya disiksa hingga mati. Dan yang membunuh saya adalah 3 orang penebang hutan. Lalu jasadku dikubur disini. Sekarang aku percaya kau akan menceritakan yang sebenarnya. Selamat tinggal”. Mendengarnya saya merasa ingin menangis dan merasa sangat marah. Saya harus segera pergi dari sini dan melaporkan kepada markas.

Belum saja saya berdiri. Tiba-tiba ada seseorang yang menyahut. “Siapa disana”. Lalu aku perlahan mengintip lewat jendela. Dan benar ada 3 orang seperti penebang hutan sambil membawa senapan angin. Lalu 2 orang temannya mengendap-endap kearah belakang rumah. Dengan cepat saya langsung menembak 1 orang yang menyahut tadi dengan berharap melumpuhkannya.

Namun ternyata meleset. Dan mereka kabur kedalam hutan. Dengan sigap saya mengejar mereka. Lalu mereka menembak kearah saya. Dan saya melepaskan tembakan balasan hingga mengenai dada 1 orang. Tersisa 2 lagi. 1 lagi menunggu saya direruntuhan kastil. Dan hampir mengenai kepala saya. Untung saya menggunakan helm jadi tidak tembus. Lalu saya tembak namun naas. Tembakan saya kali ini mengenai kepalanya langsung.

loading...

Tersisa 1 lagi dan dia berlari menuju pelabuhan kecil. Dan menyergap saya dan ingin merebut senapan saya. Dengan gerakan cepat yang saya pelajari diangkatan. Saya mengambil bayonet disaku saya dan seketika dia ingin menembak saya langsung tancapkan pisau kelehernya hingga tewas. Karena saya panik saya segera mengambil senapan saya dan langsung berlari.

Saat akan kembali jalan hutan yang terbuka ternyata sudah tertutup kembali. Saya bingung karena tidak ada jalan lain. Hingga saya kembali kedermaga dan ternyata ada perahu milik penebang hutan tersebut. Tanpa pikir panjang saya langsung menaikinya dan mengecek arah kompas dan pergi kearah barat sambil mengikuti bibir sungai. Hingga tak terasa karena kelelahan saya tertidur.

Sialnya saya teridur dengan posisi perahu yang sambil berjalan dan baru lah saya terbangun ketika menghantam sesuatu. Ternyata bensinnya habis. Terpaksa saya melanjutkan berjalan kaki. Saya bingung ini ada dimana? Saya ikuti jalan yang ada dan ajaibnya saya ada dijalan yang ditutupi pohon-pohon tadi. Namun saya melewati satu hal. Yaitu disamping kirinya jalan tadi ada sebuah telaga, saya teringat kata bapak tersebut. “Bila terluka minum lah air yang ada ditelaga”. Setelah saya minum saya merasakan agak baikan.

Saya melihat arloji merek palang merah international. Dan kaget bahwa jam menunjukan 4 pagi. Karena jauh dari pemukiman saya tidak mendengar adzan subuh. Saya berlari kearah utara mengikuti setiap tempat yang saya lalui sebelumnya. Hingga saya melihat ada api unggun menyala. Dengan penuh hati-hati saya mengacungkan senapan M-16 dengan sisa pelurunya 3. Ketika hampir dekat. Saya melihat ada 4 orang yang nampaknya tidak asing dengan pakaiannya. Sangat lega saya ternyata itu adalah pasukan khusus kami.

Aku berpikir “mungkin mereka mengirimkan pasukan khusus untuk mencariku?” ketika sampai. Mereka melihatku dengan menggunakan NVG (Night Vision Google). Dan salah satunya bilang “hai. Apa kabarmu. Malam yang dingin ya”. Namun perasaan yang lega berubah menjadi ketakutan yang amat sangat karena. 4 pasukan khusus tadi. Menghilang seketika. Saya langsung panik dan saya lari lagi kearah saya masuk tadi meski saya lupa saya melihat kompas dan menuju keutara. Karena saya tidak bawa peta.

Hingga saya sampai ditempat pos jaga saat bertukar shift dengan collins. Disitu lah saya mulai melasa lega. Tapi saya tidak berhenti berlari. Hingga betul-betul keluar dari hutan tersebut dan melihat ada collins yang tampak kaget melihat saya keluar hutan dengan wajah yang tidak karuan.

“Ada apa **** (manggil nama saya). Apa yang terjadi. Kau tidak apa-apa”. Kata collins
“Tidak collins aku merasa demam yang parah”.
“Ya sudah! Ayo aku antar kau ke markas”.

Dengan cepat collins mengambil kunci motor. Dan kami segera pergi menuju markas. Di jalan aku menceritakan semuanya dan nampaknya collins sungguh tidak percaya dan kaget mendengar ceritaku. Bersambung di saat jaga malam part 4.

KCH

Wolfman

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Wolfman has write 2,704 posts

Please vote Saat Jaga Malam Part 3
Saat Jaga Malam Part 3
Rate this post