Sekar dan Ambar

“Astaga! Sudah jam 10:00 siang? Pasti aku telat pergi ke kantor, lagi-lagi mimpi itu yang datang *huft! Siapa perempuan itu yang selalu datang di dalam mimpiku, sudah hampir sebulan ini aku mengalami mimpi yang berulang-ulang setiap malamnya wajah itu? Senyum itu? Siapa dia? Mengapa aku merasa sangat dekat sekali dengannya, tiap hari begini terus-terusan bisa stres aku *argh!” gerutuku dalam hati.

Dengan segera aku mengambil handuk lekas berjalan ke kamar mandi, sudah siap perlengkapanku dan semua berkas-berkas data kasus pembunuhan yang sedang aku tangani, saatnya aku pergi kekantor walapun terlambat. Ku laju mobilku dengan kecepatan tinggi menuju kantorku, singkat cerita saat sesampainya di kantor tempatku bekerja, lalu aku masuk keruangan kerjaku, baru saja aku duduk di kursiku tiba-tiba kapten Iqbal memanggilku.

“Sekar” (suara kapten Iqbal memanggilku).
“Siap kapten!” langkahku tergesa-gesa menuju ruangan kapten Iqbal.
“Siap kapten ijin menghadap!” jawabku tegas.
“*Hmm, ya masuk” kapten Iqbal mempersilakan aku masuk.

“Terima kasih kapten, siap kapten ada apa nih?” tanyaku begitu kapten Iqbal mempersilahkan aku untuk duduk.
“Sekar, kau tahu kasus pembunuhan yang terjadi minggu lalu?” tanya kapten Iqbal kepadaku.
“Siap kapten! Saya sudah dengar beritanya, ada perintah kapten?” tanyaku ringan.
“Coba kau selidiki, aku merasa ada yang ganjil dalam kasus pembunuhan ini. Sepertinya orang terdekat korban ikut terlibat dalam pembunuhan ini” ucap kapten Iqbal.

“Siap kapten!” ucapku tegas.
“Sekar kamu harus berhati-hati dan selalu waspada” perintah kapten Iqbal.
“Siap kapten! Laksanakan!” ucapku tegas kepada kapten Iqbal.

Naluriku merasa ada sesuatu yang akan terjadi, aku melihat kapten Iqbal begitu cemas sekali. Sudah berjalan dua hari ini penyidikanku tidak membuahkan hasil yang memuaskan, sepertinya aku menemui jalan yang buntu dalam kasus pembunuhan ini, dengan menghilangkan rasa jenuh aku ambil rokok di saku celanaku lalu kuhisap dan menghembuskannya di ruang tempat kerjaku. Tanganku terus saja sibuk membolak-balikkan file-file yang aku terima dari mas Danu, dan tetap saja aku belum dapat titik terangnya kasus pembunuhan ini. Menurut penyidikan teman-teman yang bertugas telah terjadi hilangnya tiga orang gadis sampai saat ini belum di ketemukan.

Malam pun tiba aku merasakan sesuatu yang aneh, hawa kamarku terasa menjadi pengap dan dingin sekali, aku lirik jam dinding di kamarku menunjukan pukul 01:25 malam. Sesekali aku lihat ponselku, barangkali ada SMS yang masuk dari mas Pandu. Sudah dua hari ini aku tidak mendapatkan kabar darinya, tidak biasanya mas Pandu tidak menelepon aku. Dan malam itu tiba-tiba aku merasakan energi yang lain hadir di dalam kamarku, sekelebat kulihat bayangan hitam melewati depan pintu kamarku.

“Siapa?” tanyaku.

Tak ada jawaban dari luar kamarku, rasa penasaranku lebih kuat dari rasa takutku saat itu. Aku melihat sesosok perempuan di sudut ruang kamarku yang sedang membelakangiku.

“Siapa kamu?” tanyaku lagi.

Perempuan itu tetap diam membisu.

“Hai, jawab aku! Aku tahu kau berasal dari dimensi lain, siapa kau? Ada perlu apa kau kesini?” tanyaku dengan nada kesal.
“Tolong aku kak!” terdengar suara nada parau perempuan itu.
“Kamu siapa?” tanyaku kembali.

Ku dekati perempuan itu walaupun aku di dera rasa ketakutan saat malam itu. Di rumah pun tinggal seorang diri. Ayah masih berada diluar kota dengan tugas-tugas kantornya. Dan kembali suara perempuan itu memanggil-manggil aku.

“Bantu aku kak, keluarkan aku dari sana, aku kedinginan kak, tolong aku” dengan nada lirih.
“Siapa kau?” jawab aku! Dengan nada kesal penuh penasaran.

Aku berusaha untuk menyentuh tubuh dari perempuan itu, kurasakan dingin sekali.

“Bantu aku kak”.

Perempuan itu menangis pilu, kulihat banyak luka-luka di sekujur tubuhnya.

“Ikut aku kak” perempuan itu mengajakku keluar dari rumah.

Lalu kuperhatikan perempuan itu berjalan keluar rumah, dan aku segera mengikutinya dari belakang. Perempuan itu terus berjalan kearah danau yang letaknya tepat di belakang rumahku. Saat sampai di pinggiran danau, tiba-tiba perempuan itu menghilang begitu saja.

“Hey. Di mana kamu?” teriakku.

Aku telusuri pinggiran danau malam itu, namun aku tidak menemukan jejak perempuan astral yang mengajakku ke danau.

loading...

“*Huft! Aneh! Lebih baik aku pulang saja” gerutuku dalam hati.
“Tunggu!” terdengar suara yang entah datangnya dari mana.

Suara itu seperti tak asing lagi bagiku.Tapi dari mana sumber suara orang yang memanggilku.

“Sedang apa kau disini nak?” tanya suara perempuan yang belum terlihat olehku.

Tiba-tiba keluar sesosok perempuan tua dari balik rumpun bambu kuning di samping danau itu, wajahnya pucat pasih tetapi parasnya cantik sekali walaupun sudah tua.

“*Hmm, tidak apa-apa bu, tadi ada seorang perempuan yang mengajak aku kesini bu tetapi sekarang dia menghilang entah kemana” balasku.
“Pulanglah nak, sudah larut malam disini bukan tempatmu” ucap perempuan tua itu.
“Oh iya maaf ibu siapa ya? Aku baru melihat ibu di sekitaran danau ini, rumah ibu dimana?” tanyaku pada perempuan tua itu.

“Aku bukan siapa-siapa pulanglah nak, tak bagus kau berada disini” nasehat perempuan tua misterius itu kepadaku.
“Terima kasih ibu sudah mengingatkanku, aku permisi bu” balasku ringan.
“Hati-hati Sekar jaga dirimu baik-baik aku akan selalu menjagamu” ucap perempuan tua misterius itu.
“Hah? Bagaimana ibu itu tahu namaku?” ucapku dalam hati.

Aku pun kembali masuk kedalam rumahku dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu pikiranku saat itu. Selanjutnya sekar dan ambar bagian 2.

Salim

Salim

“,…Daku menuliskan kisah dari dimensi lain tanpa pena serta tanpa lampu”.

Hal yang aku senangi ialah tertawa, juga menghindar dari keramaian. Aku begitu bahagia bersembunyi di tempatku yang gelap, karena orang lain tidak dapat melihatku, dan aku sangat mudah melihatmu di tempat yang terang.

Terima kasih yang sudah membaca ceritaku !!

FB : Sa Lim.

All post by:

Salim has write 31 posts

Please vote Sekar dan Ambar
Sekar dan Ambar
3 (60%) 2 votes