Sekolah El Paso

Sekolah El Paso di Texas, Amerika Serikat kabarnya dihantui oleh hantu seorang gadis. Ada sebuah foto hantu yang membuktikan legenda itu, ketika sosok hantu gadis itutampil di sebuah foto angkatan sekolah itu. Sekolah El Paso adalah salah satu bangunan tertua yang ada di El Paso, Texas dan terusik oleh sebuah legenda perkotaan yang sangat aneh dan menggelisahkan. Menurut ceritanya, ada sebuah koridor di lantai empat sekolah ini yang tertutup untuk umum selama beberapa dekade.

Laporan-laporan yang ada menyatakan bahwa koridor ini diselimuti oleh kabut tiap harinya dan ada sesuatu yang sangat lain, lengket, dan berminyak yang menetes di seluruh langit-langitnya. Di ujung koridor itu, ada sebuah tangga yang akan membawamu ke sebuah balkon yang telah tersegel. Aktivitas yang tidak lazim ini kabarnya berawal dari sebuah kejadian tragis yang terjadi sekitar 35 tahun yang lalu. Ada seorang gadis belia yang merupakan pemandu sorak di sekolah ini.

Dia berkencan dengan seorang pemain rugby di sekolahnya, dan ketika dia akhirnya dicampakkan, gadis itu menjadi sangat terpukul dan depresi. Di penghujung rasa sesalnya, dia menjatuhkan dirinya dari atas balkon, hingga terjatuh ke tanah dan meninggal. Sejak itu, beberapa orang mengaku melihat penampakan hantu dari gadis belia tersebut, berdiri diatas balkonnya sambil melambaikan tangannya. Yang lain mengatakan bahwa mereka telah melihat arwahnya melompat dari balkon itu dan kemudian menghilang sebelum sempat jatuh ke tanah.

Suara-suara tangisan yang memilukan juga sering terdengar keluar dari koridor, walau tak seorang pun yang ada disana. Dan beberapa orang juga melihat sosok hantu gadis itu, menangis dengan sedihnya di koridor tersebut. Rumor dan legenda tentang sekolah El Paso ini berhantu sudah terkenal sejak beberapa dekade.

Ada sebuah lemari piala yang berjajar di jalan masuk utama sekolah ini, yang berisi sebuah foto angkatan yang diambil pada tahun 1985. Tiap orang di dalam foto itu terlihat jelas dan mencolok kecuali sosok dari seorang gadis muda yang tampil disana yang tampak sangat berkabut dan kabur. Anak-anak lain dalam foto itu mengaku bahwa tak ada seorang gadis pun yang berdiri disana ketika gambar itu diambil dan tak seorang pun mengetahui siapa gadis belia itu sebenarnya.

Sekitar 15 tahun yang lalu, beberapa guru dan murid terjebak dalam sekolah karena sebuah serangan badai salju diluar. Tak tahu harus berbuat apa, mereka memutuskan untuk mengelilingi sekolah, mulai dari terowongan yang ada di ruang bawah tanah hingga ke tempat-tempat lainnya. Mereka merangkak dalam sebuah jalan masuk yang kecil dan kemudian tiba di sebuah dinding bata yang menutup terowongan itu. Batu bata itu sangat tua dan semen yang menempel disana kebanyakan telah hancur.

Penasaran, salah seorang guru mendorong bata-bata itu jatuh hingga memberi mereka beberapa celah untuk melaluinya, namun kegelapan yang sangat pekat menyelimuti jalan di depannya. Ketika mereka menyalakan sebuah senter menyorot ke dalam lubang itu, mereka akhirnya tahu bahwa ada sebuah ruang kelas yang tua yang telah ditutup oleh dinding itu. Penemuan tak biasa ini mengejutkan semua orang. Ruang kelas itu sangat kecil dan berisi dengan meja-meja antik, buku-buku tua dan catatan-catatan dari siswanya yang lama.

loading...

Semua barang-barang itu di penuhi dengan debu dan tak ada yang tahu mengapa ruangan kelas ini ditelantarkan begitu saja dengan semua benda yang berada di dalamnya, dan mengapa tak seorang murid pun yang kembali untuk mengambil barang-barang pribadi mereka. Seorang guru lalu mengangkat sebuah buku catatan tua yang terbuka diatas sebuah meja dan dipenuhi dengan debu. Membalik halamannya, tak lama dia menyadari bahwa itu adalah sebuah buku harian milik seorang anak gadis.

Dia menulis halaman demi halaman tentang cerita cintanya dengan seorang anak laki-laki yang ada di sekolahnya. Disana tergambar beberapa coretan berbentuk hati, bunga-bunga dan juga airmata. Pada halaman yang terakhir di buku harian itu tertulis sebuah catatan yang kelam. Beberapa tahun yang lalu juga, ada seorang guru yang baru saja menyelesaikan tugasnya. Ketika tiba waktunya dia untuk meninggalkan sekolah itu, dia menyadari bahwa jam telah menunjukkan pukul 11 malam.

Ketika dia hampir tiba di pintu keluar, dia melihat seseorang berdiri di kolam yang disinari cahaya merah dari lampu pintu keluarnya. Itu adalah seorang gadis muda yang mengenakan sebuah seragam biru. Berpikir bahwa itu adalah salah satu muridnya, dia menanyakan kepada gadis tersebut apa yang dilakukannya disana dan menyuruhnya agar pulang ke rumahnya. Gadis itu lalu membalikkan badannya dan menatap langsung ke arahnya, wajah gadis itu diselimuti dengan ekspresi menyedihkan yang tak terbayangkan.

Ketika guru itu berjalan mendekatinya, dia menyadari bahwa anak gadis itu tidak berdiri di lantai, melainkan mengapung di tengah-tengah air. Gadis itu lalu melayang menjauh, menuju ke kegelapan koridor yang ada di belakangnya lalu menghilang.

Share This: