Sosok Anak Kecil yang Mengikuti Bapak Part 2

Assalamualaikum sobat KCH. Ini adalah lanjutan dari kisah sebelumnya yang berjudul “sosok anak kecil yang mengikuti bapak“. Mari disimak. Keesokan harinya ibu dan bapak sudah seperti biasa kembali, seperti tidak pernah terjadi masalah. Aku semakin heran dan bingung, ditambah lagi aku juga bingung memikirkan cincin hadiah ulang tahun dari suamiku yang semalam juga terlepas dari jariku dan hilang entah kemana.

Seperti biasa, setelah meminum kopi yang disuguhkan oleh ibu, bapak berangkat kerja pukul 07.00 pagi. Setelah itu ibu bercerita bahwa saat meminum kopi bapak berkata jika kemanapun ibu akan dibawa serta dan uang hasil kerja akan sepenuhnya diberikan pada ibu. Malam pun datang. Saat adzan isya berkumandang bapak bergegas menuju mushola. Saat itu lah ibu meminta ku memeriksa isi pesan di ponsel bapak yang sedang dicharge diatas kulkas.

Kulihat dikotak masuk banyak pesan dari nomor yang sepertinya tidak disave oleh bapak. Di kotak masuk terdapat banyak sekali pesan dari nomor tersebut, yang isi pesannya berupa nasihat. Dan yang membuatku heran, pengirim pesan itu memanggil bapak dengan sebutan “ayah”. Setelah memeriksa hampir semua isi pesan, kami segera mematikan ponsel seperti semula agar tidak mencurigakan. Aku dan ibu masih bertanya-tanya.

Untung lah sebelumnya aku sudah menyimpan nomor itu diponsel ibu. Ibu segera menghubungi nomor itu, namun tak ada respon. SMS tidak dibalas, telepon pun tidak diangkat. Semua masih misteri. Nah sobat, diatas aku menceritakan cincinku yang hilang bukan? Keesokan harinya setelah semalam aku cek dan ricek ponsel bapak, cincinku tiba-tiba saja ketemu. Cincin itu berada dilemari bajuku, disebelah tumpukan baju dan posisinya terlihat sangat jelas, tapi mengapa 2 hari aku mencari tak kunjung ketemu? Aneh bukan.

Hal ini ada hubungannya dengan pesan yang ada di ponsel bapak. Jadi malam harinya bapak bercerita pada ibu soal pesan-pesan nasihat yang ada diponselnya. Dan ternyata yang mengirim pesan-pesan tersebut bukanlah dari bangsa manusia. Yap betul, pengirim pesan-pesan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah sebangsa jin. Bagaimana bisa tahu? Ingat saat bapak pergi dari rumah? Itulah awal mula nomor itu mengirim pesan.

loading...

Isi pesan pertamanya adalah menyuruh bapak agar cepat pulang, karena dirumah ibu khawatir dan menyangka bapak minggat. Padahal saat itu bapak bukan minggat melainkan berkunjung kerumah rekan kerjanya. Berhubung dalam suasana hati kurang enak, jadi bapak tidak pamit. Setelah pesan pertama masuk, bapak merasa heran. Bapak berusaha menelepon nomor tersebut, namun saat nomor itu menjawab yang ada hanya suara seperti angin.

Bapak mulai merasa aneh, dan mengirim pesan pada nomor tersebut, namun tidak ada balasan. Setelah beberapa hari nomor itu selalu mengirim pesan, seperti menyuruh bapak pulang untuk menunaikan ibadah shalat dhuhur setiap kali bapak sedang bekerja, mengingatkan shalat ashar dan seterusnya. Akhirnya terjawablah sudah. Nomor tersebut mengaku bernama Gophar. Gophar mengaku bahwa ia adalah seorang bocah laki-laki.

Dia tidak berniat mengganggu, hanya ingin ikut bersama bapak dan akan membantu segala urusan bapak, dengan syarat bapak harus benar-benar berubah dan bertaubat. Bahkan dia meminta agar setiap malam jumat legi untuk disediakan 3 buah apel, mentimun, dan roti yang harus diletakkan dikamar orang tuaku. Dan mengenai cincin yang hilang itu, dia juga yang membantu menemukannya. Sebelum cincin itu aku temukan, Gophar terlebih dulu mengirim pesan pada bapak bahwa dalam jangka waktu 2-3 hari cincin aku akan ketemu.

Wallahualam bishowab, terlepas dari benar atau tidaknya hal itu aku bersyukur, mungkin sosok Gophar adalah bentuk pertolongan yang dikirim Allah untuk keluargaku. Dialah pengawal dan pengawas keluargaku, terutama bapak. Mungkin sebagian dari kalian yang membaca cerita ini akan menganggap aku membual, tapi ini adalah kisah nyata. Dan mungkin saja saat aku menulis kisah ini, Gophar juga sedang melihatnya. Maaf apabila ada kata yang salah, dan maaf bila cerita ku sama sekali tidak horor. Wassalam
Facebook: Astri Mustika Weni

astri mustika weni

All post by:

astri mustika weni has write 25 posts