Si Guling

Hai, ini kali pertama membuat cerita. Ini kisah nyata dari sepupuku yang berada di Jakarta, ia kuliah di jurusan hukum. Jam menunjukan pas pukul 02.00 tiba-tiba saja dari belakang ada yang membisikan sesuatu saat tidur “heh solat” tapi ia bingung karena ia sudah sholat isya dan ia tinggal sendiri di kost-kostan nya itu. Beberapa menit kemudian ada yang berbisik kembali “kau sebentar lagi akan mati”.

Begitu kalimat itu diucapkan ia terbangun dan segera melaksanakan sholat. Ia keluar untuk mengambil air wudhu karena kamar mandi terpisah dari kamarnya, saat diluar ia melihat si guling (pocong) lengkap dengan tanah kuburan yang buruk rupa. Langsung saja ia berlari mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholat. Saat ia keluar untung saja si guling sudah tidak ada.

Beberapa hari kemudian ia terkena sakit. Saat ia tidur yang minta ditemani oleh teman satu kost-kostan nya. Ia menceritakan hal tersebut kepada teman kost-kostan nya tetapi temannya itu tidak percaya. Di suatu hari, saat ia pulang malam temanku itu sendirian dalam kost-kostan nya, sambil menyantap makanannya yang ia beli, ia mendengarkan musik dengan sangat keras.

loading...

Tiba-tiba ia mendengar suara tangisan seorang perempuan yang berada pas di depan pintu kamarnya. Tapi ia tidak menghiraukan hal tersebut. Ia malah semakin mengeraskan suara musiknya, semakin keras suara musiknya, suara tangisan semakin jelas terdengar dikupingnya itu. Akhirnya ia percaya dengan semua yang dikatakan oleh sepupuku itu. Sekian terima kasih.

Share This: