Sebuah Boneka Kayu

Dulu, ada anak kecil bernama Tedy. Tedy masih berumur 8 tahun dia tinggal di sebuah desa dipinggir lautan yang membentang luas. Suatu hari Tedy sedang bermain-main bersama teman-temannya seperti biasa bermain di surutnya ombak lautan untuk mencari kerang. Tedy dan teman-temannya menyusuri gua karang dekat dengan sebuah karang besar yang menjulang tinggi kira-kira 5 meteran. Kata para warga disitu pusat berkumpulnya kerang-kerang karena airnya sedang surut.

Tedy terus menyusuri sekitar tempat itu dan mengumpulkan banyak sekali kerang. Tedy tak sengaja melihat suatu yang terhimpit karang, Tedy pun menghampiri sesuatu tersebut, ternyata sesuatu tersebut adalah sebuah boneka kayu dengan raut wajah yang ceria Tedy mengambilnya dan bertanya dalam hatinya “siapa yang tega membuang boneka sebagus ini?” gumamnya dalam hati.

Tedy pun tidak berpikir panjang tentang boneka tersebut dan dia langsung menaruh boneka kayu itu di keranjangnya, lalu dia segera pulang dengan teman-temannya. Sehabis mandi dia langsung serahkan kerang hasil jerih payahnya pada ibunya untuk dijadikan makan malam. Ibu Tedy bertanya “Tedy apa yang kau bawa di tumpukan kerang ini?” oh itu boneka kayu yang aku temukan di dekat gua tadi, sahut Tedy.

“Oh ya sudah ibu tinggal masak dulu ya” jawab Ibu Tedy. “Ok bu”, Tedy bergegas ke kamarnya dengan rasa gembira. Malam pun tiba Tedy masuk ke kamar untuk segera tidur sehabis makan malam “Huah. Ngantuk sekali sehabis nyari kerang tadi” dia bergumam sendiri. “Eist mana boneka kayu tadi, oh iya di meja dapur” sambil bergerak ke arah dapur, setelah mengambil boneka kayu tersebut Tedy naik ketempat tidur dan mulai berbaring. “Akan ku namakan apa ya boneka kayu ini, ah Andy saja. Huah, ngantuk tidur dulu aja”.

Jam menunjukan jam 12.34 lalu terdengar seperti ada yang berjalan melewati kamar Tedy. Suara tersebut berulang kali terdengar sampai akhirnya Tedy pun terbangun karena suara itu “apa itu”. Karena penasaran Tedy pun memeriksanya untuk memastikan itu bukan maling yang masuk. Tedy langsung beranjak dari tempat tidurnya dan langsung membuka pintu kamarnya dan hasilnya tidak ada apa-apa . Tiba-tiba terdengar suara kran air yang menyala sendiri, Tedy pun semakin penasaran dan langsung menuju kamar mandi.

Dia melihat sekilas bayangan kecil di depan pintu kamar mandi. Tedy semakin dan semakin penasaran ada apa ini, dia berjalan mengendap-endap untuk memeriksanya. Tiba-tiba ada yang mendorong Tedy untuk masuk kamar mandi, sontak Tedy terpeleset kedalam kamar mandinya. Tiba-tiba “Blar” suara guntur menggelegar dan hujan turun sangat deras sekali, di balik gemerlap cahaya ada sebuah bayangan kecil seperti sebuah boneka dengan membawa sebuah pisau sangat besar sekali.

Tedy merinding ketakutan dengan hanya diam mematung di sudut kamar mandi. “Klek, klek, klek, klek” suara seperti boneka kayu sedang berjalan. “Apa itu?” boneka kayu itu sudah berada di depan pintu kamar mandinya. Seketika Tedy pun merinding melihat raut wajah boneka tersebut seperti raut wajah jahat. Boneka kayu itu berkata “kau sudah mengambilku, berarti kau korbanku selanjutnya. Bhahaha” boneka tersebut mengayunkan pisau yang ada ditangannya dan njlub.

Tedy tertusuk dibagian lehernya dan kamar mandi seketika menjadi kolam darah. Paginya ibu Tedy melihat ke kamar Tedy dan Tedy tak ada dikamarnya “paling dia dikamar mandi” kata ibu Tedy. Ibu Tedy pun memeriksa ke kamar mandi dan “Anak ku” jerit ibu Tedy. Tedy telah terpotong-potong menjadi dua bagian dengan kepala yang tidak ada dan ada sepucuk surat bertuliskan darah “ku bawa kepala anakmu untuk ku serahkan pada tuanku, salam Andy (boneka kayu tersebut).

loading...

Share This: