Serial Rumah Hantu: Isak Tangis Anak Tiri Bagian 4

Sebelumnya serial rumah hantu: isak tangis anak tiri bagian 3. Di perjalanan mereka berbincang karena hujan mulai reda.

“Habis dari mana bu?” tanya anak muda itu.
“Iya, ibu abis dari menjenguk saudara yang sakit. Pulangnya malah kehujanan” jawab ibu itu.
“Eh iya bu, tadi ada anak kecil bersama ibu itu siapa?” tanya anak muda itu lagi.
“Anak kecil yang mana?” tanya keheranan.

“Yang tadi di samping ibu itu, masa gak tahu” kata pemuda itu.
“Ah, ibu ngerasa cuma sendirian tadi disitu” bantah ibu.
“Oh, ya sudah lupain saja bu” takut kalau ibu itu jadi kepikiran dengan kejadian tadi dia melihat penampakan di rumah itu.

09.15 WIB. Di lain sisi, ada seorang pemuda yang mengendarai mobil tersasar masuk ke pemukiman desa. Karena hujannya yang lebat membuat kabur pandangannya. “Aduh, ini dimana? Sudah hujannya lebat lagi” bingung pemuda itu. Mengambil handphonenya di dashboard mencoba menghubungi temannya, sayangnya di daerah itu sinyal agak susah di tambah hujan yang deras membuat sinyalnya terganggu.

“Uh! Sial, kenapa gak ada sinyalnya” kesal si pemuda itu dan langsung membuang handphonenya ke belakang kursi penumpang. “*Hm, mana sepi lagi. Gak ada orang lewat. Mau tanya kepada siapa?” bingung dan tak tahu apa yang harus dia lakukan. Tak sengaja dia melihat kaca spionnya, terlihat ada anak kecil di belakang sana yang menggunakan payung berjalan mendekati mobil. Pemuda itu langsung membuka kaca mobil sampingnya dan memanggil anak itu.

“Dik, dik. Sini kakak bilangin” suruh pemuda itu.
“Ada apa kak?” tanya anak itu.
“Kakak mau tanya, ini namanya kampung apa ya? Kakak kan mau kerumah teman, tapi gak tahu jalan sini. Kayaknya kakak kesasar deh” kata pemuda itu ramah.

“Memang kakak mau ke kampung mana?” tanya anak itu.
“Ke kampung rambutan. Adik tahu jalannya?” kata pemuda itu.
“Kalau mau ke kampung rambutan tadi kakak sebelum pertigaan harusnya belok ke kanan bukan lurus. Kalau di sini sudah masuk kampung Kesemek” jawab anak itu.

loading...

“*Em, ya sudah makasih ya dik. Eh iya adik mau kemana malam-malam hujan begink kok malah diluar rumah?” tanya pemuda itu heran.
“Ini adik mau pulang” jawab anak itu.
“Memang adik rumahnya dimana?” tanya lagi pemuda itu.
“Itu” sambil menunjuk ke arah rumah kosong itu.

Pemuda itu heran dengan anak itu dan bingung melihat tempat gelap yang dia maksud.

“Bukannya itu rumah kosong yang sudah tidak ada penghuninya, bangunannya juga sudah pada rusak. Masa sih tinggal disitu dek?” saat dia bertanya, anak itu sudah menghilang. “Hah, kemana anak itu?” pemuda itu sontak kaget dan merasa takut.

Dia teringat akan ucapan temannya jika di desa tetangganya ada sebuah rumah angker dan sering terlihat penampakan hantu anak kecil. Lalu dia segera cepat-cepat menyalakan mesin, tapi naas mesin agak susah menyala. Ketika dia melihat cermin yang mengarah ke kursi belakang terlihat anak kecil itu sudah duduk di belakang sambil tersenyum tawa dengan kondisi tubuh yang mengerikan, kurus kering penuh lebam. Saat mesin menyala dia langsung memasukkan gigi dan tancap gas. Entah arahnya kemana karena panik ketakutan. Bersambung di serial rumah hantu: isak tangis anak tiri bagian 5.

FP: Dimas zaenal arifin

Dimy

Dimy

Hanya pemuda lajang yang bercita-cita menjadi penulis skenario film tersukses!
FP : dimas zaenal arifin
Contact : 083-844-160-560/DCFC399F
kata bijak “Suka’-suka’ akulah..”

All post by:

Dimy has write 12 posts

Please vote Serial Rumah Hantu: Isak Tangis Anak Tiri Bagian 4
Serial Rumah Hantu: Isak Tangis Anak Tiri Bagian 4
Rate this post