Santi, Santi dan Santi

Hai pembaca KCH, Santi adalah nama yang membuatku trauma mendengarnya. Nama yang akan selalu aku ingat dan akan selalu berusaha untuk aku hindari. Nama ini seolah menimbulkan tragedi bagai pemakainya saat aku mengenalnya. Apakah ini kebetulan ataukah ada misteri dibaliknya yang tidak aku ketahui. Entahlah.

Santi yang pertama aku kenal saat baru masuk SMP. Aku lupa nama lengkapnya, tapi dia dipanggil Santi. Dia anaknya supel dan baik. Dia tidak memilih teman yang diajaknya bermain atau sekedar ngobrol-ngobrol ringan. Walaupun kami berbeda kelas tapi kami cukup akrab. Waktu berjalan akhirnya kami sudah kelas dua. Saat itu sudah waktunya ujian kenaikan kelas jadi kami mulai jarang main karena masih sibuk dengan urusan masing-masing yang tentu saja belajar.

loading...

Sewaktu ujian kenaikan kelas telah berjalan tiga hari, saat itu ada informasi yang diumumkan oleh pihak sekolah bahwa telah terjadi kecelakaan yang menimpa salah seorang teman kami yaitu santi, kami diminta mendoakan untuk kesembuhannya karena sedang dirawat dirumah sakit. Kecelakaan itu terjadi sewaktu Santi diantar bapaknya ke sekolah, katanya dia terjatuh dengan kepala belakang membentur aspal sehingga dia tidak sadarkan diri.

Tiga hari kemudian kami mendengar kabar duka bahwa santi telah meninggal dunia. Tentunya kami sebagai teman-temannya sangat kehilangan sosok Santi. Santi yang kedua aku kenal saat masuk SMA. Sama seperti waktu SMP aku dan santi berbeda kelas tapi kami cukup akrab karena kami sering bertemu diangkutan umum yang kami naiki baik berangkat maupun pulang sekolah. Sama seperti santi yang dulu aku kenal, dia orangnya baik dan murah senyum sehingga banyak mempunyai teman.

Tetapi tragedi kembali terjadi saat kami kelas dua, dia meninggal dunia tiga hari setelah dirawat dirumah sakit karena kecelakaan yang menimpanya, kejadiannya mirip seperti santi yang pertama, dia terjatuh dari motor saat diantar oleh pacarnya sewaktu berangkat sekolah.

Menurut informasi sebenarnya dia mau menggunakan angkutan umum seperti biasa tetapi karena takut terlambat akhirnya dia meminta pacarnya mengantarnya karena saat itu sedang ujian kenaikan kelas hari ketiga. Dia tidak sadarkan diri dan mengalami gegar otak karena kepalanya membentur aspal dan saat itu dia tidak menggunakan helm.

Waktu itu aku sempat merasa aneh kenapa kejadiannya bisa sama persis seperti santi temanku sewaktu masih di SMP, tetapi rasa aneh itu aku tepis karena banyak juga temanku yang sama-sama sewaktu SMP juga sekolah SMA yang sama. Bersambung ke santi, santi dan santi part 2. Ditunggu ya.

Yandi Lalu

yandi

Facebook – Yandi Lalu »

Instagram – @yandilalu

All post by:

yandi has write 87 posts

Please vote Santi, Santi dan Santi
Santi, Santi dan Santi
Rate this post