Si Mata Abu-abu

Hy all, namaku khairuddin, aku tinggal di Pasangkayu, Sulawesi Barat. Aku juga salah satu penggemar KCH, dan disini aku ingin berbagi kisah nyata yang aku alami, maklum sebagai pemula saya kurang lancar dalam soal penulisan. Langsung saja kepokok pembahasan.

Malam itu tepatnya pukul 19:30, malam jumat, aku dan temanku (hamsur), saat itu kami sedang merencanakan acara bakar ubi, buat mengisi waktu untuk begadang malam hari, maklum kelelewar malam *hehe, singkat cerita, kami bergegas menuju kebun yang jaraknya sekitar 100 meter, saat itu gerimis turun, dan lantaran buru-buru karena pingin cepat-cepat segera sampai dikebun, aku pun lupa kalau ini malam jumat.

Setibanya dikebun, tanpa pikir panjang aku samperin saja pohon ubi yang berjejer didepanku, aku mulai mencabut pohonnya. Namun alangkah terkejutnya, ketika aku mau mengambil ubi tersebut, yang aku dapatkan adalah ubi yang diselimuti oleh rambut-rambut panjang, namun aku tidak hiraukan. Jika sampai temanku tahu, pasti dia bakal kabur, suasana itu membuatku berkeringat padahal saat itu hujan gerimis masih berlangsung.

loading...

Segera saja aku ajak temanku pulang, namun temanku ini tiba-tiba jatuh karena ada sesuatu yang menariknya dari belakang. Aku pun kaget, karena dibelakangnya memang nampak sesosok bayangan. Karena suasananya gelap, temanku hanya bisa teriak minta tolong, tanpa pikir panjang aku ambil sebuah kayu yang aku temukan disekitar situ, langsung aku ayunkan menuju bayangan itu.

Temanku pun lepas, tanpa pikir panjang, kami pun bergegas meninggalkan kebun. Sampai dirumah perasaanku masih gak enak, masih terlintas peristiwa tadi. Rencana bakar ubi pun gagal karena hujan, temanku pun sudah pamit mau pulang. Di dalam kamar tepat pukul 02:30, posisiku tidur terlentang, antara setengah sadar, tiba-tiba ada sesosok seseorang yang naik diatas tubuhku.

Dia langsung mencekik leherku, posisi wajahnya tepat didepan wajahku, hingga aku gak bisa lihat jelas wajahnya, kecuali sepasang mata berwarna abu-abu. Di situ aku berusaha melawan, namun semua anggota tubuhku tiba-tiba kaku, jangankan bergerak, menjerit pun aku gak mampu. Di situ aku coba membaca surat-surat Al-Qur’an, namun masih gak mempan, usahaku belum sampai disitu.

Aku coba membaca beberapa amalan yang pernah diajarkan oleh guruku, disitulah aku melihat rambutnya yang panjang itu mulai terbakar api. Ketika itu juga ia kelihatan panik mau lari, namun kedua tanganku mencekal kedua pergelangan tangannya, ternyata tangannya licin, tidak bertulang. Aku berharap bisa menangkapnya hingga fajar tiba, namun sayang aku gak berhasil, karna tangannya terlalu licin.

Dia pun berhasil lolos melalui jendela kamarku. Sampai pagi harinya aku ceritakan kejadian itu kepada ibuku, dia pun berpesan agar selalu ucapakan salam kepada para malaikat kiri kanan, depan dan belakang agar dijaga dari gangguan setan. Sekian cerita dari saya, dan maaf bila kurang berkenan dihati kalian. Terima kasih.

KCH

dyka

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

dyka has write 2,704 posts

Please vote Si Mata Abu-abu
Si Mata Abu-abu
Rate this post