Siapa?

Halo sahabat KCH, langsung saja. Seperti biasa setiap malam minggu aku dan teman-temanku latihan meditasi dan semacamnya. Bertepatan kala itu pelatih kami yang hadir berasal dari luar kota. Dan sepakat latihan malam ini tidak di lakukan di tempat biasa. Kami berangkat ke sebuah lapangan luas yang masih bertepikan hutan lumayan lebat (tidak saya sebut nama daerahnya).

Tepat pukul 9 malam latihan di mulai, kami berpencar jauh mencari tempat yang sepi dan tenang untuk meditasi. Aku menempatkan diri di tepi hutan. Awalnya seperti biasa tidak ada sesuatu yang mengganjal. Sampai pelatih memanggilku untuk bangun dan berdiskusi.

A: aku
P: pelatih

P: dek, ikut aku kesini sebentar.
A: ada apa kak?
P: untuk kamu saja, aku mau mengajarkan padamu dulu di bandingkan yang lain, amalkan dengan baik.
A: insya Allah kak, apa memangnya?
P: tutup matamu dan duduk sila ke arah hutan.

Aku pun menuruti saja. Selang beberapa menit
P: buka matamu dek.
Aku sontak kaget karena begitu banyak makhluk aneh yang mengerikan tapi perhatianku tertuju pada 1 perempuan berbaju merah berada di tepi hutan tempatku bermeditasi tadi.

A: apa itu kak? Siapa mereka? Kenapa tiba-tiba ada makhluk seperti itu?
P: aku membuka mata batinmu dek, entah kenapa aku memilih kamu bahkan mengajarkan dulu padamu di banding yang lain. Apa yang kamu lihat?
A: aku gak sanggup kak, itu siapa yang berdiri di tempatku tadi kak? Kenapa dia menatapku seperti itu.
P: cobalah berinteraksi dengan anak kecil di bawah pohon itu. Jangan hiraukan yang lain. Layaknya seperti dengan manusia dek. Aku percaya sama kamu.

Aku pun mengumpulkan keberanianku dan tidak mengganggu teman-temanku yang masih bermeditasi. Belum sampai aku hampir mendekatinya tiba-tiba suasananya berubah dan membuat kepala dan tubuhku tidak sanggup melangkah ke depan lagi. Aku pun melangkah mundur perlahan. Tiba-tiba perempuan berbaju merah itu menjerit dan terbang ke arahku. Aku pun berlari ke pelatihku yang memanggilku keras untuk kembali.

Namun belum sampai aku tersungkur jatuh dan saat itulah aku merasakan ketakutanku yang paling terkenang hingga sekarang. Aku menangis ketakutan tak lama kemudian pelatih dan teman-temanku menolongku. Aku pun meminta pelatihku menutup mata batinku lagi. Kami pun memutuskam untuk pergi dari tempat itu dan kembali ke tempat latihan. Saat sampai pelatih memanggilku lagi.

P: dek, maaf aku enggak ngerti kalau bakal kejadian seperti itu, aku sudah mempersiapkan semua sebelumnya pagar dan ijin segala macam.
A: iya kak, enggak apa-apa, yang penting saya tidak melihat mereka lagi.
P: iya dek, tapi ada hal lain yg membuat saya yakin kamu istimewa di banding yang lainnya dek. Ya sudah kalau gitu kamu boleh pulang dulu, kalau ada apa-apa hubungi saya dek.
A: iya kak, makasih.

Aku pun pulang tepat pukul setengah 1 malam. Di rumah awalnya tidak ada apa-apa sampai saat aku di dapur untuk mengambil minum terdengar suara perempuan memanggilku. Ku pikir adikku aku pun menyahut.
A: siapa? Dek? Kamu bangun toh?

loading...

Namun tidak ada sahutan. Aku pun keluar dapur dan menuju ke ruang tamu. Belum sampai melewati pintu dapur tiba-tiba televisi di dapurku menyala. Aku masih belum menaruh curiga. Aku mematikannya. Tepat saat belum jariku menekan tombol off di televisi, televisi mati sendiri. Aku pun sontak kaget dan mulai takut. Aku berlari keluar dapur. Dan lagi, soundboxku yang ada di dapur itu berbunyi.

Namun yang terlantun bukan lagu yang aku pasang di memorinya. Melainkan suara gemersak bercampur suara perempuan menangis. Saat itu entah darimana aku berani dan berteriak lantang marah.
A: siapa? Untuk apa kamu menggangguku. Aku gak kenal kamu, aku enggak ganggu kamu. Pergi atau kamu aku cari dan aku balas dendam ke kamu. Derajat manusia lebih tinggi di banding kamu karena aku tidak takut sama kamu jin.

Soundbox itu tiba-tiba langsung mati dan suasana pun kembali seperti semula. Esoknya aku menghubungi pelatihku semalam dan menceritakannya. Dia menawarkan untuk memagari rumahku (semacam pagar gaib dari makhluk halus). Namun aku tolak karena aku hanya percaya pada Allah S.W.T.

Sejak saat itu aku bisa merasakan bahkan melihat makhluk halus tanpa membaca doa atau semacamnya. Hanya jika saya mau melihat saya bisa melihat mereka. Dan sejak saat itu pula saya tidak takut pada jin lagi. Sekian, ini salah satu ceritaku. Lain waktu akan aku ceritakan lagi.

KCH

Irin

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Irin has write 2,694 posts