Serial Rumah Hantu: Isak Tangis Anak Tiri Bagian 3

Sebelumnya serial rumah hantu: isak tangis anak tiri bagian 2. Kondisi di dalam begitu hening, gelap dan berantakan karena bangunan yang sudah lama tak terurus di biarkan kosong.

“Leim, gelap banget aku gak bisa lihat apa-apa” kata kimpul, yang berjalan di belakang saliem.
“Namanya juga rumah kosong, kalau mau terang kasih lampu warna-warni” ketus saliem.
“Di club (diskotik) kali ah, lampu warna-warni. Sekalian undang DJ-nya” jawabnya *sewot.

Lalu saliem mengeluarkan smartphonenya dan menyalakan lampu flash agar sekeliling ruangan terlihat.

“*Wah, wah, wah, berantakan sekali seperti pasar obral saja” kata saliem. Menggeleng-gelengkan kepala.
“*Hush! Ngarang kamu” bantah kimpul.
“Terus apa?” tanya saliem.
“Pasar malam” jawab kimpul.
“*Eith, dah. Pasar malam. *Ssttt! diam, suara apa itu?” tanya saliem.

Terdengar seperti suara serangga merayap yang mendekat. Saliem pun menyorotkan senternya ke segala arah mencari sumber suara itu. Tiba-tiba “*argh!” suara hantu itu di ikuti raut wajahnya yang seram dengan mulut yang menganga lebar, tepat menyorot pada mukanya. “*Argh!” mereka berdua berteriak, kimpul yang paling kencang suaranya. Tanpa berpikir panjang dan tak mau berlama di dalam rumah kosong itu kimpul langsung berlari keluar rumah sekencang-kencangnya. Saliem yang masih di dalam tidak bisa berbuat apa-apa serasa tubuhnya tak bisa di gerakan dan hanya terpaku berdiri melihat sosok penampakan itu.

loading...

08.30 WIB, malam ke-2. Ada seorang ibu yang sepulang dari menjenguk saudaranya yang sakit dan harus di rawat di rumah sakit. Pada saat itu cuacanya sedang hujan lebat. Ibu itu tidak tahu kalau sepulangnya nanti akan kehujanan dan kebetulan dia lewat di depan rumah kosong itu. Karena tak punya pilihan dan rumahnya juga masih jauh, diapun memilih berteduh di tempat itu. “*Hii. Baru sampai sini sudah hujan, kenapa enggak saat sampai di rumah saja. Ini juga kenapa harus berteduh di rumah kosong yang angker. Merinding lagi, ih” kesal ibu itu.

Perasaan ibu itu tak enak karena teringat akan gosip-gosip orang kalau rumah itu angker. Hati ibu itu sangat cemas dan takut jikalau penampakan hantu anak kecil itu datang dan menakutinya. Berulangkali dia menoleh ke belakang berharap hantu itu tak menampakkan wujudnya, sambil berdoa supaya di jauhkan dari gangguan jin rumah itu.

Tak lama keberuntungan datang, kebetulan tetangganya pada saat itu lewat menggunakan motor. Lalu ibu itu memanggil tetangganya untuk berhenti dan meminta tumpangan. Di persilahkanlah ibu itu untuk ikut dan mengantarkannya pulang. Di perjalan mereka berbincang karena hujan mulai reda.

“Habis dari mana bu?” tanya anak muda itu.
“Iya, ibu habis dari menjenguk saudara yang sakit. Pulangnya malah kehujanan” jawab ibu itu.
“Eh iya bu, tadi ada anak kecil bersama ibu itu siapa?” tanya anak muda itu lagi.

Bersambung di serial rumah hantu: isak tangis anak tiri bagian 4.

FP: Dimas zaenal arifin

Dimy

Dimy

Hanya pemuda lajang yang bercita-cita menjadi penulis skenario film tersukses!
FP : dimas zaenal arifin
Contact : 083-844-160-560/DCFC399F
kata bijak “Suka’-suka’ akulah..”

All post by:

Dimy has write 12 posts

Please vote Serial Rumah Hantu: Isak Tangis Anak Tiri Bagian 3
Serial Rumah Hantu: Isak Tangis Anak Tiri Bagian 3
Rate this post