See You Again My Brother Part 2

14 hari atau 2 minggu kemudian setelah kejadian itu, aku berencana untuk berlibur ke pantai dengan pacarku dan hanya bertiga dengan arwah adik ku Riyan. “Aku tidak akan naik mobil tapi aku akan memantau kamu dari sini (kamarku) aja fans” kata adik ku. “Tapi kalau aku ada apa-apa dijalan gimana? Pokoknya kamu harus ikut ke mobil, apapun alasannya kamu harus ikut agar aku aman fans haha” candaku.

“Haha sudahlah fans kamu duluan aja, kalau kamu ada apa-apa panggil aja namaku 3 kali, sesaat langsung aku sudah ada di samping kamu” lanjutnya. Kesenangan adik ku bersama ku ini tidak ada yang tau termasuk orang tuaku dan orangtua Riyan. Sesaat aku sama pacarku sudah dijalan, aku bilang jujur sama pacarku begini “Kamu masih ingat adikku Riyan kan? Sekarang raganya sudah menyatu kembali dengan tanah tapi arwahnya masih bersamaku setiap hari” omongku.

“Kamu ngomong apaan sih ngaco aja” kata pacarku. “Beneran aku gak bohong dan aku gak ngaco, nanti kamu lihat aja sendiri tapi kamu harus janji kalau kamu gak bakalan ngomong sama orang lain termasuk orangtua ku dan orang tua Riyan. Saat dijalan itu pula, aku dikejutkan karena ada sosok wanita berdiri di tengah jalan dengan baju putih menyebrang jalan. “Itu apaan yang?” tanya pacarku.

“Aku juga tidak tau, tapi kan itu orang. kamu lihat aja yang dia pakai baju meski warna nya putih kusam gitu” jawabku. Sesaat setelah itu, sosok tadi menghadapku dan memperlihatkan wajahnya yang hancur rusak dan penuh darah. Saat itu pula pacarku menjerit histeris tapi berbeda dengan aku yang tidak punya rasa takut. “Yang gimana ini aku takut, kamu jangan diam aja!” Seru pacarku.

“Sudah tenang aja kamu jangan kayak gitu, ayo kita turun” omongku. “Maaf kami hanya numpang lewat aja kok dan kami tidak ada niat ganggu ketenangan kamu, kalau kami salah tolong maafin kami” Jawabku. Pacarku sendiri saking takutnya sampai betah banget meluk aku sampai aku bilang “Sudah biasa aja, aku panggil Riyan dulu agar kamu bisa tenang” jawabku.

loading...

“RIYAN.. RIYAN.. RIYAN!” seruku. Hantu itu semakin dekat denganku sampai hanya berjarak sekitar 10 meter di depanku. “Berhenti kamu!” Tegas Riyan. “Itu fans yang ganggu aku, aku sudah bilang kalau hanya numpang lewat dan gak ingin ganggu ketenangan nya” jawabku. “Tenang aja fans biar aku yang ngurus” kata adik ku. “Itukan Riyan adek kamu yang, kok bisa?” omong pacarku.

“Sudah kamu diam, panjang ceritanya” jawabku. “Aku takut, kaki adek kamu sudah nggak nempel tanah sama kayak hantu itu” bilang pacarku dan sesaat langsung aja dia nangis. “Sudah jangan nangis, ada aku sama adek ku yang bakalan jaga kamu kok, kamu tenang ya” jawabku. “Aku nggak takut sama hantu ataupun adek kamu, tapi aku kagum sama hubungan kamu dan adekmu walaupun adekmu sudah beda alam tapi masih mau menjaga, aku kagum sama kamu sama adekmu” kata pacarku dan kembali dia menangis terharu atau bahagia aku gak tau. Lanjut ke See You Again My Brother Part 3.

Share This: