Sebuah Patung Aneh

Assalamualaikum sobat KCH, ketemu lagi denganku Bismi dari Aceh, di cerita ke 37 ini aku akan bercerita tentang sebuah patung aneh yang ada di rumah temanku. Bahkan aku mengangap diriku ini sedang tidak waras atas kejadian itu. oke lets go to story, aku punya teman namanya cindy, dia beragama kristen. Pada hari selasa kalau gak salah bulan januari lalu, sekitar pukul 18.00 sore aku di ajak singgah oleh cindy ke rumahnya.

Habisnya kami berdua sangat lelah pulang dari perpustakaan desa. Aku pun hanya mengangguk saja, dan ku belokan motorku untuk memasuki pekarangan rumah cindy. Ku lihat pekarangan rumah cindy yang luas, dan di dekat taman ku lihat sebuah patung pria. Entah patung apa itu dan ku lihat di lehernya memakai kalung palang salib. Patung itu seperti memakai pakaian seorang pendeta.

Aku pun menuju ke taman itu untuk beristirahat sejenak, tapi ada yang aneh dengan patung itu. Mula-mula ku lihat patung itu menghadap ke timur, tetapi beberapa menit kemudian ku lihat patung itu menghadap ke selatan. Aneh bukan! Sobat KCH. Aku pun tak ambil pusing tentang hal itu, dan cindy pun datang membawa minuman dan makanan ringan.

Tak terasa sebentar lagi adzan magrib akan berkumandang, aku pun melihat kembali ke patung itu, entah aku ini tidak waras atau hanya halusinasiku saja. Aku lihat patung itu menghadap ke utara sekarang, dan di samping patung itu ku lihat ada tiga anak kecil yang sedang memutari patung itu. Aku pun bertanya pada cindy, “cindy kok patung itu..” belum selesai aku bertanya cindy sudah menjawab duluan.

“Ah bukan apa-apa kok, by the way sekarang sudah mau maghrib, bismi kan mau shahalat”, jawabnya. “shalat kali cindy” kataku dalam hati. Aku hanya mengiyakannya, dan aku pun bergegas untuk pulang karena adzan maghrib sebentar lagi akan berkumandang. Aku merasa cindy menyembunyikan sesuatu tentang patung aneh itu. Aku pun menaiki motorku, dan ku lihat patung itu seperti sedang menatapku.

Bulu kudukku perlahan-lahan berdiri, dan aku pun segera gas motorku. “Aku pulang dulu ya” kataku. “Iya hati-hati di jalan ya” jawab cindy. Saat sudah berada di luar pintu gerbang tiba-tiba buku terjatuh, dan aku segera mengambilnya. Tak sengaja mataku melihat kembali patung itu. Ya Allah apa aku sedang tidak waras, kataku dalam hati. Aku lihat patung itu sudah tidak ada lagi di tempatnya, lantas kemana patung itu? Ke Arab kah.

loading...

Sungguh aku sangat bingung memikirkan hal itu. Tanpa berkata apa-apa lagi aku pun melanjutkan perjalananku dengan perasaan yang terheran-heran. Sampai sekarang aku juga masih bingung memikirkan hal itu. Saat ku tanya pada cindy, dia selalu menjawab “bukan apa-apa kok”. Cukup sekian cerita dariku, wassalamualaikum.
Fb: Bismi jasein

Bismi Jasein

Bismi

Facebook: Bismi jasein I Fans Anime Naruto From Aceh

All post by:

Bismi has write 81 posts

loading...