Saudaraku Kesurupan

Assalamualaikum, wr, wb. Aku Salma umur 11 tahun, tinggal di Bandung. Ini pengalaman saudara perempuanku, namanya Zifa. kejadiannya tahun 2017 bulan maret (bulan ulang tahunku). Baik, silahkan membaca. Sepulang sekolah, aku, adik-adikku (Fitriani dan Zahra), dan kakak-kakakku (kak Anita, Taufiq, Shani) di beritahu oleh mama bahwa mama ada urusan dengan tante Nadia dan akan menginap di rumah tante, aku dan adik dan kakak ijin ikut tapi mama mengijinkannya (jadi tambah jauh kalau aku, adik, dan kakak mau sekolah. Tapi kita berangkatnya naik mobil mama).

Singkat cerita, saat sampai, kita (aku, adik, dan kakak) langsung main dengan saudara-saudari disana (maklum di rumah tante banyak saudara seperti kakek, nenek, sepupu, keponakan, paman, om, bibi dan tante). Pagi hari, kita siap-siap berangkat sekolah. Singkat cerita, sepulangnya di jam 12. Bibi (Mamanya Zifa) agak khawatir karena Zifa belum pulang. Biasanya kalau Zifa mau main, suka bilang dulu ke Bibi, tapi berbeda dengan sekarang.

Bibi pun mencari-cari ke sekolah dan menanya-nanyakannya pada orang-orang di sana. Tapi tidak ada satu pun yang tahu. Bibi ke rumah teman-temannya Zifa juga sama sekali tidak ada. Akhirnya bibi pulang lagi ke rumah, mungkin Zifa lagi main buru-buru hingga gak sempat bilang.

Maghrib tiba, adzan berkumandang, kita dan yang lainnya ambil air wudhu dan shalat berjamaah di rumah. Setelah itu semuanya pergi lagi mencari-cari Zifa, tapi ternyata hasilnya tidak ada, Bibi sekarang sangat khawatir, apa mungkin di culik? Tapi kalau di culik kan Zifa juga latihan karate, jadi kalau ada penculik tinggal di hajar saja. Karena Zifa tidak muncul juga, semuanya pulang lagi ke rumah.

Di rumah, kakek pergi menuju tempat penyimpanan motor (di tempat penyimpanan motor itu gelap sekali tidak ada lampu satu pun). Pas kakek membuka pintu, kakek sontak kaget bukan kepalang, kakek lalu teriak-teriak memanggil kita semua kita (aku dan saudara saudara). Kita semua bertanya-tanya kenapa dengan kakek, katanya kakek melihat Zifa yang habis menangis, kita semua berpikir, mungkin dia kesurupan setan, kita bertanya lagi “sekarang Zifanya dimana?”.

Kakek bingung mau menjawab apa, soalnya tadi Zifa disini, tapi sekarang hilang lagi. Aku bingung kok bisa gitu. sambil aku berpikir, aku membalikkan badan ke belakang, Tiba-tiba aku kaget! sekarang Zifa ada di depanku, aku memberi tahu semuanya bahwa Zifa muncul, Mama mencubit pelan pipi Zifa, ternyata ini Zifa asli, tapi kenapa tatapannya sangat kosong.

Bibi masih khawatir dengan Zifa anaknya. Lalu kita mengajak Zifa masuk ke dalam rumah Bibi, Zifa hanya mengikuti mamanya (Bibi) dari belakang dengan masih tatapannya yang kosong, kita semua berkumpul di rumah Bibi (mamanya Zifa). kita semua duduk melingkar dan memulai membaca surat ayat kursi, Al-fatihah, An-nas, Al-falaq, Al-ikhlas dan Al-baqarah.

Saat di tengah-tengah membaca Al-Qur’an (Zifa ada di samping mamanya) tiba-tiba adik Nasya dan adek Zisha (adik-adiknya Zifa) menangis sekeras-kerasnya. kita semua berhenti membaca Al-Qur’an. Lalu bibi tanya adik Nasya dan adik Zisha.

Bibi: kenapa nangis?
Adik Zisha dan Nasya: di teteh Ifa ada ntu mah (Di samping teteh (kakak perempuan) Zifa ada hantu mah).
Bibi: masa?

Adik Zisha dan Nasya mengangguk, tiba-tiba Zifa tertawa cekikikan khas kuntilanak 2 menit lalu diam lagi dan tatapannya kosong lagi. Nenek melihat ke arah Zifa dan mengatakan “Zifa, kok muka kamu mirip mayat?” katanya. Zifa hanya diam tidak membalas pertanyaan nenek. Besoknya kita memanggil ustad dan menyuruhnya untuk kembalikan Zifa seperti semula (biasanya juga Zifa selalu bawel dan jahil).

Ustad meruqiyah Zifa seperti yang di TV Trans 7 sambil kita semua membaca Al-Qur’an. Akhirnya Zifa kembali lagi seperti semula, ia bersemangat dan jahil lagi kepadaku, dia juga super cerewet. Kami bersyukur dengan mengucapkan alhamdulillah dan berterima kasih kepada Allah dan juga berterima kasih kepada ustad laki dan perempuan yang telah meruqiyah Zifa.

Seminggu kemudian, aku, adik, dan kakak-kakakku pulang ke rumah kita lagi. Di sekolah aku menceritakan pengalaman Zifa kepada sahabat-sahabatku, dan nanti malam kita bakalan main jelangkung lagi. Tunggu kisah selanjutnya ya! Di cerita nyata saudaraku kesurupan part 2.

loading...
KCH

Salma Siti Fatimah

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Salma Siti Fatimah has write 2,694 posts