Sekolah Berhantu

Kalo aku ditanya tentang pengalaman gaib atau mistis, pasti aku akan menceritakan pengalamanku pada saat aku masih sekolah. Kejadiannya sekitar tiga tahun yang lalu, sore hari itu hujan cukup deras. Aku dan teman satu kelas masih di dalam ruangan sedang mengerjakan ujian try out yang diberikan oleh guru kami untuk menghadapi ujian nasional yang hanya tinggal beberapa hari lagi.

Namun karena waktu sudah menjelang maghrib, satu persatu temanku pamit pulang. Dan salah satu temanku, mengajak mengerjakan soal dirumahnya karena sekolah sudah sangat sepi. Aku sempat berpikir untuk menyetujui usul temanku itu tapi tiba-tiba saja handphoneku berbunyi. Muncul nama ayahku di situ, aku mengangkat dan terdiam sejenak.

Ayahku bilang kalo aku akan dijemput dan aku disuruh untuk menunggu disekolah. Mau tidak mau, aku harus menunggu di sekolah sendirian. Aku geserkan bangku lalu kemudian aku mendekatkan kepalaku ke atas meja. Dan segera mengerjakan soal-soal ujian, di dalam keheningan ruang kelas 14 ini. Aku mulai terganggu dan ketakutan dengan suara-suara aneh yang muncul. Pertama, suara kursi yang bergeser.

loading...

Tapi ketika aku perhatikan, deretan kursi di kanan dan kiri tidak ada yang berubah. Aku melanjutkan mengerjakan soal, walaupun perasaanku tidak tenang. Lalu gangguan berikutnya datang lagi, kali ini tiba-tiba saja kapur yang ditaruh di bawah papan tulis mulai berjatuhan. Padahal tidak ada angin atau apapun yang bisa menggerakan kapur itu dan buku di mejaku tiba-tiba bergerak sendiri.

Aku hanya terdiam melihat kejadian aneh itu. Perlahan aku menggapai buku itu, lalu segera berdiri dan memasukan semua alat tulisku kedalam tas. Aku berpikiran untuk menunggu diruang guru atau di pos satpam saja. Aku bangkit dari ruangan 14 itu dan langsung melangkah sambil menunduk, aku tidak mau melihat apapun dan aku hanya ingin cepat keluar dari ruangan itu. Tapi begitu aku melangkah, ujung mataku tanpa sengaja menangkap sebuah bentuk badan seorang perempuan yang sedang duduk di deretan kedua ruang kelas ini.

Secara tidak sengaja pandanganku langsung beralih. Aku tau, kalo itu pasti bukan manusia. Aku hanya diam terpaku dan mataku terus memperhatikan perempuan berambut panjang yang memakai seragam sekolah itu. Di kelas sudah tidak ada orang kecuali aku, ternyata rasa penasaran membuat diriku yang kaku bisa bergerak. Nampak seperti ada yang menggerakan juga, tanpa aku sadari aku melangkah menuju perempuan itu.

Aku tidak bisa melihat wajah perempuan tersebut, karena rambut yang menghalangi wajah perempuan itu. Aku hanya berjalan, melangkah mendekat sambil menjulurkan tanganku dengan wajah yang ditutup oleh tangan yang satunya. Namun aku masih bisa mengintip di sela jari-jari dan aku mencoba menggapai pundak perempuan itu. Ketika tanganku menyentuh pundak perempuan itu, dia langsung berbalik ke arahku dan astaga perempuan itu wajahnya.

Wajah dari perempuan itu rata. Aku terdiam dengan menutup mataku, aku mulai berjalan mundur dan bergegas ke arah pintu. Astaga, pintu kelas ini terkunci. Aku mencoba tenang sambil berusaha membuka pintu, dan karena tidak sabar aku mencoba mendobrak berulang kali pintu kelasku sambil berteriak minta tolong. Berulang kali aku mencoba, hasilnya sia-sia saja. Badanku terasa sakit, aku mulai terisak-isak.

Aku baru sadar, kini perempuan itu tepat berada di belakangku. Helai rambutnya menutupi mukanya yang rata. Dia mendekatiku dan berdiri beberapa centi dari badanku. Perempuan itu hanya diam, tapi aku tidak memperdulikannya karena aku ketakutan. Dan tanpa sadar, pintu kelas tiba-tiba saja terbuka. Aku pun segera berlari keluar dari ruangan kelas 14 itu, belum sampai di ruang kelas guru.

Aku terdiam dan aku melihat ternyata lampu ruang guru masih menyala, dan terlihat masih ada guru diruangan itu. Aku langsung masuk dan dengan mata berkaca-kaca aku menceritakan kepada pak guru yang sedang sibuk merapikan buku di atas mejanya sambil membelakangiku. Aku terus berbicara, namun pak guru itu diam saja. Dia tetap membereskan buku yang ada di atas mejanya. “Pak, tolong saya.

Saya lihat ada hantu perempuan di kelas” ucapku kepada pak guru, dan belum selesai aku menelan ludah. pak guru itu berkata dengan pelan sambil membelakangiku “wajahnya seperti apa maksud kamu? apa seperti ini?”. Sekarang dihadapanku, tampak sosok guru itu tanpa muka. Wajahnya rata, aku berteriak sekerasnya.

Lalu aku tidak tau lagi apa yang ada, cuma hitam dan setelah aku sadar. Aku sudah berada dirumah, didalam kamarku. Aku masih ketakutan dengan hantu muka rata itu disekolahku. Setelah aku lulus, aku baru mendengar dari beberapa orang temanku. Kalo sekolahku menyimpan sebuah kisah menyeramkan, hantu perempuan yang suka menyerupai murid atau guru dengan muka yang rata dan biasanya muncul sore hari. Temanku juga menambahkan, bahwa kelas atau ruangan 14 itu adalah tempat dia bersemayam.

Share This: