Sopir Taksi

Assalamualaikum sahabat KCH alhamdulillah cerita pertama kemarin sudah dipublish kemarin tentang “hantu cilik minta tolong” dan hari ini sampai dicerita kedua tentang sopir taksi yang menjadi korban perampokan oke disimak ya. Pada suatu malam tahun 2003 entah lah bulan dan hari saya lupa pada saat itu saya sedang menunggu adik saya yang baru lahir beberapa hari dan dirawat dirumah sakit besar didaerah Bogor.

Saya kebagian jaga malam untuk menunggu adik saya karena ayah saya kerja malam dan tidak mungkin untuk ibu saya menunggu dirumah sakit malam hari. Walau tanpa terpaksa demi keluarga dan malam semakin larut akan tetapi namanya rumah sakit besar masih saja ramai yang lalu lalang dokter, perawat, penunggu pasien. Dan waktu malam itu entah jam berapa karena saya tidak membawa jam tangan (pura-pura, padahal gak punya *hehe).

Di ruang UGD tersebut sangat ramai tidak seperti biasa. Eh iya posisi tempat saya menunggu adik saya itu didepan ruang bayi bersebelahan dengan ruang mayat tapi didepan ruang bayi tersebut banyak yang menunggu bukan hanya saya saja, oke lanjut. Pada saat suasana ramai di UGD tersebut kebetulan saya sedang duduk-duduk santai depan ruangan bayi.

loading...

Kadang sesekali ngobrol dengan penunggu yang lain pada saat saya sedang duduk santai, datang lah seorang pria belum terlalu tua mungkin umuran sekitar 40 tahun. Memakai baju seragam taksi datang dan duduk sebelah saya kemudian beliau minta ijin untuk duduk sebelah saya, dan saya ijinkan. Saat sudah duduk beliau diam saja tidak bicara sama sekali mungkin lagi banyak pikiran dan tak berapa lama saya memberanikan diri untuk bertanya kepada beliau

Saya: pak. Lagi menunggu pasien?
Sopir taksi: tidak dik saya hanya mengantar kawan saya
Saya: memang kenapa kawan bapak? Sakit?
Sopir taksi: tidak dik kawan saya jadi korban perampokan, dia sopir taksi juga.

Saya: wah. Dimana kejadianya pak? Terus sekarang kawan bapak bagaimana?
Sopir taksi: di jalan **** (nama jalan disensor) dan sekarang sudah meninggal.
Saya: innalillahi.
Sopir taksi: saya permisi dulu yah dik mau kedepan beli kopi.
Saya: iya pak.

Dan beliau pun jalan kearah ruang UGD karena memang satu lorong/jalur kepintu keluar. Saya melihat para penunggu bayi sudah pada terlelap tinggal saya yang masih melek tiba-tiba saya kebelet untuk buang air kecil. Saat akan berjalan ketoilet, didepan ruang mayat datanglah para perawat mendorong roda pasien panjang itu loh yang buat antar jenazah kekamar mayat dengan ditemani para sopir taksi, mungkin ada 5 orang lebih.

Saya tidak melihat bapak sopir taksi yang tadi ngobrol dengan saya, mungkin masih ngopi diluar pikir saya. Dan pada saat jenazah tersebut hampir melewati saya tiba-tiba angin lumayan besar datang dan penutup kain diroda jenazah itupun terbuka. Alangkah kagetnya saya saat melihat jenazah tersebut adalah orang yang tadi berbicara dengan saya, mungkin agak sedikit pusing, kaget, takut, dan aneh dalam benak saya yang tadi saya kebelet sampai tidak jadi.

Malah saya mengikuti jenazah tersebut sampai pintu kamar mayat, karena dilarang untuk kedalam dan saya bertanya kepada sopir taksi yang mengantar, itu kenapa pak? Dia menjawab, kawan saya dirampok dan dibunuh dengan luka tikam ditubuh sangat banyak mungkin 10 lebih luka tikam. Setelah sopir taksi tersebut menceritakan kondisi kawannya.

Saya langsung pergi kedepan ruang bayi dimana adik saya dirawat dan langsung menggelar karpet untuk tidur karena saya sudah sangat merinding. Sekian cerita yang pernah saya alami ini mohon maaf jika kurang seram tapi ini asli kenyataan yang saya alami Wassalam, Hadi.

KCH

Hadi

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Hadi has write 2,660 posts