Sekar dan Ambar Bagian 2

Sebelumnya sekar dan ambar. Hari Sabtu pukul 10.55 siang di pinggir danau Cempaka tempat tinggal Sekar.

“*Hmm, rasanya malas sekali aku untuk bangun pagi ini, beberapa hari ini aku mengalami keadaan tugas yang berat dan menguras pikiranku, tugas penyelidikan pembunuhan ini menyita banyak waktuku” keluhanku dalam hati.

Tak lama kemudian ponselku berbunyi, kulihat panggilan dari mas Pandu dan segera aku mengangkatnya.

“Hallo mas” ucapku.
“Pagi sayang” balas mas Pandu.
“Mas Pandu, kamu kemana saja sih mas?” balasku.
“Ke hatimu sayang” jawab mas Pandu.

“Ah mas ini, aku serius loh, sudah tiga hari kamu menghilang dan tak ada kabar mas?” tanyaku.
“Maaf sayang, banyak tugas yang harus aku kerjakan, bukakan pintu sayang, aku sudah ada di depan pintu rumah nih” rengek mas Pandu.
“Aku belum mandi mas” balasku sambil teriak.

Lalu segera aku membukakan pintu rumahku dan menyuruh mas Pandu untuk masuk.

“Selamat ulang tahun sayang” ucap mas Pandu.
“A-ah, mas Pandu kamu selalu meluluhkan kemarahanku saja mas, tadinya aku mau marah sama kamu mas” ucapku manja.
“Maaf sayang, bosku banyak sekali memberikanku tugas, kerjaan semua di serahkan kepadaku sayang, kamu tahu kan aku orang kepercayaan” jelas mas Pandu.
“*Hmm, iya mas” balasku singkat.
“Lihat aku bawa sesuatu untuk kamu sayang” ucap mas Pandu manis.

Mas Pandu mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dari saku celananya, lalu membuka kotaknya dan kulihat sebuah cincin yang bermata biru begitu indah sekali.

“Iya sayang ini buat kamu, hadiah ulang tahun buat kamu, kamu suka kan?” ucap mas Pandu.
“Iya mas aku suka sekali cincinnya, terima kasih ya mas” ucapku dengan wajah malu-malu.

Percakapan Ambar di sebuah rumah tua dengan Mak Rukmi dan pesuruhnya Ambar, Harun.

“Aku bayar berapa pun jumlah uangnya mak, asalkan aku mendapatkan mas Pandu” ucap Ambar kepada mak Rukmi.
“Berapa kau sanggup membayar aku Ambar?” tanya mak Rukmi.
“Terserah emak, berapa pun pasti aku bayar” balas Ambar singkat.
“*Ehm, baiklah kalau begitu, aku meminta pertukaran gaib dengan rohmu Ambar!” balas mak Rukmi.

loading...

“Baik mak, aku sanggup yang penting mas Pandu menjadi milikku dan Sekar hancur *haha” tawa Ambar merasa penuh kemenangan.
“Baiklah jika kau memang menginginkannya. Aku akan mempersiapkan segala halnya nanti malam, kau tunggu saja kabar dariku” ucap mak Rukmi.

“Baiklah kalau begitu mak kami permisi” balas Ambar.
“kita pulang run, nanti kau datang lagi kesini, ambilkan pesananku dengan mak Rukmi” ucap Ambar kepada Harun pesuruhnya.
“Baik mbak” balas Harun.

Harun mengikuti Ambar dari belakang, lalu naik kedalam mobil avanza putih. Selanjutnya sekar dan ambar bagian 3.

Salim

Salim

“,…Daku menuliskan kisah dari dimensi lain tanpa pena serta tanpa lampu”.

Hal yang aku senangi ialah tertawa, juga menghindar dari keramaian. Aku begitu bahagia bersembunyi di tempatku yang gelap, karena orang lain tidak dapat melihatku, dan aku sangat mudah melihatmu di tempat yang terang.

Terima kasih yang sudah membaca ceritaku !!

FB : Sa Lim.

All post by:

Salim has write 31 posts

Please vote Sekar dan Ambar Bagian 2
Sekar dan Ambar Bagian 2
2 (40%) 3 votes