Siapakah itu?

Cerita ini saya alami sendiri sewaktu saya masih berumur 5 tahun, dan sampai saat ini saya sudah berkeluarga. Saya tidak pernah bisa lupa dengan kejadian itu sampai sekarang dan saya tidak tahu itu siapa. Kejadian ini berawal ketika nenek saya meninggal dunia, saya lupa nenek saya waktu itu meninggalnya malam atau subuh yang jelas pagi sekitar jam 9 saya, ibu, ayah dan kedua adik saya sampai di rumah kakek dan nenek.

Jarak antara rumah saya dengan rumah kakek sekitar 30 menit jika naik kendaraan motor atau mobil. Sesampainya di sana semua sudah menangis meraung-raung, meratap di depan jenazah, bahkan bibi saya istri dari kakak ayah saya menangis sampai berguling-guling seperti anak kecil yang tidak di belikan mainan. Saya waktu itu kurang mengerti maklum karena saya masih kecil.

loading...

Singkat cerita sebelum dzuhur almarhumah nenek saya di kuburkan di TPU yang jauh dari rumah kakek. Tidak terasa hari sudah sore, saya ingat sekali saat itu sudah pukul 5 sore, ibu saya teriak-teriak menyuruh saya mandi. Karena saya tidak kunjung datang untuk mandi akhirnya tangan saya di tarik ke sumur.

Di rumah kakek penuh orang yang melayat dan tetangga yang membantu masak, akhirnya saya mandi di sumur belakang masjid yang masih kepunyaan kakek juga. Untuk ke sumur itu saya harus melewati masjid tetapi dari arah samping. Sewaktu melewati pintu samping masjid tanpa sengaja saya melihat ke dalam masjid dan betapa terkejutnya saya saat melihat nenek saya yang di kuburkan tadi siang ada di sana dengan posisi menyampingi arah kiblat dan dekat tempat imam kalau shalat.

Saya hanya bisa bengong ketika melihat nenek saya tiduran sambil bolak-balik kiri kanan seperti orang gelisah. Di saat sedang terpana melihat itu saya di kagetkan oleh ibu saya yang menarik tangan saya menyuruh saya mandi. Ketika di tarik gitu lalu saya bilang ke ibu kalau saya melihat nenek di dalam masjid, ibu saya bilang tidak mungkin dan langsung melihat ke dalam masjid, tapi saya kaget karena nenek sudah tidak ada di sana.

Ibu saya bilang, “tuh kan gak ada, gak mungkin juga nenek kamu sudah meninggal dan sudah di kubur tadi siang” Begitu ucap ibuku. Sampai sekarang saya masih berpikir itu siapa, karena jelas-jelas saya melihat dengan keadaan sadar. Pernah saya ceritakan ke ayah, dan bertanya kenapa seperti itu tapi ayah hanya diam dan seperti orang yang sedang berpikir.

Akhirnya saya ambil kesimpulan sendiri, mungkin itu roh nenek yang belum tenang karena kepergiannya di tangisi oleh keluarganya secara berlebihan, maaf sepengetahuan saya kalau orang meninggal kita tidak boleh meratapi si jenazah, apalagi sampai menangis meraung-raung karena akan memberatkan beban orang yang meninggal.

KCH

Yoan

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Yoan has write 2,684 posts