Sepertinya Aku Kenal

Hay para pembaca KCH tanpa terkecuali dan hay para admin, kak john khususnya karena telah mempublish semua kiriman penggemar hororer. Cerita ke-91 ini adalah kisah nyata yang terjadi dibulan april 2017. Tepat malam jumat, keluargaku sudah tidur sejak sore atau habis waktu shalat isya. Karena suasana mendukung untuk kantuk, akhirnya aku juga tertidur lebih awal. Tiba-tiba aku bermimpi sangat aneh.

Di dalam mimpiku itu aku bertemu dengan pocong. Entah kenapa tiada angin dan hujan ada pocong sedang berdiri memperhatikanku sejak tadi. Ketika aku menyadari bahwa disamping kananku ada itu buntelan, sontak aku menoleh kearahnya. Dan aku melihat wajah pocong itu putih pucat seperti memakai bedak powder sebotol. Pasti kalian tahukan betapa medoknya/putih wajah itu.

Dan ketika aku akan kabur alias lari, tiba-tiba pocong itu berkata. “Hey, jangan takut, aku tidak akan menakuti, aku hanya ingin berteman baik denganmu” kata poci/pocong. Setelah dia berkata seperti itu, aku langsung sedikit lega dan duduk kembali. Nah saat itu si poci mulai mendekat, mendekat, dan mendekat hingga tepat dihadapanku. Lalu dia ikutan duduk, coba bayangkan. Mana ada pocong baik dan ikutan nimbrung? Nah saat itu, perasaanku agak canggung dan sedikit takut, tapi aku pendam.

Lalu ku beranikan diri untuk menatap wajahnya. Dan ternyata malah si poci merasa senang lalu tersenyum manis. Dan ketika semakin kupandangi dia malah semakin tersenyum, tersenyum lalu benar-benar tersenyum lebar hingga bibirnya menyentuh telinganya. Sontak aku ketakutan dan berpura-pura mencari alasan untuk pergi menghindar darinya. Saat aku pergi, tiba-tiba mataku terbuka dan sadar bahwa itu hanyalah mimpi. Tapi aku merasa, poci itu masih mengikutiku.

loading...

Lalu aku membaca doa yang aku bisa dan memejamkan mata lagi. Dan anehnya, mimpinya malah bersambung. Dia terus mengikutiku. Hingga aku membaca-baca ayat pendek dari Al-Quran yang aku hafal. Dan pocong itu menghilang entah kemana. Dan sejak mimpi itu, keesokan harinya. Aku masih terbayang-bayang wajah pocong itu. Hingga 3 hari berikutnya. Ketika aku sadari sepertinya aku kenal dengan wajah pocong itu. Seperti tidak asing lagi.

Iya dia, ternyata dia. Wajah pocong itu mirip dengan dia. Dia yang dulu pernah menikam keluargaku dari belakang. Dia yang dulu hampir menghancurkan hidupku, karena diam-diam dia suka padaku. Padahal dia sudah punya istri dan aku juga sudah bersuami. Dia hampir memperk*saku.

Tapi anehnya, mengapa suami saya malah membelanya, dan menyembunyikan nama baiknya. Padahalkan aku korbannya, aneh. Tapi aku terakhir mendapat kabar dari sahabatku sekaligus tetangga lamaku, bahwa dia/mirip poci itu sudah meninggal. Dan belum lama aku mendengarnya. Sekian.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts