Serial Rumah Hantu: Isak Tangis Anak Tiri Bagian 2

Sebelumnya serial rumah hantu: isak tangis anak tiri. Malamnya anak itu meregang nyawa, sontak ibu tirinya panik dan bingung harus berbuat apa. Lalu dia meminta bantuan kepada tetangganya untuk mengurusnya dan barulah terbongkar apa yang setiap hari dia lakukan kepada anak itu. Dan ternyata penyiksaan demi penyiksaan tergambar jelas dari luka lebam dan badannya yang kurus pada mayat anak itu.

Tetangga pun melaporkan kejadian ini kepada pak RT dan pak RT langsung menhubungi kantor polisi, agar ibu ini segera di tindak. Isak tangis tetangga yang menyelimuti rumah itu karena melihat kondisi anak tersebut yang begitu menderita, kenapa bisa terjadi kepada anak yang tak berdosa dan tak mengerti apa-apa harus menerima sikap ketidak adilan oleh ibu tirinya.

1 bulan berlalu, tepatnya pukul 10.00 malam. Pada malam itu awan terlihat mendung dan suasana kampung terasa hening, ada 2 pemuda yang baru pulang sedari menonton orkes dangdut di kampung sebelah. Kebetulan mereka berdua berjalan melewati depan rumah kosong itu yang dulu pernah di huni oleh anak yang mengalami penyiksaan oleh ibu tirinya. Mereka saling bercerita tentang gosip yang sedang hangat di kampungnya bahwa sering terdengar suara isak tangis seorang anak kecil di dalam rumah kosong itu.

“Liem, pernah dengar gosip gak kalau di rumah itu katanya sering terdengar suara anak kecil yang sedang menangis” tanya kimpul.
“Ah, yang benar kamu kim? Aku gak percaya yang kayak begitu-begituan, apalah” kata saliem.

“Eh, benar liem. Itu juga kata warga yang sering lewat sini malam-malam. Katanya itu suara dari anak kecil yang dulu pernah disiksa sama ibu tirinya” (menyakinkan saliem).
“Ah, mana mungkin orang yang sudah meninggal rohnya bisa bergentayangan. Mana sini aku gak takut” ejek saliem.
“*Hus, hati-hati kamu kalau ngomong di lihatin penampakan hantunya nanti kamu baru tahu!” (mengingatkan si saliem).

Tak jauh dari rumah itu mereka berjalan santai melewati depan rumah itu, kemudian terdengar pelan suara isak tangis anak kecil yang merintih kesakitan dan meminta tolong.

“Eh, Liem!” kimpul menarik tangan saliem.
“Apa?” sahut saliem.
“Dengar gak?” tanya kimpul.
“Dengar apa? Orkes dangdut? Sudah selesaikan” timpal saliem.

“Suara anak kecil itu!” kata kimpul.
“Ah, mana?” tanya saliem.
“Itu, suaranya dari dalam rumah!” (menegaskan kepada saliem).

Kimpul yang mendengar suara itu mulai merasa ketakutan.

“*Hm, ayo coba kita cek”.

Dengan santainya menggandeng tangan kim untuk masuk ke dalam rumah itu.

“Ih, apaan si kamu?! Sudah tahu itu hantu masih saja mau di samperin” kata kimpul.
“Gak ada hantu, siapa tahu itu anak tetangga sebelah yang sedang main di dalam” (meyakinkan kimpul).
“Enggaklah, kamu saja” suruh kimpul.

“*Hm, berani gak?” tanya saliem.
“Enggak” jawab kimpul.
“Dasar penakut! Balik jadi anak kecil lagi saja sana” (mengejek kimpul).

Kimpul yang tak terima di ejek mencoba memberanikan dirinya untuk ikut masuk kedalam rumah kosong itu bersama saliem.

“Enak saja, gak ada sejarahnya Kimpul bin Singkong takut sama hantu” sambil tangannya gemetaran dan kakinya yang terasa berat tuk melangkah.
“Ah, masa? Tuh di belakang kamu!” jahil saliem.

“Hah! Ampun-ampun, jabang bayi saya masih perjaka” berlutut ketakutan memohon ampun.
“*Haha, kalau takut ya takut saja sok-sokan berani kamu kim. Katanya kimpul bin singkong pantang takut. Baru gitu saja sudah teriak ketakutan” tawa ejekan saliem terhadap kimpul.

loading...

“Ih, kamu usil banget. Kalau benaran ada bagaimana?” tanya kimpul.
“Ya aku pasti lari” sahut saliem.
“Lah terus aku?” tanya kimpul.
“Tinggal, *haha” ejek saliem.
“Huh!” kesal kimpul.

Lalu mereka masuk kedalam rumah kosong itu. Bersambung di serial rumah hantu: isak tangis anak tiri bagian 3.

FP: Dimas zaenal arifin

Dimy

Dimy

Hanya pemuda lajang yang bercita-cita menjadi penulis skenario film tersukses!
FP : dimas zaenal arifin
Contact : 083-844-160-560/DCFC399F
kata bijak “Suka’-suka’ akulah..”

All post by:

Dimy has write 12 posts

Please vote Serial Rumah Hantu: Isak Tangis Anak Tiri Bagian 2
Serial Rumah Hantu: Isak Tangis Anak Tiri Bagian 2
Rate this post