Sensasi Jadi Pocong Ketika Diklat SMA

Pertama-tama aku ucapkan terima kasih untuk admin karena telah mempublish cerita pertamaku yang berjudul ketindihan di kamar baru. Cerita kedua ini terjadi saat aku masih duduk di bangku SMA, tanpa basa basi langsung lanjut cerita saja ya. Aku bersekolah di salah satu SMA Negeri di kota Madiun. Bangunan sekolah ini memang cukup lama karena dulunya di jadikan salah satu kampus di tahun 80-an kalau nggak salah.

Waktu SMA aku di minta untuk jadi pocong agar menakut-nakuti adik tingkat yang akan melakukan diklat di sekolah saat malam hari. Karena aku ikut ekskul theater dan sudah biasa latihan sampai malam aku merasa gak takut, apalagi banyak panitia yang berjaga. Hari untuk diklat pun tiba, pukul 6 sore aku sudah mulai melakukan koordinasi dengan panitia dan di tempatkan di kantin sekolah.

Posisi kantin ini menghadap ke lapangan futsal dan dekat dengan kamar mandi yang katanya tempat cukup angker di sekolahku. Kira-kira pukul 9 malam aku sudah mulai berjaga di pos dengan menggunakan kostum pocong, para peserta diklat di minta untuk mengerjakan soal di depanku dengan di terangi 1 buah lilin (tidak ada penerangan di posku, jadi semua terlihat gelap). Setelah 2 peserta melewati posku, salah satu panitia bernama R datang dan bilang.

loading...

R: bro sabar ya, pesertanya masih di briefing lagi karena tadi ada yang salah jalan.
Aku: oh ya sudah gak apa-apa, tapi temanin ya, gelap soalnya.
R: iya, aku tak tiduran di kursi belakang itu biar gak kelihatan deh.

Sekitar 15 menit aku menunggu dan belum ada peserta yang datang, tiba-tiba ada angin berhembus kencang banget dan turun hujan (kedengaran jelas karena genteng kantin terbuat dari asbes) bulu kudukku mulai berdiri, bayangin saja di sekolah malam-malam pakai kostum pocong gelap-gelapan. Tapi aku mulai teringat lagi kalau R ada di belakang dan aku melihat siluetnya terlihat tiduran dan bergerak-gerak jadi aku agak tenang.

Tak lama kemudian hujan berhenti dan datanglah peserta selanjutnya. Setelah semua selesai kita kumpul lagi untuk evaluasi dan sharing. Ada yang bilang kalau seru, takut, dan sebagainya. Di kesempatan itu aku mulai bertanya kepada yang lainnya.

Aku: eh, tadi hujan deras ya? Tapi kok nggak basah? Aneh ya?
Semua: (mulai melihat satu sama lain dengan pandangan heran).
R: nggak hujan tuh, *ngelindur ya?
Aku: serius tadi hujan, kamu yang di belakangku harusnya juga dengar kalau deras banget.
R: loh, aku tadi sudah pergi dari situ sekitar 5 menit setelah aku ngabarin, karena ternyata di pos terakhir ada masalah.
Aku: lah, terus yang ada bayangan hitam di belakang aku itu siapa?

R cuma mengangkat bahunya. Sampai sekarang aku masih merinding kalau mengingat cerita ini. Sekian ceritaku, maaf kalau kurang menakutkan.

Wilibald

All post by:

Wilibald has write 2 posts

Please vote Sensasi Jadi Pocong Ketika Diklat SMA
Sensasi Jadi Pocong Ketika Diklat SMA
4.4 (87.27%) 11 votes