Santi, Santi dan Santi Part 2

Cerita sebelumnya santi, santi dan santi. Hai pembaca KCH, mau sambung kembali cerita yang kemarin, lanjut ke Santi ketiga aku kenal saat baru masuk kuliah. Santi yang ketiga ini bukan teman kuliah tetapi teman kost. Santi tinggal dikost putri dan aku dikost putra. Dia kuliah diploma satu pariwisata disalah satu universitas swasta dan aku kuliah di universitas negeri.

Karena tempat kost kami berdekatan aku, santi dan teman-teman sering ngumpul bareng didepan kost sambil ngobrol bermacam topik. Bahkan aku pernah bercerita kepadanya bahwa dulu sewaktu SMP dan SMA punya teman bernama Santi dan keduanya meninggal dunia secara tragis dengan cara yang sama. Dia menanggapinya dengan tertawa dan menganggap itu hal kebetulan saja.

Tak terasa kami sudah kost dua tahun lamanya dan santi sudah menyelesaikan study diplomanya dan sekarang dia bekerja disalah satu hotel ditempat pariwisata terkemuka didaerahku. Sampai pada suatu malam saat tiba-tiba ada temannya yang datang ke kost menemui bapak kost mengabarkan Santi mengalami kecelakaan sepulang dari tempat kerja karena terjatuh dari motor saat dibonceng temannya dan kepalanya membentur pembatas jalan.

Kerasnya benturan membuat dia tidak sadarkan diri. Sayangnya saat itu aku tidak berada dikost karena saat itu aku pulang kampung karena kuliah libur. Aku baru mengetahuinya seminggu kemudian setelah kembali ke kost dan ternyata dia meninggal tiga hari yang lalu dan telah dimakamkan.

Aku seolah tersadar kembali kisah dengan orang yang bernama Santi, mereka meninggal dalam selang 3 tahun semenjak santi yang pertama meninggal, dengan cara yang sama, dengan penyebab yang sama dengan waktu perawatan yang sama yaitu 3 hari. Semula aku tidak menghubungkan ini dengan diriku tetapi meninggalnya Santi yang terakhir seolah memberi jawaban. Karena sepengetahuanku tidak ada teman semasa dari SMP yang mengenal ketiga Santi ini selain aku.

Hari ini setelah bertahun-tahun lamanya aku telah mulai melupakan kejadian itu dan melupakan nama itu, sampai aku tersadar ketika aku tiba-tiba ingat kejadian itu dan mengingat ada seorang wanita bernama Santi yang aku kenal adalah teman baik istriku semenjak sekolah.

Untungnya sampai sekarang aku belum sempat berkenalan dengannya, walaupun pernah bertatap muka dan aku pun berkata kepadanya untuk jangan sekali-kali perkenalkan aku dengan temanmu itu dan ketika dia bertanya alasannya aku pun akhirnya menceritakan kembali tentang santi-santi yang pernah aku kenal. Semoga tidak terulang lagi. Sekian.

loading...
loading...