Sakaratul Maut Seorang Pawang

Assalamualaikum reader setia KCH. Kali ini dwi akan menulis kisah nyata berjudul sakaratul maut seorang pawang, langsung dari narasumber ustad sidik, yang sudah dwi janjikan kemarin. Cerita ini terjadi saat beliau diminta oleh salah satu keluarga, dari warga yang nama dan tempat desanya telah dwi sembunyikan.

Saudara dari keluarga itu meminta ustad untuk datang kerumahnya, yang konon katanya ayahnya sedang sekarat. Sudah beberapa bulan mengalami sakit yang tak kunjung sembuh. Sudah beberapa obat dan pengobatan medis pun tak ada yang mempan. Dan mungkin memang sudah saatnya ayah pergi karena penyakitnya bertambah parah dan menyiksanya hingga sekarat.

Tapi menjelang ajalnya sepertinya rohnya tidak mau meninggalkan jasadnya hingga beberapa hari. Bahkan saudara dan tetangga sudah datang untuk membacakan surat yasin pun tidak bisa mengantarkannya dengan tenang. Akhirnya pak ustad sidik merasa kasihan, sehingga mau membantu proses sakaratul mautnya. Setelah diselidiki, ternyata sang ayah dari keluarga ini dulu adalah seorang pawang jarkep (jaran kepang).

Tahu kan pembaca apa itu jarkep? Sebuah kesenian yang mengundang beberapa jenis setan untuk menari (suku jawa pasti tahulah). Nah lanjut, menjadi seorang pawang setan/jarkep itu tidaklah mudah, selain mempunyai ilmu sakti dan ada juga beberapa susuk (entah susuk apa). Pada saat itu ustad melihatnya sangat prihatin. Karena melihat kondisinya yang sudah tidak mampu menahan sakit, ia pun segera membaca doa dan mengambil satu persatu susuk yang berada di tubuh ayah itu.

Setelah selesai, ustad meminta orang-orang yang berada di situ membaca surat sayin kembali. Dan memandu membacakan takbir pada telinga ayah itu. Setelah beberapa menit kemudian tiba-tiba anak/saudara ayah tersebut beserta ustad mundur dari pembaringan ayah yang sekarat itu. Dan, apa yang terjadi? Jasad ayah itu ketika di cabut nyawanya oleh malaikat maut.

Jasad itu terbang/melayang atau terpental ke atas kasur berjarak 3 meter. Sontak semua mata yang berada di situ terbelalak menjadi saksi, betapa sakit dan pedihnya sakaratul maut dan dicabut nyawanya. Para pembaca yang budiman, ini adalah pelajaran untuk kita supaya selalu ingat pada Allah.

loading...

Jangan memakai barang-barang yang di laknat oleh Allah, apapun itu jenisnya. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah dan jika waktunya kembali nanti semoga kembali dengan cara khusnul khatimah. Amin. Sekian, dan wassalamualaikum.

loading...
Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 116 posts