Si Putih Mangga Puyang

Namaku Dafa Salihan, umur 18 tahun, rumahku di Surabaya dan aku tinggal dengan adik dan ibuku. Memang ini kejadian bukan pertama kalinya. Rumahku dekat dengan gudang tua yang kosong berjarak sekitar 2 meter dihitung dari langkah kakiku. Singkat cerita waktu itu sekitar jam 5 sore atau selepas ashar, aku tengah santai nonton televisi melihat acara kesukaanku, bukan kesukaan sih, cuma rasanya gak mau ketinggalan nonton kalau acaranya sudah mulai.

Tapi entah kenapa jadwal tayang acara itu ganti, aku pikir kalau lihat naruto bisa asik sedikit, aku pencet dah gl*bal televisi. Waktu itu seasonnya madara vs 5 kage, aku pikir wah makin seru nih, berselang sekitar 20-30 menitan aku tinggal kebelakang untuk mengambil minum dan cemilan. Waktu itu ibu sedang pergi ke balai desa karena ada kepentingan yang mengharuskannya pergi. Ya, aku sendirian dirumah.

Aku sebenarnya orangnya cukup cuek apalagi kalau soal yang berbau mistis atau apaan lah itu, gak percaya, tapi tanpa aku sadari perasaanku gak enak. Semilir angin dingin menerpa pundakku. Aku hiraukan tapi memang mengerikan suasananya, “Hantu itu gak ada, cuma karangan orang untuk cari peruntungan dan sebagainya” kataku. Waktu aku kembali kedepan membawa air dan makanan kecil. “*Lab!” televisi mati dan lampu juga mati seketika.

loading...

“Pemadaman listrik, sudah biasa” pikirku, tapi yang aneh digudang tua diutara rumahku lampu depan masih menyala, makin horor deh suasananya. Aku keluar memeriksa gudang tersebut jangan-jangan cuma masalah listrik, itu mungkin bukan pemadaman listrik, aku berjalan kecil tenang dan seperti tak ada yang perlu dikhawatirkan, tapi tanpa sadar tanganku bergetar sendiri, “mampus dah aku kalau ada yang begituan” risauku saat itu.

Aku periksa ternyata benar dugaanku tadi, cuma masalah tekanan listriknya. Akibatnya dibeberapa rumah ada yang mati dan masih menyala listriknya, aku bisa tenang sedikit. Mataku saat itu tertuju didinding pojokan atas dikanan dalam gudang yang super gelap dan kotor, aku gak bisa bayangin apaan kayak gitu, putih, ikat, loncat dan sebagainya. Tak lama berselang bayangan putih loncat dari pagar dibelakang membuatku merinding pucat panas dingin.

“Poc*ng” batinku yang hampir saat itu buang air kecil dicelana, malu-maluin saja. Aku jalan biasa namun aku kerumah Pakde ditimur rumahku, gak berani deh aku dirumah sendiri. Jalan santai dengan keringat bercucuran karena ketakutan. Setelah itu aku dibukain pintu sama bude yang saat itu juga ada dirumah. “Untung banget bude ada dirumah” pikirku, setelah kejadian itu, aku gak berani lagi dirumah kalau ibu sama adikku gak ada.

KCH

Dafa

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Dafa has write 2,704 posts

Please vote Si Putih Mangga Puyang
Si Putih Mangga Puyang
Rate this post