Sekar dan Ambar Bagian 6

Sebelumnya sekar dan ambar bagian 5. (Sudah jam 5 sore, kemana Ambar padahal dia sudah janji mau ke rumah) ucapku dalam hati.

Saat Sekar ingin ke ruangan dapur di lihatnya sosok Ambar di halaman rumah.

“Panjang umur tuh anak” ucap Sekar.

Segera Sekar membukakan pintu, ternyata tidak ada orang satupun di halaman rumahnya.

“Lho? Kemana anak itu? Perasaan tadi sudah berdiri disini! Ah, mungkin hanya halusinasiku saja” pikir Sekar saat itu.

Malam itu Sekar gelisah sekali, keringat membasahi tubuh Sekar, terbayang wajah Ambar yang seakan-seakan sedang menangis dan memohon untuk meminta maaf serta meminta pertolongan dari Sekar.

“*Huft, ada apa sebenarnya ya Tuhan” ucap Sekar sedih.

Hari itu Sekar kembali menelepon ayahnya yang masih berada di luar kota.

“Hallo yah, apa ayah sudah dapat kabar dari Ambar yah?” tanya Sekar saat menelepon ayahnya.
“Ayah tidak dapat kabar dari Ambar sayang, memang ada apa?” tanya pak Diman.
“Oh tidak ada apa-apa yah, kemarin Ambar janji mau main ke rumah, Ambar bilang ada yang mau di bicarakan yah” balas Sekar.

“Sudah tidak perlu kamu terlalu memikirkan Ambar, dia pasti baik-baik saja, lagi pula mau apa dia menemuimu, pasti mau mencari masalah lagi” sahut pak Diman.
“Ah, aku rasa tidak yah, dia bilang kangen mau bertemu aku” jawab Sekar.
“Mudah-mudahan saja begitu sayang” kata pak Diman.

Lalu Sekar mengakhiri telepon dari ayahnya. Sudah seminggu Ambar menghilang tanpa jejak, Sekar selalu di datangi mimpi-mimpi buruk tiap malammya, tidurnya tak pernah nyenyak selalu di hantui rasa gelisah tanpa dia tahu sendiri apa penyebabnya. Malam hari di danau Cempaka di tempat Sekar tinggal.

“Sekar, jauhi kekasihmu nak, jangan kau menjalin hubungan dengan laki-laki itu, kau dalam bahaya nak” suara bisikan dari perempuan tua misterius.

Sekar merasa bisikan itu begitu nyata dan jelas, dan sepertinya Sekar pernah mendengar suara itu rasanya yang tak asing lagi baginya.

“Siapa? Keluar, jangan menakuti aku” teriak Sekar.

Sekar merasakan banyak mata yang sedang mengawasinya dan memperhatikannya. Lalu Sekar mengambil ponselnya dan menelepon Pandu.

“Halloo mas”.
“Ya halloo, ada apa sayang?” balas Pandu.
“Kamu dimana mas? Cepat kesini mas jemput aku, aku takut sendiri di rumah, sepertinya ada seseorang yang sedang mengawasi aku, tapi aku lihat kesana kesini tidak ada siapa-siapa mas” balas Sekar.
“Ya sudah kamu tunggu, mas langsung kesana sayang” balas Pandu singkat.

Tak lama kemudian suara bel terdengar. Sekar pun bergegas lari dari dalam kamarnya, untuk membukakan pintu rumahnya.

“Masuk mas, mas ada yang tidak beres disini, aku merasakan banyak yang memperhatikan aku disini, tetapi aku tidak melihat siapapun orang disini” ucap Sekar.
“Ada apa sayang? Tenang, kan ada aku disini, aku akan selalu menjagamu dan kamu akan baik-baik saja” seraya Pandu menenangkan Sekar.

“Kau tahu mas, aku selalu bermimpi buruk akhir-akhir ini, di dalam mimpiku aku di kejar-kejar perempuan yang keluarnya dari dasar danau mas, aku merasakan ada yang tidak beres disana. Aku akan coba menyelidikinya, aku merasakan sesuatu yang menarik kuat agar aku pergi ke danau mas” terang Sekar.

Dada Pandu bergemuruh saat mendengar mimpi yang di ceritakan oleh Sekar dan darahnya menjadi naik, namun dia berusaha tetap tenang.

“kamu hanya kurang istirahat saja sayang, mimpi-mimpi itu efek kamu kecapekan saja, kamu kan sibuk dengan tugas-tugas penyidikan kamu akhir-akhir ini, terus kamu jadi lupa untuk istirahat” bujuk Pandu.
“Tidak mas, firasatku jarang sekali meleset, karena aku pun melihat Ambar di antara perempuan itu di mimpiku” ucap Sekar.

“Sudahlah sayang, tidak perlu kamu mengurusi urusan yang tidak penting seperti itu” Pandu mulai gusar.
“Aku akan konsulkan kepada kapten Iqbal saja mas” sahut Sekar.
“Berhenti Sekar, jangan kau teruskan lagi, nanti kau bisa celaka” bentak Pandu.
“Ada apa sih mas? Kok kamu tiba-tiba jadi marah seperti ini?” balas Sekar.
“Ya sudah aku pulang sayang, aku tidak mau kita bertengkar karena masalah sepele seperti ini” ucap Pandu singkat.

Lalu Pandu bergegas pergi meninggalkan Sekar yang masih dalam keadaan kebingungan.

“Aku harus menyelidiki semua ini, ada apa sebenarnya” ucap Sekar.

Tiba-tiba ponsel Sekar berbunyi, di lihatnya panggilan dari kantor segera Sekar mengangkatnya.

“Halloo Sekar” suara kapten Iqbal menelepon dari telepon pararelnya.
“Siap kapten” jawab Sekar tegas.
“Sekar,bisa keruangan saya sekarang?”.
“Siap kapten, segera merapat” jawab Sekar

Sekar pun bergegas menuju kantor dengan tergesa-gesa dan melajukan mobilnya secara cepat. Sesampai di kantor Sekar memasuki ruang kerja kapten Iqbal. (*Tok, tok, tok).

“Masuk” ucap kapten Iqbal.
“Sekar kita harus bicara sekarang” terdengar tegang suara kapten Iqbal.
“Siap kapten” Sekar menjawab, lalu menarik tempat duduk di depan kapten Iqbal.
“Sekar, langsung saja saya beritahu. Tunanganmu menjadi salah satu target tersangka atas hilangnya beberapa gadis dalam penyidikan kasus yang sedang kita bongkar saat ini” ucap kapten Iqbal.

“Maksud kapten? Saya tidak mengerti?” Sekar tertegun.
“Gadis-gadis itu menghilang pada saat yang sama, saat mereka bertemu dengan Pandu” jelas kapten Iqbal.
“Apakah kapten yakin itu tunangan saya?” tanya Sekar tak percaya.
“*Huft, ya saya yakin. Kami sudah mengumpulkan data-data dan bukti atas keterlibatan Pandu dalam kasus ini, maaf kami tidak bisa memberitahu kamu dari awal Sekar” ucap kapten Iqbal terasa berat.

“Siap kapten” Sekar berasa langit ini menjadi runtuh.
“Kami mau, kamu yang memancing Pandu untuk mengakui semua kejahatannya! Apa kamu mampu melakukan tugas ini Sekar?” tanya kapten Iqbal.
“Siap, saya mampu kapten!!” tegas Sekar, walau hatinya hancur.
“Baiklah, kami akan mengawasimu dari jarak jauh” ucap kapten Iqbal.

loading...

Selanjutnya sekar dan ambar bagian 7.

Salim

Salim

“,…Daku menuliskan kisah dari dimensi lain tanpa pena serta tanpa lampu”.

Hal yang aku senangi ialah tertawa, juga menghindar dari keramaian. Aku begitu bahagia bersembunyi di tempatku yang gelap, karena orang lain tidak dapat melihatku, dan aku sangat mudah melihatmu di tempat yang terang.

Terima kasih yang sudah membaca ceritaku !!

FB : Sa Lim.

All post by:

Salim has write 31 posts

Please vote Sekar dan Ambar Bagian 6
Sekar dan Ambar Bagian 6
3 (60%) 1 vote