Serial Rumah Hantu: Isak Tangis Anak Tiri Bagian 5

Sebelumnya serial rumah hantu: isak tangis anak tiri bagian 4. 21.00 WIB, malam ketiga. Di mana malam itu bertepatan malam jumat kliwon. Karena di pemukiman desa yang jauh dari kota, tak heran jika sekitar jam 8 dan 9 malam suasana di kampung itu sudah terasa sepi, jarang ada orang yang lewat. Sebagian orang memilih untuk istirahat tidur dan ada juga yang sekedar menonton televisi. Kampung itu juga tidak mengadakan ronda malam karena mereka anggap kampungnya itu aman.

“Malam ini, ku sendiri tak ada yang menemani” suara nyanyian dari pemuda setempat yang mabuk karena minuman keras. Jalannya yang sempoyongan dan merasa tak kuat lagi berjalan, dia mencoba masuk ke rumah kosong itu. Duduk di bekas ruang tamu sambil meneguk minuman tersebut. “Malam-malam aku sendiri, tanpa cintamu lagi. *Auoo, uoo, uoo” nyanyi bertemakan galau.

Ternyata dia stress karena di tinggal anak istrinya seminggu yang lalu akibat ulahnya sendiri yang sering kasar terhadap istrinya dan tak mau memberi nafkah. Hanya makan, tidur dan nongkrong kerjaannya. Istri mana yang tak muak melihat tingkah suaminya seperti itu. “Oh, sayang mengapa kau tinggalkan aku? Aku janji tak nakal lagi dan akan membuatmu senang, aku rindu bersamamu. Aku harap kau kembali padaku” mengungkapkan puisi curahan hatinya.

loading...

“*Hadeh, uk. (Suara cegukan) kamu seharusnya gak melakukan ini kepadaku, seharusnya kamu gak melakukan ini kepadaku!” mengulang kata tersebut dengan nada keras dengan melempar botol miras yang kosong. “Malam begitu gelap” pemuda stres itu kembali bernyanyi.

“Cakep!” terdengar sahutan oleh orang lain.
“Eh, siapa itu? Yang cakep, cakep. Memang aku lagi pantun?” dengan nada bicara orang mabuk.
“Aku *tabok sampai kali Cisadane lo” tambahnya.
“*Aye bang” sahut hantu anak kecil itu.
“Eh, lu kucing apa orang? Di mana lu?” tanya pemuda stres itu.

“Abang maunya apa?” tanya hantu kecil itu centil.
“*Jiah, malah nantangin lu? Kesal pemuda stress itu”.
“Ayo abang cari aku kalau bisa” pinta hantu itu genit.
“Awas lu ya kalau kena, aku ajak dugem nanti. *Haha” ejek pemuda stres itu.

Setelah lelah berputar-putar mencari kesana kemari, dia masuk ke ruangan yang dulu bekas kamar anak itu semasa hidup. “*Krek” suara membuka pintu, sambil melihat sekeliling isi kamar. Terlihat ada lemari yang pintunya tertutup. Dia hampirilah lemari itu untuk di bukannya.

“Kamu sudah gak bisa kemana-mana lagi sayang. Ayo sini main sama abang, mari kita bercumbu dan bercinta bersama. *Haha”. Saat membuka pintu lemari, sontak dia kaget karena melihat sesosok yang menyeramkan. *Hii! Terlihat sosok mayat kering hidup seperti zombie yang ingin menggigit. Bersambung.

FP: Dimas zaenal arifin

Dimy

Dimy

Hanya pemuda lajang yang bercita-cita menjadi penulis skenario film tersukses!
FP : dimas zaenal arifin
Contact : 083-844-160-560/DCFC399F
kata bijak “Suka’-suka’ akulah..”

All post by:

Dimy has write 12 posts

Please vote Serial Rumah Hantu: Isak Tangis Anak Tiri Bagian 5
Serial Rumah Hantu: Isak Tangis Anak Tiri Bagian 5
Rate this post