Sekar dan Ambar Bagian 7

Sebelumnya sekar dan ambar bagian 6. Keesokan malamnya pukul 20:00 di danau Cempaka Sekar mencoba menghubungi Pandu untuk menjebak Pandu di rumahnya dengan bermoduskan makan malam bersama, dan dengan segera Sekar menelepon Pandu.

loading...

“Hallo mas” suara Sekar menelepon.
“Ya halloo sayang, ada apa?” balas mas Pandu.
“Aku mau masakin, masakan buat kamu nih, pokoknya malam ini spesial untuk kamu mas” ucap Sekar.
“Tidak biasanya kamu masak buat aku sayang? Hari ini juga bukan ulang tahun aku, ada apa sih sebenarnya sayang?” balas Pandu heran.
“Tidak ada apa-apa mas, kita kan sudah lama sekali gak makan bareng, aku mau masak ayam bumbu kecap kesukaanmu lho, pokonya nanti malam kamu harus datang ke rumah” ucap Sekar singkat.
“Siap komandan manisku” goda Pandu.

Suasana malam di rumah Sekar yang berdekatan dengan danau Cempaka serasa panas, atau Sekar merasa tegang saat dia harus menghadapi penculik dan pembunuh gadis-gadis yang hilang selama ini, tersangka yang tak lain adalah tunangannya sendiri. Beberapa jam kemudian Pandu datang dengan membawa seikat mawar kuning kesukaan Sekar. Waktu itu Pandu sama sekali tidak menaruh rasa curiga kepada Sekar bahwa dirinya akan di jebak dan sudah di kepung anggota kepolisian, Sekar memang sangat terampil dalam bersandiwara.

“Ya Tuhan, lindungilah aku dan berikanlah aku kekuatan” doa Sekar saat itu.

Beberapa lama kemudian Pandu sampai di rumah Sekar yang berdekatan dengan danau Cempaka. (*Tet, tet, tet) suara bel pintu rumah Sekar terdengar.

“Silahkan masuk mas, langsung makan saja ya mas, aku lapar banget” ucap Sekar sambil menggelayut manja di lengan Pandu.
“Oke sayang, aku juga sudah lama gak coba masakan tunangan mas yang cantik ini” puji Pandu.

Setelah selesai makan mereka berbicara panjang lebar di samping rumah, yang di depannya terdapat pemandangan danau Cempaka.

“Mas Pandu kapan mau menikahi aku, hampir setahun kita bertunangan lho mas” tanya Sekar.
“Iya sayang, nanti kita bicarakan lagi sama mama ya” jawab Pandu sambil menghisap rokoknya.
“Oh iya mas, apa hubunganmu dengan Ambar?” tanya Sekar.

Bagai di sambar petir Pandu kala itu mendengar pertanyaan Sekar, Pandu berusaha menenangkan diri agar Sekar tidak menaruh rasa curiga atas apa yang telah terjadi pada diri Ambar.

“Tidak ada apa-apa sayang, Ambar hanya teman relasi bisnis saja, memang kenapa sayang?” tanya Pandu mulai gelisah.
“Ah tidak mas, aku rasa Ambar menyimpan perasaan khusus untukmu, kemarin aku ke apartemennya Ambar, aku menemukan sebuah catatan dibawah tempat tidurnya, dia bercerita tentang hubungan kalian dan kehamilan Ambar” ucap Sekar memancing Pandu.
“Dia bohong sayang, bukan aku ayah dari calon bayi yang ada di dalam rahimnya” ucap Pandu berusaha mengelak.

“Mas aku hanya mengatakan Ambar hamil! Aku tidak mengatakan kalau dia hamil sama kamu mas atau jangan-jangan kamu yang?” Sekar mulai menaikan suaranya.
“Tidak sayang bukan aku” Pandu mulai panik.
“Kamu bohong mas” bentak Sekar.
“Sayang percaya sama aku” Pandu berusaha meyakinkan Sekar.
“Lalu apa hubunganmu dengan Desi, Siwi dan Maya, *hah” teriak Sekar mulai tak terkontrol.

Pandu mulai panik saat Sekar mulai berjalan menjauhinya, di kejarnya Sekar namun pada saat dia mulai mendekati Sekar. Pandu melihat Ambar di pinggir danau dan dia pun melihat sosok-sosok mayat perempuan yang lain keluar dari dasar danau, waktu itu Sekar menjadi terkejut dan sangat ketakutan.

Tetapi sosok-sosok perempuan itu tidak mendekati Sekar, berjalan mendekati Pandu. Pandu berusaha lari saat itu karena sangat ketakutan, namun langkah dia berlari kurang cepat, mayat Siwi lebih dahulu memeluknya, Pandu pun tak bisa bergerak lalu mayat-mayat hidup itu menarik Pandu ke dalam danau. Pandu berontak sekuat tenaga namun tidak ada gunanya saat itu, Sekar hanya bisa mematung menyaksikan tubuh Pandu di seret paksa ke dalam danau. Selang beberapa menit terdengar sirene mobil polisi, terlihat kapten Iqbal turun dari mobilnya dan segera mendekati Sekar.

“Sudah terlambat kapten! Pandu sudah di bawa mereka” ucap Sekar dingin.
“Kamu sabar ya Sekar, itulah balasan dari kejahatannya, istirahatlah Sekar” ucap kapten Iqbal menenangkan Sekar.

Semalaman polisi berjaga di sekitar danau Cempaka dan rumah Sekar, kapten Iqbal menemaninya malam itu dan Sekar terlihat sangat terguncang, di balik jendela kaca Sekar melihat Ambar di tepi danau, walaupun mereka saudara tirian yang tak pernah akur, Sekar sangat menyayangi adik tirinya itu. Tak lama pak Diman datang, dan pihak kepolisian sudah memberi keterangan kepada pak Diman pemilik dari danau Cempaka tersebut.

Pagi harinya di kerahkan tim penyelam untuk mencari seluruh korban pembunuhan yang di lakukan oleh Pandu. Tubuh Ambar yang masih di dalam danau saat itu di angkat tim penyelam, namun saat di lihat secara teliti bukan hanya tubuh Ambar yang ada di dalam danau, terlihat beberapa lagi bungkusan mayat gadis dan hampir semua korban sudah membusuk dan beberapa gadis sudah menjadi kerangka-kerangka tengkorak, hanya mayat Pandu saja yang tidak dapat di temukan. Polisi sudah mencari ke seluruh danau dan sekitarnya, namun mayat Pandu tidak juga dapat di temukan.

Rayuan dan cinta semu Pandu yang berwajah tampan, mapan dan mempunyai jabatan yang bagus dengan sangat mudah membuat para gadis bertekuk lutut dan pasrah kepadanya, itulah yang membuat pandu selalu menebar pesona ke semua para gadis, setiap gadis yang datang mengadu dan meminta pertanggung jawaban Pandu, danau Cempakalah tempat terakhirnya.

Malam harinya Sekar sudah mulai tenang, di temani ayahnya dan teman-teman anggota polisi lainnya yang berjaga di luar, hanya saja Sekar selalu terbayang wajah Pandu dan Ambar. Sekar pun mulai beranjak masuk ke dalam kamarnya untuk merebahkan tubuhnya yang lelah serta kondisi jiwa yang sangat terguncang, sesaat dia mulai tertidur terdengar suara Pandu memanggil.

“Sayang bangun ini aku sudah datang”.

Pandu berdiri di samping tempat tidur Sekar. Tamat.

Salim

Salim

“,…Daku menuliskan kisah dari dimensi lain tanpa pena serta tanpa lampu”.

Hal yang aku senangi ialah tertawa, juga menghindar dari keramaian. Aku begitu bahagia bersembunyi di tempatku yang gelap, karena orang lain tidak dapat melihatku, dan aku sangat mudah melihatmu di tempat yang terang.

Terima kasih yang sudah membaca ceritaku !!

FB : Sa Lim.

All post by:

Salim has write 31 posts

Please vote Sekar dan Ambar Bagian 7
Sekar dan Ambar Bagian 7
3 (60%) 1 vote