Siapa Pria Misterius itu?

Hai teman, namaku Anjely Cantika, biasa di panggil anjely. Ini post aku yang kedua, aku tinggal di jambi. Disini aku akan menceritakan pengalamanku bersama kedua temanku. Langsung aja yuk ke cerita nya! Gini, kejadian ini terjadi sekitar 2 bulan lalu. Pada siang hari aku, dan temanku (septikalia dan maharany) pergi ke sebuah kebun bunga, kebun itu tak jauh dari rumahku, di dekat kebun itu ada sebuah rumah kosong yang cukup besar, rumah itu dikontrakan, tapi belum ada yang berminat untuk menempatinya.

Kebun ini memang agak sepi. Tepatnya jam 13.30 kami pergi, sesampai nya di kebun itu, kami berfoto-foto dan duduk-duduk disana, udara disana sangat sejuk. Begitupun juga pemandangan nya sangat indah, saat menikmati pemandangan itu, tiba-tiba ada sosok pria misterius muncul dari arah kanan tepatnya di sebuah rumah yang berada di dekat kebun itu. Pria itu cukup tua, dia melihat ke arah aku dan kedua temanku (septikalia dan maharany) pria itu melihati kami dengan sinis, kemudian aku bertanya kepada temanku septi “sep, siapa ya pria yang ngelihatin kita dari tadi itu? (dengan penuh tanda tanya)”.

Lalu septi menjawab “aku juga tidak tahu njel”. Lalu maharany menyambung pembicaraanku dengan septi “jangan-jangan itu orang yang mau menculik kita lagi atau pria itu hantu? (dengan wajah takut). Lalu aku menjawab “duh, jangan buat bulu kuduk ku merinding maharany”.

loading...

septi : “iya nih maharany nakut nakutin kita aja”.
aku : ” septi, maharany 1, 2, 3 kabur..”

Aku dan kedua temanku lari dengan ketakutan. Kami pun kembali ke rumahku, kami menenangkan diri setelah berlarian yang cukup jauh. Ketika di rumahku kami masih membahas soal pria misterius itu. Kami masih bertanya-tanya kenapa pria itu muncul dengan tiba-tiba lalu melihat ke arah kami bertiga. Kemudian kami mencoba untuk melupakan kejadian ini dan tidak memberi tahu kepada orang tua kami.

Lalu septi dan maharany pun bergegas untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Demikian pengalamanku ini, pesanku di dalam cerita ini, sebaiknya kita mengucapkan Assalamu’alaikum di segala tempat (kecuali di toilet). Terima kasih sudah membaca ceritaku.

Share This: