Seperti Karung

Nurul lagi nih, semoga gak bosan ya? Kali ini nurul akan menceritakan kisah nyata yang nurul sendiri alami dengan judul seperti karung, kejadiannya sudah lama sekali saat nurul masih duduk dibangku MI atau setara dengan SD yang dulu juga entah kelas berapa saya sendiri juga sudah lupa karena sudah saking lamanya.

Langsung saja kecerita ya, dulu saya selalu tidur dengan ibu saya walau sudah besar pun tetap masih suka tidur dengan ibu karena mungkin saya anak perempuan yang tinggal satu-satunya dikeluarga, sehingga saya memang agak manja dan dimanjakan. Sementara semua kakak perempuan saya sudah menikah dan ikut dengan suaminya masing-masing, jadilah saat itu tinggal saya dan ibu saya yang perempuan, sementara yang lain adalah kakak laki-laki dan adik juga laki-laki, kok jadi cerita keluarga sih *hehe maaf deh.

Lanjut, dulu saya tidur dirumah belakang dengan ibu saya, rumah saya dulu terdiri dari 3 bagian. Rumah depan yang berisi 2 kamar dan ruang tamu beserta tempat menonton televisi, ruang ke-2 ada 2 kamar juga dan 1 tempat shalat yang lumayan luas dan kosong dibagian tengah, dan yang terakhir adalah ruang dapur. Nah dulu entah kenapa ibu saya tidak tidur didalam kamar, tapi malah ranjangnya ditaruh diluar kamar didekat tempat shalat yang didekatnya ada sebuah dampar (meja panjang tapi pendek yang biasa digunakan untuk mengaji di mushola).

Jadi mengajinya lesehan gitu, dampar dirumah saya ini sudah tidak digunakan jadi bapak saya menggunakannya untuk menaruh alat-alat sawah dan lain-lain. Saat saya dan ibu saya hendak tidur tiba-tiba lampu padam, karena gelap ibu saya langsung beranjak dari tempat tidurnya meninggalkan saya sendiri untuk mencari lilin atau penerangan lainnya.

Saat ibu saya sedang keruangan depan entah mengapa tatapan saya terarah didampar dekat ranjang tidur saya itu, dan saat itu saya melihat benda putih seperti karung yang berisi sesuatu lalu diikat dibagian ujungnya. Saya tidak merasa takut ataupun curiga karena saya kira saat itu benda tersebut adalah karung yang berisi gabah (padi yang belum digiling).

Saat ibu saya kembali membawa senter ternyata tiba-tiba lampu kembali menyala, dan saat saya menengok kearah dampar tadi ternyata tidak ada karung atau benda yang berwarna putih disana. Saya agak terkejut tapi tidak berpikir macam-macam karena mungkin dulu masih belum mengerti hal-hal semacam itu dan tetap *cuek.

Baru setelah saya agak dewasa, saya mengingat-ingat kejadian itu dan mulai paham kalau benda tersebut mungkin adalah mr.poci. Sekian dari nurul, maaf kalau penampakannya selalu gaje (gak jelas) tapi ini benar-benar saya alami, terima kasih sudah membaca.
Facebook: Nurul Chayank Ifand

Nurul Chayang Ifand

Nurul Chayang Ifand

Hay, sy lahir d desa terpencil di daerah blora, saya biasa di panggil mahmud sama author lain,salam kenal ya

All post by:

Nurul Chayang Ifand has write 23 posts

loading...