Selendang Terbang

Perkenalkan nama saya rosyid, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman mistis yang pernah saya alami tentang selendang terbang, kejadiannya sudah lama sewaktu saya masih SD. Pengalaman ini bermula saat saya dan rekan-rekan pulang dari masjid, setelah usai shalat maghrib, dan seperti biasa rutinitas kami setelah shalat maghrib, kami mengaji ke tempat bapak mustopa, saat perjalanan ke tempat ngaji kami melewati jalan aspal, dan sepanjang jalan aspal itu kanan dan kirinya pohon besar.

Ada sih beberapa rumah tapi jaraknya jauh, singkat cerita kami berlari langsung menuju rumah bapak mustopa dan saling berebut masuk ke rumah, dan kebetulan saya yang paling terakhir masuk ke rumah, lalu aku melihat ke pohon beringin yang paling besar sambil mendorong kawan untuk yang berebut masuk. Tak berselang lama, saya di kejutan oleh suara cekikikan persis di pohon beringin yang paling besar, ku beranikan menoleh ke beringin tersebut, tetapi tidak ada apa-apa.

Lalu saya masuk dan dapat antrian ngaji paling belakang sendiri, aku melihat antrian yang begitu panjang dan dari sekian banyak kawanku yang mengaji, semua berlawanan arah jika hendak pulang ke rumah. Setelah selesai mengaji saya berpamitan pulang, bapak mustopa tanya “kamu berani pulang sendiri, sudah malam lho” tanyanya, “berani pak, nggak apa-apa” jawabku, “oh ya sudah” jawab pak mustopa.

Lalu saya jalan pelan-pelan menyusuri jalanan aspal sempit, rasanya seperti sedang jalan di lorong di karenakan banyaknya pohon yang tinggi, serasa sangat jauh melihat ke ujung aspal. Sampai di perempatan jalan tiba-tiba tangan, tengkuk dan bahu merinding, saya melihat ke sumur tua yang di penuhi sampah dan berlumut, ku lihat samar-samar ada bayangan putih, tapi terlalu kecil hampir mirip dengan tisu.

Tiba-tiba semakin panjang, panjang dan semakin panjang, aku ketakutan lalu sembunyi di antara tanaman pagar pagaran, alih-alih hantunya menghilang lalu berlari sekencang-kencangnya, dan ternyata hantu mirip selendang terbang tadi muncul di lain tempat yang jelas lebih jauh dari saya sembunyi, seperti menghilang lalu muncul di lain tempat.

loading...

Tanpa pikir panjang saya langsung lari sampai sandal pun lepas semua, terlihat 100 meter ke depan adalah rumahku, aku teriak sekencang-kencangnya memanggil ibuku, “mboke!”, (panggilan untuk ibu), maklum masih anak-anak. Lalu aku ceritakan apa yang aku alami, semenjak dari situ saat pulang mengaji saya di jemput sama kakak saya, sekian pengalaman mistis dari saya apa bila ada salah kata mohon maaf.

KCH

Rosyid

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Rosyid has write 2,660 posts