Sebuah Pesan di Malam Hari

assalamualaikum.wr.wb perkenalkan nama aku Afit.R ini kisah aku dan sahabat aku waktu kelas 3 SMK, oke langsung aja go to story. Waktu itu malam jum’at seperti biasa aku dan 5 sahabat aku (alan, adit, arif, santo dan bayu) menghadiri acara yasinan rutin di mushola dekat rumahku. Selesai yasinan jam 21:00 semua teman aku sudah pulang tinggal kami ber enam.

Waktu itu kami sedang berunding akan menginap dirumah siapa (maklum kami sahabat sejati dari pagi sampai pagi lagi bareng terus) akhirnya kami sepakat nginap dirumah adit. Jam 22:00 kami udah kumpul dirumah adit tanpa banyak bicara kami langsung buka laptopnya adit buat nonton film action (kita semua ikut beladiri walaupun beda aliran).

Sekedar info diantara kami ber-enam aku sama santo yang punya “Sixth Sense”. Okeh baru setengah perjalanan film tiba tiba gagang pintu belakang rumah adit ada yang mainin (belakang rumah adit tuh kebon kosong terus belakang kebon ada sungai). Tek tek tek tek, sebenernya aku sudah kerasa waktu pertama masuk, tiba tiba si santo bilang “anak siapa tuh malam-malam begini keluyuran”.

Sontak kami semua kaget trus si adit ngomong “mana?”, trus aku bilang “sudah pulang” tepat jam 00:00 gagang pintu belakang rumah adit ada yang mainin lagi. Tapi kali ini seperti dibuka “tek tek tek tek kreek” lalu si arif bilang “woy ada maling nih”. Kami berenam inisiatif buat tangkap maling, kami semua berjalan ke pintu belakang.

Pas sudah sampai kami semua lihat gagang pintu yang bergerak lalu kami perhatikan 5 menit dan kemudian berhenti, akhirnya aku memberanikan diri buat buka pintu, dan “doorrr” terlihatlah sesosok anak kecil yang cuma pake celana dalam putih berkepala botak.

loading...

Iya betul, itu adalah tuyul, kami sempat terpaku melihat tuyul tersebut. Tanpa kami sadari tuyul itu hilang, setelah itu kami buru-buru masuk tapi baru beberapa langkah pintu itu ada yang mengetuk. Akhirnya bayu dan adit yang buka pintu dan pas dibuka keduanya hanya diam. Akhirnya aku, alan, santo, arif nyamperin.

Pas dilihat ada wanita berbaju putih sedang melihat kami dengan posisi kepala berputar 180 derajat dengan muka hancur penuh darah. Mata yang bolong satu dan bibir yang sobek hingga kuping. Sontak saja arif alan bayu dan adit pingsan tinggal aku dan santo, tiba-tiba wanita itu melayang dan mendekati kami.

Tapi santo yang penakut akhirnya ikut pingsan, tanpa disadari aku dibawa oleh kuntilanak itu ke sebuah tempat. Ketika sadar aku sudah berada di tepi sungai dan melihat ada mayat. Akhirnya aku memberitahu kepala desa, sekian cerita dari aku apabila ada kata-kata yang kurang pas atau tidak jelas mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Share This: