Sekolah Angker di Desaku

Assalamualaikum sobat KCH, jumpa lagi denganku Bismi dari Serambi Mekkah (Aceh). Di cerita ke 32 ini aku akan bercerita tentang sebuah sekolah angker yang berada di desaku. Oke lets go to story, pada malam senin, bulan januari lalu, di pukul 20.30 malam. Aku berada di rumah temanku vina untuk membuat tugas sekolah bersama. Tak terasa ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 22.07 malam, aku pun bergegas pulang dan pamit pada vina serta orang tuanya. “Mimi kalau pulang hati-hati ya” kata vina. “Tenang saja vina, aku pemberani kok, *hehe” jawabku.

“Bawa motornya jangan kencang-kencang ya, terus kalau sudah di depan sekolah SD itu, kamu harus cepat bawa motornya oke” katanya lagi. Aku pun mengernyitkan dahi pertanda heran. Maklumlah aku kan baru beberapa tahun berada di Aceh, jadi aku gak terlalu tahu tentang desa nenekku ini. Karena dulunya aku berasal dari Medan, tapi aku keturunan Aceh asli kok.

Aku pun hanya menganggukan kepala saja. Aku pun melaju dengan honda Beatku, “aneh sekali malam ini kok jalannya sepi ya, gak ada orang” batinku. Saat aku hampir dekat dengan sekolah itu, tiba-tiba ku lihat anak kecil berlari di depan motorku, dan dia menuju ke arah sekolah SD, yang teman-temanku bilang itu sekolah angker. Gara-gara anak kecil itu, aku terjatuh dengan sangat keras membentur aspal.

Kakiku berdarah, dan kaca spion motorku pecah. Aku pun kesal setengah mati, ku bangunkan motorku dan aku melanjutkan perjalananku. Tiba-tiba ku lihat anak kecil tadi berada di depan gerbang sekolah angker itu. Bulu kudukku berdiri saat ku lihat kakinya tak sampai di tanah. Lalu dia pun menangis sejadi-jadinya, dan menampakan wajah aslinya padaku. Ya Allah ku lihat banyak sekali paku yang melengket di wajahnya.

Wajahnya hancur, dan aku tak tahu yang mana matanya, hidungnya, atau pun mulutnya. Aku gas motorku sekitar 80 km/jam, di tambah lagi dengan jantungku yang berdebar-debar. Alhamdulillah aku sampai di rumah dengan selamat, dan aku segera berwudhu untuk shalat isya. Saat ku lepas hijabku, alangkah anehnya ku lihat bercak darah yang menempel di hijabku.

loading...

Tanpa berkata apapun aku segera membakar hijabku itu. Karena aku takut nanti akan terjadi sesuatu yang tidak baik. Sehabis shalat isya dan membaca Al-Quran aku pun bergegas tidur dengan Al-Quran di sampingku. Cukup sekian cerita dariku. Silahkan berteman di media sosialku, wassalamualaikum.
Fb: Bismi jasein