See You Again My Brother

Perkenalkan namaku Rizal Nugraha. Cerita ini saya buat dengan nyata senyata pengalaman yang pernah saya alami waktu beberapa tahun yang lalu. Hari itu adalah hari sabtu, dimana hari yang selalu di tunggu kaum muda di kotaku untuk bermain karena di hari berikutnya adalah minggu atau hari libur permanen. Jam menunjukkan pukul 23.00 dan pada saat itulah aksi dari pebalap liar mulai di pamer dan di pertontonkan.

Waktu memasuki pukul 01.30 dan aku mendapat musuh untuk fight di jalanan sepanjang 201 meter itu. Setelah balapan selesai dan aku yang menang, giliran adik ku yang fight race. Oh iya, adikku ini namanya Riyan, usia seumuran denganku tapi perbedaan kami hanyalah penguasaan diatas kuda besi dan aku yang lebih mahir dari dia kalau urusan balap, selain itu seperti sifat karakter fashion ataupun tingkah kami hampir mirip.

Balapan dimulai dan saat aku yakin adik ku menang ternyata aku salah. Bukannya aku senang tapi malah berduka karena adik ku mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Malam itu aku sangat terpukul karena kepergian adik ku dan aku merasa sangat bersalah sebab kejadian itu. Orang tuaku dan budeku sampai tidak sanggup menahan tangis karena keadaan kami yang berduka.

Riyan adalah adik keponakanku yang sudah seperti adik kandungku sendiri. Sesaat setelah 3 hari Riyan pergi, aku masih syok atas kejadian itu dan selama itu juga arwah adik ku masih sering aku jumpai dan sering menunggu dan menjagaku saat aku terlelap. Bahkan dia suka mengajak ku ngobrol apabila aku sendirian di kamar atau dimanapun aku berada pasti adik ku akan muncul menemani kesendirianku.

Memang kami sudah beda alam tetapi persaudaraan kami tidak bisa kami lepaskan walaupun ajal yang memisahkan, dunia kami sudah berbeda tapi keseharian kami masih aku rasakan karena adik ku yang suka mengisi kekosongan hariku meski dia sudah beda alam denganku.

“Maafin aku dek karena aku kamu sudah pergi duluan, aku menyesal karena akulah kamu jadi kayak gini” ucapku pada adik ku. “Bukan salah kamu, ini sudah takdirku kalau aku harus pergi duluan. Aku bakalan selalu ada saat kamu sendiri karena kita saudara sehidup semati fans” ucap adik ku. Semenjak adik ku masih hidup, kami memang suka dengan panggilan kata “Fans” karena kami memang mengidolakan kepribadian satu sama lain.

Saat aku duduk di depan rumah dengan arwah adik ku, aku melihat ada anak seumuranku dengan wajah rusak mata merah darah dan luka di tubuhnya. Jujur aku sangat takut lalu adik ku berkata “jangan takut fans kan ada aku yang siap bantu kamu, tenang aja lah” kata adik ku. “Kamu yakin bisa lawan dia kalau dia macam-macam fans?” ucapku. “Tenang aja, kamu diam aja nanti aku yang nyamber semua omongan nya” lanjut adikku.

“Aku mau kamu juga mati sekarang juga” ucap hantu tadi padaku dan langsung disambar adik ku “Memang kamu siapa kok nyuruh kakak ku kayak gitu? Kamu dulu mati gimana?” ucap adik ku. “Aku korban kecelakaan di perempatan depan” lanjut hantu itu. “Pantas wajah kamu rusak, sama seperti hati dan pola pikir kamu yang rusak” kata adik ku.

Hantu itupun marah sampai dia ngajak adik ku berkelahi disitu untuk memperebutkan dan mempertahankanku. “Kamu tunggu sini fans biar aku yang ngurus setan bi*dab itu” kata adik ku. “Maju sini kamu setan tua kusut j*hanam” kata adik ku. Sesaat aku tidak melihat apa yang terjadi, sesaat setelah itu adik ku sudah di sampingku sambil berkata “Penakut kamu fans” dan langsung kami sambut dengan tawaan khas kami saat adikku masih bernafas. Baca kisah lanjutannya di See you again my brother part 2.

loading...

Share This: