Salah Menyapa

Selamat malam sobat KCH. Ini kisah nyata yang pernah aku alami sekitar 3 tahun yang lalu. Sebelumnya perkenalkan namaku rezky. Aku asli pekalongan jawa tengah dan waktu itu tepatnya pas malam minggu. Ya sebagai anak muda waktunya anak muda buat ngapel (bagi yang punya cewek), rumahku dan rumah cewekku jaraknya lumayan jauh, beda kecamatan. Dan rumahnya pun sepi pemukiman, jalan yang aku lewatipun terbilang seram dan sepi lalu lalang kendaraan.

Dan sampailah aku dirumah cewekku. Kita berdua jalan-jalan ke alun-alun kota Pekalongan. Awal perjalanan kita berangkat wajar-wajar saja di jalan. Sesampainya di alun-alun sambil makan ya kita romantis-romantisan seperti orang pacaran pada umumnya. Dan waktu sudah menunjukan jam 21.30 dan waktunya aku nganter cewekku pulang. Soalnya jarak alun-alun dengan rumah cewekku cukup jauh. Dan waktu itu jalanan menuju kampung cewekku sepi banget.

Dan cewekku pun takut sampai meluk aku kencang banget. Pas sampai di tikungan jembatan seketika di depan, aku ngelihat putih-putih, kurang jelas karena masih jauh, dan aku bilang ke cewekku “yank, itu di depan apa ya?” cewekku pun nengok dari belakang dan sampai jerit-jerit, “itu pocong yank, cepetan kebut”. Akupun belum terlalu jelas ngelihatnya karena jalanku santai.

Mataku pun fokus dengan itu dan ” astaghfirullah pocong” dan tanganku reflek tarik gas secepat mungkin. Pacarkupun nangis ketakutan. Dan sampailah di rumah cewekku. Aku pamitan langsung pulang karena sudah malam. Dan aku ngambil jalan mutar. Walaupun lumayan jauh yang penting lumayan ramai, sudah separuh perjalan hampir sampai kampungku.

Lewat sawah dan turun gerimis. Pas di turunan di tengah sawah samping bekas bangunan rumah yang sudah jadi kebun ada yang berdiri tapi tidak terlalu jelas. Aku panggil-panggil “pak. Gerimis. Pulang aja lanjutin besok”. (soalnya aku kira orang lagi ngalirin air sawah. Dan setelah dekat astaghfirullah, itu pocong yang tadi. Dan bukannya aku malah ngebut. Badanku terasa panas dan rasanya ingin menantang pocong itu.

Seketika aku berhenti dan aku malah nyamperin pocong itu dan setelah itu aku gak sadarkan diri. Bangun-bangun aku sudah di pos ronda kampung sebelah. Katanya aku tadi kesurupan dan teriak-teriak pas di kebun samping sawah. Katanya jangan sekali-kali berani ngikutin anak ini. Aku sadar karena bantuan ustadz kampung sebelah. Dan akhirnya aku di antar pulang sampai rumahku. Sekian cerita nyataku. Maaf kalo tulisanku kurang bagus. Buat yang mau kenal aku ini nama fb ku Juan Rezky.

loading...

Share This: