Sesosok Makhluk yang Mengintip di Balik Pagar Sekolah

Assalamualaikum, hai sobat setia KCH sekalian, perkenalkan namaku Bayu, aku berasal dari Medan. Ini adalah cerita pertama yang ingin kubagikan dengan pembaca KCH sekalian. Ini adalah kisah nyata yang benar-benar aku alami, cerita kali ini berlatarkan 14 tahun yang lalu saat aku masih kelas 6 SD. Cerita ini terjadi saat aku sedang bermain dengan teman-temanku, lebih tepatnya saat kami mengejar layang-layang yang putus.

loading...

Saat kecil dulu dan disaat musim bermain layang-layang kami selalu bermain bersama, tapi kami lebih suka mengejar layang-layang yang putus dibandingkan memainkan layang-layang milik kami sendiri. Dan kejadian itu masih kuingat sampai sekarang, saat itu aku dan 3 orang temanku yaitu didi, yogi dan heru berkumpul dijalan belakang sekolah. Seperti biasanya kami masing-masing sudah membawa peralatan yang akan digunakan untuk mengejar layang-layang (bambu panjang dan benang gelasan), seperti biasanya kami bermain hingga adzan maghrib berkumandang barulah kami pulang.

Saat itu sekitar pukul 6 sore dan kami sedang beristirahat dibawah pohon rindang dipinggir jalan belakang sekolah, tiba-tiba temanku si didi memanggil yogi dan berkata “Gi, coba kau panjat dinding sekolah, tadi ada layangan yang masuk kesitu”. Yogi memang paling ahli dalam soal memanjat diantara kami, dan saat itu juga dia langsung memanjat dinding pagar sekolah. Setelah sampai diatas dinding pagar lalu dia segera turun kedalam dan mencari layangan yang dibilang si didi tadi, tapi bukannya layangan putus yang dilihatnya melainkan sosok aneh yang dipenuhi bulu lebat dengan mata merah yang sedang menatap dia dengan tatapan marah.

Langsung saja dia terkejut dan berteriak, kami pun terkejut mendengar teriakannya dan langsung berlari untuk menghampirinya. Kami berusaha saling membantu untuk memanjat dinding pagar sekolah untuk bisa masuk kebelakang gedung sekolah dan segera menolong yogi. Tapi ada yang aneh dengan si didi, dia tidak mau masuk kedalam sekolah dan hanya menunggu diluar pagar. Saat itu aku dan heru tidak berpikir yang aneh-aneh, sehingga kami segera masuk kedalam dan mencari yogi yang berteriak tadi.

Sesampainya kami didalam sekolah, aku dan heru cukup merasa aneh melihat si yogi seperti orang yang sangat ketakutan menangis disudut tembok dinding. Saat itu kami menanyakan apa yang terjadi, tapi yogi tidak mau menjawab. Akhirnya kami membantunya keluar dari area belakang sekolah, dan membawanya pulang kerumah. Saat itu yogi tetap tidak mau menceritakan kejadian apa yang dialaminya sehingga dia menjadi seperti itu.

Hari pun berlalu, 3 hari setelah kejadian itu barulah didi bercerita bahwa saat kami sedang duduk dibawah pohon dibelakang sekolah, dia melihat ada sesosok makhluk dengan mata merah yang mengintip kami dari balik dinding pagar sekolah. Saat itu dia mengira itu adalah penjaga sekolah, sehingga dia menyuruh si yogi untuk melihat kedalam dengan menggunakan alasan bahwa ada layangan putus yang masuk kedalam sekolah.

Saat itu dia ingin mengisengi si yogi karena penjaga sekolah itu terkenal galak, dia berpikir si yogi akan dimarahi oleh penjaga sekolah itu dan kami pun bisa menertawakannya. Tapi yang terjadi ternyata hal lain, saat itu yang mengintip kami dari balik dinding pagar sekolah adalah sesosok makhluk yang dikenal dengan nama “genderuwo”. Kami pun mengetahui semua yang terjadi dan apa yang dilihat si yogi didalam sekolah setelah si yogi bercerita kepada kami semua. Setelah kejadian itu, kami jarang bermain hingga maghrib lagi, dan kami menghindari jalanan belakang sekolah.

Sekian cerita yang ingin kubagikan disini, mohon maaf apabila isi ceritanya ada kemiripan dengan cerita orang lain yang dipost disini sebelumnya. Semua ini adalah kejadian yang benar-benar kualami a.k.a kisah nyata tanpa penambahan kalimat-kalimat fiktif didalamnya. Dan mohon maaf apabila isi cerita ini tidak seram dan tidak sesuai harapan pembaca sekalian.

Di akhir kalimat, aku ingin menyampaikan satu hal, saat anda membaca cerita ini kapan pun waktunya, baik dipagi hari, siang hari atau pun malam hari, setelah membaca cerita ini, jangan pernah melirik kearah samping kanan anda, karena percayalah bahwa “dia” ada disamping anda. *Hihi, wassalam.

KCH

Bayu

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Bayu has write 2,670 posts