Serangan Lebah

Serangan lebah ini menimpa sejumlah mahasiswa yang berasal dari salah satu universitas terkemuka di Jakarta. Mereka diserang oleh ribuan lebah saat melakukan ekpedisi di hutan yang saat itu masih lebat dan jarang dikunjungi orang. Kabarnya mereka mendapat tugas mencatat flora dan fauna yang ada didalam hutan tersebut, beberapa orang dari mereka tidak sadarkan diri.

Beruntung beberapa teman mereka bisa berjalan sampai pemukiman penduduk terdekat untuk meminta pertolongan. Kejadian ini terjadi saat aku masih kecil, waktu itu di saluran radio intercom (alat telekomunikasi radio menggunakan kabel) salah seorang teman ayahku yang punya kemampuan berkomunikasi dengan makhluk gaib mengabarkan kepada ayahku bahwa akan kedatangan pasien sebelas orang mahasiswa yang tersengat lebah di hutan dikaki gunung.

Teman ayahku kemudian menyebutkan nama-nama mereka dan mengatakan kalau sembilan orang diantaranya dalam keadaan pingsan, ayahku bertanya kepada temannya itu dari mana dia menghetahui hal tersebut, temannya cuman menjawab kalau ada “sesuatu” yang memberitahukan kepadanya. Ayahku kemudian kembali bertanya bagaimana kondisi mereka, kemudian temannya menjawab mereka semua masih hidup tapi harus segera mendapat pertolongan medis.

Ayahku kemudian kembali bertanya berapa lama lagi mereka akan sampai di puskesmas, temannya menjawab mereka akan datang menggunakan dua buah mobil angkutan umum dan sampai dalam satu jam mendatang. Kemudian ayahku kembali bertanya apa penyebab mereka disengat oleh ribuan lebah. Temannya berkata kalau sebenarnya “penghuni” hutan itu tidak berkeberatan dengan kedatangan mereka, tetapi anak-anak itu berlaku tidak sopan dengan memotong dahan dan ranting sembarangan, membuat keributan dengan berbicara keras didalam hutan dan juga sering berbicara kotor.

Puncaknya saat mereka menemukan sarang lebah disalah satu pohon mereka kemudian melempari sarang lebah itu dengan menggunakan batu yang tentu saja para lebah jadi marah dan menyerang mereka, ditambah juga ada kekuatan gaib yang mengarahkan lebah-lebah itu sehingga kemanapun mereka pergi berlari dan bersembunyi lebah-lebah itu terus mengejar dan menemukan mereka.

Akhirnya mereka semua tersengat lebah sampai ada yang pingsan karena banyaknya lebah yang menyerangnya, sampai-sampai badan mereka bengkak semua. Teman ayahku kembali berkata kalau mereka beruntung tidak semua pingsan sehingga bisa meminta pertolongan kepada penduduk sekitar yang kemudian melaporkannya kepada aparat desa yang kemudian membawa mereka ke puskesmas tempat ayahku bekerja.

Mendengar informasi dari temannya itu kemudian ayahku bergegas ke puskesmas mempersiapkan segala sesuatunya untuk perawatan kepada sebelas orang mahasiswa tersebut, tidak lupa kemudian menghubungi pak dokter supaya bersiap dengan kedatangan pasien yang tak terduga tersebut. Awalnya pak dokter tidak percaya tapi setelah satu jam kemudian saat pasien berdatangan pak dokter baru mempercayai apa yang dikatakan ayahku.

loading...

Kesebelas orang mahasiswa itu kemudian dimasukan dalam ruang perawatan dengan lengan mereka tertancap jarum infus. Seperti yang dikatakan teman ayahku, hampir seluruh bagian tubuh mereka bengkak karena sengatan lebah dari wajah, badan, tangan dan kaki bahkan luka bekas sengatan itu seperti melepuh yang menandakan ganasnya bisa sengatan lebah hutan itu.

Mereka semua kemudian dirawat selama tiga hari di puskesmas karena kondisi mereka yang parah sampai kondisinya stabil. Saat perawatan itu mereka juga dinasehati oleh teman ayahku yang kebetulan datang berkunjung agar nantinya jika mereka mau masuk kedalam hutan itu lagi sebaiknya meminta ijin dahulu dan berlaku “sopan dan baik” pada alam sekitar hutan. Setelah diperbolehkan pulang mereka ternyata membatalkan ekspedisi mereka dan berencana kembali ke Jakarta secepatnya. Sekian.

Yandi Lalu

Yandi Lalu

Facebook - Yandi Lalu ┬╗Instagram - @yandilalu

All post by:

Yandi Lalu has write 87 posts