Sentuhan Misterius

Assalamualaikum pembaca KCH, kisah ke 26 ini adalah kisah misteri saya, cerita ini terjadi ketika saya masih sekolah SMP (sekolah menengah pertama). Entah selepas maghrib saya sangat lelah, selesai belajar sambil menunggu adzan isya. Aku rebahkan badan di kamar kesayanganku. Kamar saya ini sengaja tidak ada lampu penerangan yang cukup, bahkan kadang saya matikan cahaya lampu, saya lebih suka tidur dalam gelap.

Entah mengapa, baru saja merebahkan badan mata sudah tidak kuat terbuka hingga terlelap, tidak peduli kelambu kamar belum terpasang dan suara nyamuk menggoda. Entah mengapa malam itu berasa lain, hingga membuatku takut dan heran. Di sela-sela tidurku tiba-tiba ada sesuatu yang menyentuh pinggangku. Sentuhan itu seperti jari telunjuk yang seolah-olah ingin membangunkanku.

Ketika saya sedikit sadar, bukannya bangun malah menarik selimut sambil menutup semua badanku hingga kepala. Di dalam ketakutan, saya penasaran, siapa yang menyentuhku. ketika saya pelan-pelan membuka selimut yang menutupi wajahku, aku melihat ke arah pinggir ranjang kamarku yang semula Aku belakangi karena sentuhan itu. Ku lihat tidak ada siapa-siapa, akhirnya saya sedikit lega.

loading...

Tapi setelah ku melihat ke arah pintu, samar-samar aku melihat warna putih berdiri di tengah pintu, bentuknya seperti bungkusan lemper alias pocong. Sontak saya kaget lalu menutupi wajah lagi dengan selimut. Ketika ku perlahan-lahan mengintip dari selimut, bayangan putih itu sudah tidak ada. Dan kemudian saya terkejut, kelambu kamar saya sudah terpasang dan tertutup melindungiku dari nyamuk.

Ku hanya berpikir positif, “ah mungkin tadi bapak yang masangin kelambu, atau ibu” kataku dalam hati. Setelah perasaan takut hilang karena kelambu yang terpasang, akhirnya saya melanjutkan mimpi indah. Keesokan harinya, karena saya penasaran dengan senang hati bertanya kepada kedua orang tuaku, bahwa siapa yang memasang kelambu kamarku? Tapi jawaban yang ku terima sangat mengejutkan. Bahwa mereka tidak ada yang memasangkan kelambu kamarku.

“Jadi, siapa yang baik hati memasangkannya ya?” dalam hati berkata-kata. Lalu saya bercerita pada ibuku bahwa semalam ada yang menyentuh pinggangku lalu menutup dan memasang kelambu kamarku. Tapi ibu hanya tersenyum dan berkata “ah, mungkin kamu lupa, kamu yang memasang sendiri kelambunya”, kata ibu. Lalu bapak juga menjawab “mungkin itu tikus mau lewat”.

“Ah, mana mungkin tikus bisa naik ranjang yang tinggi” kataku. Lalu ibu berkata “mungkin nenek, dia pengen nengokin kamu”. Antara percaya dan tidak, tapi apapun itu saya berterima kasih karena menjagaku dari gigitan nyamuk. Memang sih saya juga kangen dengan nenek, semoga ia bahagia di sisi Allah. Kisah misteri ini tidak akan pernah ku lupakan. Sekian, maaf jika tidak seram. Wassalam.
By: Dwy dwi dandwi

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts