Siapa Yang Aku Bonceng?

Assalamu’alaikum wr.wb, hai kamu, namaku mridwan, kita langsung aja ya ke cerita. Waktu malam sabtu, aku dan temanku, pergi ke undangan mengendarai sepeda motor bersama, sedangkan aku membonceng temanku karna motornya sedang di perbaiki. Kami pun sampai di tempat undangan itu, jam menunjukkan pukul 9 malam, namun kami masih mengobrol, karena ada temanku yang lain yang sudah lama tidak ketemu akhirnya berjumpa di sini, setelah selesai mengobrol.

Aku dan rian (teman boncenganku ini) langsung segera pulang, kami pun berangkat dan harus melewati hutan yang cukup angker. Sampai di hutan tersebut, aku mulai merasakan sesuatu hal yang aneh, mulai dari motor ini yang semakin lambat di tambah bulu kudukku berdiri. Tiba tiba saja rian ingin buang air kecil, mau gak mau aku harus berhenti dan tiba tiba saja.

Sudah selesai ayo berangkat lagi (kata dia), dalam hati saya kenapa cepat amat ya. Tapi aku tidak memikirkan hal hal yang aneh dan tiba tiba saja motorku ini mulai aneh lagi. Seperti berat, dan lampu nya kadang mati kadang hidup. Tanpa pikir panjang aku langsung tanya kepada rian, “Rian kenapa motornya jadi aneh ya?”. Rian pun menjawab “apanya yang aneh?”. Terus rian kembali berkata “kamu kali yang aneh”, sontak aku langsung kaget.

Langsung aku jawab “kenapa aku sih?”. dan “Iya emang kamu tadi berangkat sama siapa” kata rian. Aku melanjutkan pembicaraan “kan sama kamu” aku jawab. Tiba tiba rian minta turun tepat di simpang tiga, aku pun merasa ada yang aneh dan ketika dia turun. Astaga ternyata yang aku bonceng selama perjalanan pulang tadi adalah kuntilanak dan dia langsung menghilang sambil tertawa penuh kemenangan.

loading...

Aku langsung pergi dengan cepat cepat, akhirnya sampai juga di rumah. Dan besoknya, dalam hatiku berkata, bagaimana ya keadaan si rian?, aku yang penasaran langsung pergi ke rumahnya dan benar saja rian demam tinggi. Dia langsung memarahiku karena telah meninggalkannya di tengah hutan. Aku angkat bicara, “rian tadi malam juga aku kira kamu yang aku bonceng ternyata kuntilanak”, rian pun kaget setengah mati. Berarti kita sudah di kerjain sama kuntilanak. Sekian terima kasih, wassalam.

Share This: